Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Sidang Edon dan Eron



Di dalam ruang sidang yang berisi tiga hakim yang berada di atas. Dua meja di sisi kanan dan sisi kiri antara pengacara dengan jaksa penuntut. Saksi dan beberapa tamu persidangan dari luar, dari mahasiswa hukum dan Kriss berada di sana dengan menyamar menjadi seorang kakek-kakek. Eron berada di samping pengacaranya. Ron berada di samping jaksa penuntut. Dan Baron menjadi saksi yang ada di sana.


Sidang di mulai dengan hakim memulai acara. Jaksa penuntut pengacara telah bersumpah. Pengacara mulai memulai membantah kasus yang terjadi dengan pasal penuntutan. Hakim menerima ucapan-ucapan Pengacara dengan melanjutkan ucapan jaksa penuntut. Sidang berjalan dengan lancar bahwa semuanya sesuai dengan rencana. Edon mendapat sidang terakhir dengan ketentuan 15 tahun penjara dengan mengganti seluruh biaya korupsi dengan properti miliknya. Setelah sidang Edon dengan kondisi wajahnya yang terlihat tidak baik-baik saja. Saat berselisih dengan Eron yang berada di luar. Mereka menghentikan langkahnya dan meminta tolong kepada sipir. Sipir memberikan waktu 5 menit.


"Apa yang terjadi dengan mu Edon?" Eron yang masih diborgol dengan tangan yang menyentuh kepala Edon yang dibalut oleh kain kasa. Edon hanya terdiam dan melihat sang kakak laki-laki yang ada di hadapannya dengan tepat mata yang ingin menangis.


"Semua telah hilang Bang. Hilang, aku sudah tidak punya apa-apa lagi, lakukan sesuatu untuk ku? Tapi kenapa kau juga di borgol dengan pakaian seperti ini?" tanya Edon saat menatap seseorang yang ada di hadapannya dan melihat orang itu adalah orang yang di kenal olehnya.


"Tenanglah, aku akan mengeluarkan mu dari sini. Kita akan keluar dari sini dengan aman." Jawab Eron dan Edon menganggukkan kepalanya.


Waktu mereka habis, sidang Eron di mulai setelah beberapa menit jeda sidang Edon selesai. Eron tersenyum melihat anaknya berada di kursi tamu persidangan. Hakim memulai dan jaksa negeri sebagai jaksa penuntut mulai berbicara dengan alasan penangkapan Eron.


Jaksa penuntut dengan pengacara mulai beradu argumen satu sama lain untuk menguatkan pasal-pasal dan bukti yang telah dikumpulkan oleh mereka sebagai persidangan hari ini. Walaupun pengacara mengetahui bahwa dia akan kalah dalam persidangan ini namun tetap setia untuk memberikan berusaha membuat keringanan kepada Eron.


Saat sidang semakin memanas dan pengacara hampir memimpin, Jaksa menuntut mulai mengeluarkan bukti-bukti yang telah diberikan oleh Kriss untuk memenangkan persidangan. Jaksa penuntut memberikan beberapa lembar yang telah diisolatif oleh Kriss saat itu kepada Hakim dan menayangkan foto-foto dari bukti itu pada layar monitor presentasi.


Sungguh terkejut, semua orang yang berada di dalam persidangan bahwa jaksa penuntut memiliki semua bukti yang akan memberikan penguat dalam penangkapan dan penghukuman untuk Eron. Bukti-bukti korupsi yang telah dilakukan oleh Eron yang begitu sangat rapi namun dapat dibongkar dengan begitu mudahnya oleh jaksa penuntut.


Hakim mulai berbicara tentang keaslian dari data-data yang didapat sebagai bukti untuk persidangan ini adalah data-data yang sudah di catat sebagai daftar bukti dan juga bukti yang didapatkan adalah bukti yang jelas sumbernya. Operator administrasi menyatakan bahwa daftar bukti memang sudah di daftarkan dalam persidangan hari ini.


Jaksa penuntut mulai berbicara bahwa dia mendapatkan bukti ini yang berada di dalam kantor politik Eron dimana bukti yang sebagian telah dihancurkan menggunakan penghancur kertas. Karena hal itu, beberapa kertas yang telah diisolatif sehingga dapat dibaca kembali tentang informasi yang tertulis di dalam. Hakim menganggukan kepalanya dan mengatakan iya bahwa bukti adalah legal.


Jaksa penuntut beserta dengan rekannya dan juga Kriss yang mengetahui asal usul dari bukti-bukti yang telah dipaparkan dalam persidangan hari ini. Hanya orang-orang itulah yang tidak mengetahui dari mana asalnya bukti tersebut dan hanya mengetahui bukti yang di dapat seperti yang di katakan oleh Jaksa penuntut.


Dari semua bukti-bukti yang telah dipaparkan oleh jaksa penuntut membuat pengacara tidak dapat lagi untuk berkata-kata dan juga mereka sudah kehabisan kata dalam membela diri sendiri. Hakim mulai memutuskan bahwa Eron mendapatkan hukuman 20 tahun penjara dan juga penyitaan seluruh properti yang didapatkan oleh atas nama dirinya sebagai ganti rugi untuk negara.


"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Tidak semuanya tidak benar, aku benar-benar tidak mau makan uang rakyat untuk memperkaya diriku. Aku benar-benar tidak melakukan itu." Ucap Eron yang sangat terguncang mentalnya ketika Hakim menyatakan hukuman dari hasil persidangan hari ini sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan oleh.


Kriss setelah melakukan sesuatu yang dengan mensabotase presentasi pada monitor persidangan ketika Eron menolak dirinya tidak melakukan itu dengan cara Kriss menampilkan sebuah video dengan percakapan yang sangat mengejutkan semua orang yang berada di dalam persidangan bahkan akan menjadi trending topik pada publik.


Dalam video itu, Eron seperti senang berbicara dengan beberapa orang dan mengatakan bahwa uang yang didapat adalah uang yang diambil dari rakyat jelata yang mudah untuk dibodohi oleh. Dengan ucapan dan tindakan yang telah dilakukan Eron penayangan video itu membuat semua suasana terjadi lalu mata yang tertuju ke arah Eron.


Kriss tersenyum dengan puas dengan semua yang telah dilakukan. Dan langkah terakhir yang dilakukan oleh Kris adalah dengan memberikan sebuah note kecil kepada Veronica yang tanpa sengaja duduk di kursi depan Kriss. Veronica yang melihat semua persidangan dari awal hingga akhir membuat dirinya bergemetaran sambil memikirkan kalimat-kalimat yang didengar olehnya kemarin malam dari seseorang yang telah datang tiba-tiba ke dalam apartemen.


Veronica terdiam dan duduk kembali dari kursinya. saat Veronica yang duduk di kursinya mendapatkan semua kertas memo yang digumpal dengan bunga putih yang layu.


"Bunga ini hanya satu dan layu yang terpisah dari akarnya. Begitu juga anda, jika tidak bisa berhenti dan pergi jauh, ayah dan paman mu serta dirimu kalian tidak akan baik-baik saja. Kali ini yang disana adalah ayah mu, lain waktu yang duduk di kursi itu adalah kau." Ucap Kriss yang telah ditulis dalam memo dan sudah di baca oleh dirinya.


Veronica yang selesai membaca memo itu boleh kembali terdiam dan semakin getaran melihat kekanan dan ke kiri kepada orang yang dicurigai olehnya. Sementara Kriss sudah pergi dari persidangan.