Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Veronica Mencari Masalah



Masalah pasien wanita itu sudah selesai sehingga Joy sudah bisa melanjutkan aktifitas seperti biasanya untuk mengumpulkan data informasi yang dibutuhkan olehnnya untuk melakukan tugas akhirnya di kampus. Joy juga berkerja untuk mengikuti dokter Charlie dari satu tempat ke tempat lainnya untuk memeriksa beberapa pasien.


Joy selalu memperhatikan wajah pasien yang ditemui mereka dengan mendiagnosa apa penyakit yang dirasakan oleh pasien dari raut wajah dan keluhannya. Joy hanya menyimpan diagnosanya di dalam hati dan mencatat dengan singkat di catatan buku miliknya. Joy tinggal 2 Minggu lagi berada di rumah sakit ini. Tidak seperti yang lainnya, Joy yang hanya magang sebulan.


Disisi lain, seseorang dengan sengaja melakukan penyebaran foto-foto pribadi Joy bersama dengan Kriss yang sedang di mall. Hal ini membuat gosip di kalangan bidang ahli bedah menjadi pembahasan yang sangat heboh selain dari prestasi Joy yang membantu pasien wanita. Kebaikan Joy dengan cepat di tutupi dengan berita keburukan Joy yang suka dengan berondong.


Semua itu adalah ulah Veronica, hanya saja Veronica bermain dengan cantik dengan cara menggunakan ponsel milik seorang suster untuk mengirim semua foto-foto itu sehingga suster itu yang menjadi tersangka penyebaran. Charlie mengetahui hal itu dan membuat suster tersebut di panggil oleh Charlie, bersama dengan Joy.


Joy yang tidak mengetahuinya apa-apa duduk di sofa ruangan Charlie dengan tenang. Sedangkan suster duduk dengan wajah pucat dan berkeringat karena ketakutan. Charlie memperbaiki apa yang terjadi dengan memerintah suster itu untuk menarik pesannya sebelum 5 jam dan meminta maaf kepada Joy.


Joy dengan wajah terkejut dan berfikir dalam diam hanya menganggukkan kepalanya dan berjabatan tangan dengan suster untuk memberikan maaf. Charlie menganggap bawah masalah ini jangan terulang kembali. Hal itu bukan untuk di sebar luaskan, tentang hal pribadi seseorang biarlah menjadi persoalannya. Hal pribadi tidak boleh di bawa-bawa di dunia pekerjaan saat ini.


Suster yang merasa dirinya juga korban dan tidak ingin membuat Joy menjadi tidak baik kepada nya. Suster itu menceritakan hal sebenarnya dia juga tidak mengetahui hal itu. Namun Joy dengan sikap santai dan mengatakan bahwa dirinya mempercayai apa yang mereka percayai. Joy mengiyakan dan segera mencari tau sendiri. Setelah melakukan penelusuran menggunakan komputer miliknya, Joy langsung mencari tau apa yang harus di lakukan olehnya.


Saat Joy ingin pulang ke rumah, Joy bertemu dengan Veronica yang sedang berada di dalam toilet. Veronica berkaca untuk membanggakan wajah dan tubuhnya dan ikut berpura-pura membela Joy di depan para suster-suster yang sedang bergosip dengan pribadi Joy. Joy yang berada di dalam toilet hanya terdiam dan keluar dari balik pintu.


"Jangan hanya membicarakan orang dari belakang. Coba kalian bicara di hadapan ku agar aku bisa mendengarkan apa yang ada di fikiran dan mulut busuk kalian." Jawab Joy.


Joy menegur mereka dengan tatapan senyum dan juga keramahan dirinya yang berlaga imut di depan para suster dan Veronica. Joy sedang menantang mereka untuk berbicara di depannya namun mereka hanya diam saja. Veronica maju dan menenangkan Joy yang sedang memandangi mereka. Dengan santainya Joy menepis tangan Veronica yang ada di bahunya.


Tatapan tajam terlihat jelas di mata Joy kepada Veronica. Dengan lantang dan santainya Joy mengatakan apa yang telah dilakukan oleh Veronica membuat suster-suster itu terkejut dengan pernyataan Joy. Joy dengan santai pergi meninggalkan mereka. Veronica dengan wajah yang terkejut karena Joy mengetahui apa yang sedang di lakukan olehnnya.


Kedua suster itu menjadi tidak percaya lagi dengan Veronica dan pergi meninggalkan Veronica di toilet sendiri. Dengan wajah kesal Veronica keluar dari Toilet dan mengejar Joy yang sudah jauh berjalan. Joy yang sedang di parkiran menaiki scooter di hentikan oleh Veronica.


Joy yang santai dan menghiraukan apa yang dikatakan oleh Veronica. Joy mendorong tubuh Veronica yang menghalangi jalannya padahal Joy sudah berkata santai untuk membuat Veronica menyingkir dari scooter tapi tidak berhasil. Joy turun dari Scooter dan mendorong Veronica hingga terjatuh. Joy dengan santai menaiki scooter miliknya dan pergi meninggalkan Veronica. Veronica yang kesal membuatnya menelpon seseorang dan tersenyum jahat setelah selesai menelpon.


Joy yang hampir sampai di apartemen merasa dirinya sedang di ikuti oleh seseorang beberapa menit yang lalu. Joy melihat dari spion kanan dan kiri sepeda motor namun tak ada yang mencurigakan hingga sampai di tempat yang sunyi, Joy di halangi oleh sebuah mobil mewah di hadapannya. Scooter Joy berhenti dan membuatnya turun dari sepeda motor.


2 orang lelaki turun dari mobil yang ada di depan scooter Joy dan 2 orang lelaki turun dari mobil di belakang scooter Joy. Joy di hadang dengan dua mobil berjumlah 4 orang. Joy bertanya apa yang sedang mereka lakukan namun mereka hanya menjawab bahwa mereka sedang menerima misi yang dimana client memberikan uang kepada mereka


Joy yang tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh mereka. Joy menoleh ke belakang yang hampir saja dirinya terkena sapu tangan yang sudah diberi obat bius. Dengan tekejut yang sedang memegang sapu tangan itu, Joy dengan cepat menangkis tangannya dan melayangkan serangan tinju sekali ke bawah rahang hingga ke atas. Satu orang lelaki di buat Joy langsung K.O.


Mereka bertiga yang masih berdiri melanjutkan untuk menghajar Joy. Tapi sayangnya mereka di taklukan oleh Joy. Joy sedang tersenyum dan tertawa kecil dimana saat dia sudah benar-benar ingin menyerang siapa saja yang ingin menyerangnya. Joy dengan cepat melayangkan tendangan miliknya ke arah belakang yang mengenai lelaki itu. Satu lelaki lainnya sakukan hanya sekali tendangan kepada dua lelaki lainnya hingga mereka semua tidak sadarkan diri telah dikalahkan oleh Joy.


Joy yang sudah mengalahkan keempat Lelaki yang sudah tidak sadarkan diri di depan pintu. Tiba-tiba suara ponselnya berdering.


"Apa kalian sudah membereskan dia?" tanya Veronica.


"Jangan hanya mengirimkan 4 orang yang kau punya, tapi kirimlah 100 orang untuk membunuh ku Veronica?" Ucap Joy yang mengenali suara Veronica pertama kali berbicara dari ponsel.


"Siapa sebenarnya kau?" tanya Veronica.


"Kau tidak perlu tau siapa aku. Dan aku tidak akan pernah menganggu urusan mu begitu juga dengan mu. Jangan serakah dan coba untuk membuat ku celaka. Kau akan mengerti akibatnya." Jawab Joy mematikan ponsel penyusup lelaki itu..