
Saat Kriss melihat dari balik pintu toilet, Kriss memfoto wajah Veronica. Photo itu di kirim ke pengawal Kriss untuk mencari tau siapa perempuan yang baru saja datang ke kamar Joy. Kenapa dia tidak melakukan apa-apa kepada Joy tapi berbicara begitu. Kriss mengirimkan foto Veronica untuk diberikan kepada pengawalnya agar dapat di selidiki dengan jelas siapa Veronica.
Kriss keluar saat Veronica sudah tidak ada lagi di kamar Joy. Kriss menunggu Joy untuk sadar. Beberapa jam menunggu, Joy terbangun dengan pelan-pelan membuka matanya dan melihat dirinya sudah berada di rumah sakit. Joy melihat tangannya yang sedang di genggam oleh Kriss.
Suara lirih memanggil nama Kriss terdengar dari telinga Kriss. Kriss mengangkat kepalannya dan melihat Joy sudah terbangun. Kriss bertanya bagaimana keadaan yang Joy rasakan. Joy meminta Kriss untuk mengambilkan air minum untuknya karena ia begitu haus. Kriss memberikan air mineral yang di minum Joy pelan-pelan.
Joy bertanya apa yang sebenarnya terjadi dengannya. Joy benar-benar tidak ingat keseluruhan kejadiannya sampai Kriss menceritakan bahwa apartemen tempat mereka tinggal telah terjadi kebakaran. Joy langsung bertanya bagaimana keadaan apartemen miliknya.
Kriss bertanya kepada Joy dengan wajah yang polos. Kriss bertanya kenapa ada senjata api dan senjata lainnya di dalam apartemen Joy. Kriss juga mengatakan bahwa dirinya telah menyembunyikan semua itu dari polisi dan orang-orang sehingga tidak ada yang tau.
Joy menjawab dengan suara yang sedikit terbata-bata pada awalnya namun lancar setelahnya. Joy mengatakan bahwa semua itu adalah milik Abangnya. Joy mengatakan bahwa dirinya sebenarnya tidak tau tentang hal itu karena kamar rahasia itu adalah kamar sang Abang. Kriss mempercayai begitu saja tanpa banyak bertanya lagi.
Kriss mengesampingkan hal-hal yang ingin ditanya olehnya dengan jelas karena mementingkan kesehatan Joy yang menjadi prioritas utama saat ini. Kriss ingin memanggil dokter namun di tahan oleh Joy. Tangan Kriss di tahan oleh Joy membuat Kriss melihat Joy yang menggelengkan kepalanya untuk tidak perlu pergi. Joy mengatakan bahwa dirinya sudah baik-baik saja.
Kriss kembali duduk kursi. Kriss melirik ke arah tangan kanannya yang masih di tahan oleh Joy. Joy baru menyadari bahwa dirinya masih memegang tangan Kriss sehingga di lepaskan dengan wajah pucat yang nampak terlihat malu. Keheningan beberapa saat menyelimuti ruangan sampai suara perut Joy terdengar. Joy tersenyum dengan malu-malu di depan Kriss.
Kriss mengelus kepala Joy dengan lembut dan mengatakan untuk menunggu Kriss pergi mencari makanan. Kriss mencari bubur yang di belikan oleh pengawalnya tadi meja dekat sofa Kriss mengambil bubur dan memberikannya kepada Joy. Kriss pergi berjalan ke dispenser untuk mengambil air hangat.
Joy tersenyum dan berterima kasih. Menikmati bubur yang di berikan dan menawarkan buburnya kepada Kriss yang melihatnya. Kriss menggelengkan kepalanya dan mengatakan untuk Joy banyak makan karena butuh nutrisi.
"Maaf aku terlambat datang." Ucap Kriss tiba-tiba saat Joy sudah siap makan bubur dan setelah memandangi Joy begitu lama saat menikmati bubur.
Joy tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya. Meletakkan tempat bubur yang sudah kosong dan gelas yang sudah kosong di atas lemari kecil di samping Joy. Joy menatap Kriss beberapa detik lalu memegang tangan Kriss yang berada di sampingnya.
"Jika kau tidak datang saat itu, mungkin aku akan kehilangan nyawaku. Kau sudah menyelamatkan nyawaku untuk yang kedua kaliannya. Aku sangat berterima kasih kepada mu. Untuk itu, aku bingung harus membalas kebaikan mu bagaimana? " tanya Joy dengan tatapan serius.
"Jangan menyalahkan dirimu lagi. Sekarang fokus pada kesehatan mu. Aku tidak ingin melihat mu lemah seperti ini." Jawab Kriss.
"Kriss katakan padaku, apa yang kau inginkan dari ku setelah semua yang kau lakukan untuk ku? Jika itu memungkinkan aku akan mengabulkannya. Semua ini sebagai ucapan terima kasih ku kepada mu." Jawab Joy.
"Kau yakin dengan ucapan mu itu?" tanya Kriss dengan tatapan serius. Joy menganggukan kepalannya. Kriss hanya tersenyum dan akan mengatakan apa permintaannya setelah Joy sudah sehat dan berjanji Joy harus mengabulkannya. Dengan keyakinan yang masih goyang, Joy tetap mengiyakan apa yang dikatakan Kriss.
Kriss memberikan ponsel Joy yang dibawa olehnya saat menolong Joy. Dan pergi keluar dengan alasan ingin mengurus administrasi. Joy menerima ponselnya dan mengiyakan perkataan Kriss untuk lebih banyak istirahat.
Joy membuka ponselnya dan mencari CCTV yang tertinggal di rumahnya. Joy melihat dua orang yang masuk ke dalam rumahnya. Tapi dia tidak mengenali siapa mereka. Joy mencoba mencari tau tentang kedua orang itu, namun wajah mereka tidak terlalu jelas saat di ambil kamera dan durasi wajah mereka terlihat hanyalah 5 detik. Selebihnya mereka menggunakan masker.
Di luar, Kriss berjalan ke ruangan dokter untuk memberitahu bahwa Joy sudah sadarkan diri. Kriss dan dokter berjalan ke arah ruangan Joy, dan memeriksa keadaan Joy lagi. Joy dengan wajah kesal melihat Kriss yang memanggil dokter untuk melihatnya. Dokter bersama dengan suster sudah selesai memeriksa Joy. Dokter meminta suster untuk mengambil resep obat yang sudah tulis untuk membawanya sekarang agar di minum oleh Joy. Dokter menerangkan bawah Joy sudah baik-baik saja.
"Sudah aku bilang bahwa aku baik-baik saja." Jawab Joy.
"Bagaimana bisa tidak khawatir jika aku melihat mu seperti kemarin. Tidak sadarkan diri dan terus memanggil nama ku dan nama orang lain yang tidak aku kenal." Jawab Kriss yang memancing Joy untuk bercerita. Kriss berfikir mungkin ini waktu yang tepat di saat Joy sudah lebih tenang, tidak seperti saat tadi baru saja siuman.
"Siapa yang aku panggil?" tanya Joy.
"Jessi dan juga namaku. Apa Jessi adalah Abang mu? Tapi kenapa namanya adalah perempuan?" tanya Kriss yang berpura-pura tidak mengetahui.
"Bukan. Dia kembaran ku. Jangan bertanya lebih banyak lagi. Aku ingin istirahat setelah minum obat. Bisakah kau tinggalkan aku sendiri di sini?" tanya Joy yang memalingkan wajahnya. Kriss terdiam dan suara pintu terbuka. Suster membawakan obat untuk Joy. Kriss meminta suster untuk pergi dan membantu Joy untuk meminum obatnya.
"Istirahatlah. Aku tidak akan pergi, aku tetap di sini untuk menjaga mu." Jawab Kriss dan Joy hanya menelan obatnya lalu membaringkan tubuhnya. Kriss menyelimuti tubuh Joy. Lalu pergi ke sofa dan membaringkan tubuhnya.