Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Kriss Menyamar Menjadi Pembersih Kaca Apartemen Part 1



Pagi setelah perpisahan, Kriss tetap mengikuti Joy sampai melihatnya masuk ke dalam asrama kampus. Kriss minta pengawal untuk menjemputnya di kampus. Para pengawal yang mendapatkan perintah langsung bergegas pergi menjemput Kriss dengan menggunakan tiga mobil berwarna hitam untuk menjemput Kriss.


Para pengawal Kriss sudah menunggu di depan gerbang kampus untuk menunggu Kriss selesai memantau Joy. Mereka yang sedang memarkirkan mobil di depan gerbang kampus menjadi pusat perhatian mahasiswa yang melihat mobil mewah berjajar di depan kampus mereka. Kriss yang melihat keramaian itu langsung memberi perintah untuk mereka menjauhi gerbang kampus beberapa meter di jalanan yang sedikit sunyi.


Pengawal yang berdiri di samping mobil langsung masuk ke dalam karena perintah dari ketua pengawal untuk pergi dari depan gerbang ke beberapa meter tempat yang sunyi. 3 mobil pergi menjauh sampai tak terlihat lagi dan Kriss berjalan ke arah mobil pergi.


"Ayo pergi." Ucap Kriss yang tiba dimana mereka menunggu kehadirannya.


"Baik tuan muda." Ucap mereka semua memberikan penghormatan kepada Kriss.


Pengawal membukakan pintu mobil untuk Kriss. Kriss masuk ke dalam mobil di kursi belakang kemudian diikuti dengan ketua pengawal yang duduk di samping sopir. Kriss memberitahukan kepada mereka untuk tidak terlalu mencolok ketika bersama dengannya. Dan mereka menganggukkan kepalanya.


"Siapa nama mu?" tanya Kriss yang sudah beberapa hari bertemu dengannya namun tidak pernah berkenalan kepada pengawalnya.


"Panggil saya Ron, tuan muda." Jawab ketua pengawal.


"Oke Ron, kau yang diperintahkan oleh Abang Kenzo untuk menjelaskan semua hal yang harus aku lakukan di sini bukan?" tanya Kriss.


"Iya tuan muda. Saya adalah wakil ketua CEO tuan Kenzo untuk mengurus semua hal yang ada di negara F selama 10 tahun. Saya sudah mengabdi kepada tuan Jack selama 4 tahun setelah setelah itu berahli kepada tuan Kenzo." Jawab Ron dengan singkat.


Kriss berkenalan dengan Ron dan juga mendengarkan semua penjelasan situasi perusahaan Sandreas yang berada di negara F. Dari perusahaan properti, makanan, elektronik, IT, olahraga, fashion dan pusat belanja. Ron memberikan semua data lengkapnya di dalam sebuah tablet kepada Kriss. Ron menjelaskan dengan singkat semua kesimpulan data dari semua situasi.


Kriss langsung memberikan perintah untuk Ron menyusun semua jadwal dengan urutan yang paling darurat untuk diselesaikan segera. Ron menganggukkan kepalanya dan langsung memberikan sebuah lembaran-lembaran yang telah disusun olehnya untuk diselesaikan dari urutan yang segera sampai biasa saja. Kriss terkejut dengan Ron Ya sudah menyelesaikan semua dengan cepat.


"Bagaimana bisa?" tanya Kriss dengan menerima dan membaca lembaran kertas di tangannya.


"Tuan Kenzo mengatakan bahwa anda akan meminta hal ini." Jawab Ron tersenyum.


Kriss pemegang kepalanya dan mengekspresikan wajah yang tersenyum sambil mengingat wajah Kenzo yang sedang menindasnya untuk segera menyelesaikan semua pekerjaan di negara F.


"Baiklah. Aku mengerti, sekarang pergi ke tempat pertama ini." Jawab Kriss.


Kriss menganggukan kepalanya dan membuat Ron sangat terkejut. Ron yang bersikap profesional langsung memberi kabar kepada manajer properti apartemen termewah di negara F dengan nama Apartemen Sandreas untuk segera mempersiapkan diri menyambut kedatangan Kriss. Mendengarkan Ron yang sedang memberikan perintah membuat Kriss langsung merebut ponsel Ron dari belakang dan mematikan.


"Jangan beritahu mereka tentang kedatangan ku. Kau hanya perlu datang kesana, dan biarkan aku menyamar menjadi seperti kalian." Ucap Kriss yang membuat Ron terkejut lagi.


Kriss memberikan penjelasan kepada Ron bahwa ini adalah strategi dirinya untuk melakukan penyelesaian masalah. Ron yang tidak bisa berkata-kata hanya terdiam dan menyetujui kemauan Kriss. Kriss tersenyum dan duduk tenang membaca semua berkas tentang apartemen Sandreas yang berada di negara F.


Kriss memerintahkan untuk berhenti saat mereka hampir sampai di apartemen. Kriss memerintahkan mereka untuk menurunkan dirinya di jalan ini dan meminta mereka memberikan semua kartu miliknya dan memberikan uang cash secukupnya untuk dirinya menggunakan taksi. Ron menganggukkan kepalanya untuk menjalankan semua perintah Kriss. Ron juga menawarkan untuk memberikan apartemen untuknya namun di tolak oleh Kriss.


"Tidak perlu, aku akan pergi ke apartemen Kak Bella. Aku akan memberikan kabar kepada kalian nanti." Jawab Kriss.


Kriss yang diturunkan di jalan, berjalan kaki menuju ke apartemen. Saat dirinya ingin masuk ke dalam lingkungan apartemen di cegah oleh seorang penjaga. Kriss menunjukan sebuah kartu undangan sehingga membuatnya di perbolehkan masuk. ( Setiap penghuni memiliki identitas diri sebagai pemilik apartemen Sandreas yang berada di pusat kota negara F. Jika tidak memiliki kartu identitas tersebut maka tidak akan bisa masuk. Bukan hanya itu itu, ada 3 tahap pemeriksaan untuk masuk ke dalam wilayah apartemen sandreas yaitu kartu identitas pemilik apartemen, iris mata camera cctv dan sidik jari kepemilikan.)


Kriss menggunakan surat undangan pembersih kaca apartemen yang telah di terima oleh apartemen Sandreas. Di bawah apartemen Sandreas terdapat kantor pengelolaan yang menjadi pusat dari apartemen. Kriss masuk ke dalam menjalankan administrasi sebagai pegawai baru. Setelah melakukan verifikasi sebagai pegawai kebersihan apartemen. Kriss langsung berjalan bersama dengan manajer kebersihan untuk membawanya keliling melihat apartemen. Kriss dibawa ke tempat asrama dan lantai 10 sebagai wilayahnya untuk membersihkan. Kriss yang berjalan bersama dengan lelaki paruh baya itu dan melihat semua situasi lapangan.


Gedung apartemen yang terbentuk dari 20 lantai dengan tinggi sekitar 100 meter dan lebar 100 meter dari permukaan tanah. Setiap apartemen berukuran 25 meter persegi maka setiap lantai terdapat 4 apartemen. Apartemen yang bentuk persegi dengan dekorasi kaca di bagian kanan dan dekorasi balkon setiap apartemen yang diisi dengan tanaman hias atau bunga.


Setiap bulan akan datang seseorang pembersih kaca apartemen yang akan melakukan pekerjaan itu untuk membersihkan kaca apartemen agar terlihat bersih dan bening saat para penghuni melihat pemandangan dari balik kaca. Yaitu pemandangan gedung-gedung tinggi pusat kota.


"Ini adalah lorong dan ini semua peralatan yang kamu butuhkan untuk melakukan kebersihan kaca. Apa ada lagi yang mau kau tanyakan nak?" tanya lelaki paru baya itu dengan umur sekitar 45 tahun.


"Paman, bolehkah aku bertanya tentang alasan setiap bulan harus berganti petugas kebersihannya?" tanya Kriss dengan wajah senyum.


"Hmmmmmm......" lelaki itu hanya bergumam sambil mendekatkan dirinya untuk berbisik ke telinga Kriss.


"Manajer saat ini mungkin sudah banyak melakukan korupsi. Dulu aku adalah seorang manajer tapi tiba-tiba diturunkan menjadi manajer kebersihan tanpa sebab. Aku tidak bisa untuk bertindak lebih banyak jadi hanya menerima nasib saja."


Kriss terdiam dan menganggukkan kepalannya mengerti apa yang dikatakan oleh paman manajer kebersihan ini. Kriss mengucapkan terima kasih dan melaksanan tugasnya. Sementara sang paman itu pergi meninggalkan Kriss di lorong. Kriss sejak tadi telah mengamati Kebersihan, kerapian, keramahan pegawai dan tata kelola pegawai secara singkat. Saat naik ke lift hingga ke lantai atas Kriss mendengarkan banyak hal di dalam lift dan di balik lift khusus pegawai.