
Di hutan venus pagi hari, matahari terus naik dan menyinari dari sela-sela pohon Venus yang menembus ke dedaunan kering yang jatuh di atas tanah. Kicauan burung yang terdengar meriah di atas langit yang terbang untuk mencari makan di pagi hari. Embun pagi yang menetes dari sela-sela daun ke tanah. Rerumputan basah yang terkena embun dan sinar matahari di pagi hari.
Veronica yang terlentang dibatas tumpukan tanah dedaunan kering di bawah pohon-pohon besar. Wajahnya terkena sinar matahari dari waktu ke waktu selama beberapa menit sehingga membuatnya membuka mata karena terasa panas dan tidak nyaman. Saat matanya terbuka, ia hanya melihat jajaran pohon yang berdiri di hadapannya.Mengangkat tubuhnya dari atas dedaunan dan duduk membersihkan tubuhnya.
Veronica sadar bahwa dirinya tidak berada di tempat tidur yang nyaman seperti biasanya.Veronica benar-benar sangat terkejut dengan keadaannya yang compang-camping. Baju yang berantakan, rambut yang berantakan, kotor, bau dan juga seperti seorang gelandangan.
"Aaaaaaaaakhhhhhhh! Ada dimana aku?" teriak melihat keadaannya dan sekitar. Veronica dengan mengingat kejadian tadi malam membuatnya takut dan berdiri. Wajah yang terkejut dan juga berfikir sedang berada di daerah mana? Veronica berdiri dan berjalan mengikuti arah sinar matahari dengan memantau ke kanan dan kiri sambil berteriak setiap langkah yang di ambilnya.
Veronika berjalan lama di dalam hutan venus sampai dia menemukan jalan yang menurutnya tidak asing. Sebuah bangunan tua yang terlihat jelas di sana. Veronica baru menyadari dimana dia sekarang. Sebuah gedung kosong yang menjadi rencananya untuk menculik Joy dan menyiksanya di sana. Veronica benar-benar melihat ada sebuah mobil terparkir di depan gedung.
Veronica berlari dan mencari pengawal pribadi yang baru saja di ganti oleh sang ayah untuk menjaganya. Dan orang yang di perintahkan olehnnya untuk menunggu Joy di tempat ini. Veronica berteriak sehingga lelaki itu keluar dan melihat Veronica yang berada di depannya.
"Nona? Apa yang terjadi dengan mu?"
Veronica yang sudah kelelahan dengan tubuhnya yang berjalan selama beberapa jam di dalam hutan, melihat pengawal yang mendekatinya dengan bayangan samar kemudian dirinya terjatuh. Tubuhnya di tampung oleh pengawal. Pengawal yang panik mengangkat Veronica masuk ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Saat perjalanan Veronica terbangun dari belakang mobil dan berkata untuk tidak membawanya ke rumah sakit, lebih baik pulang kerumah dan panggil dokter pribadi keluarga untuk memeriksanya. Pengawal yang menyetir menganggukan kepalannya dan pergi ke rumah Eron. Membutuhkan waktu 2 jam perjalanan untuk sampai kerumah Eron. Tiba di tempat rumah, Veronica langsung di bawa ke kamarnya dan dokter sudah menunggu serta dengan Eron yang mengangkat putrinya sendiri ke kamar.
Dokter pribadi mereka memeriksa dan pembantu keluarga mereka membersihkan Veronica yang masih belum sadarkan diri. Dokter memberitahu bahwa Veronica baik-baik saja. Hanya dehidrasi dan kelelahan. Tidak ada hal yang serius untuk di khawatirkan.
Eron mengintrogasi pengawal baru yang di pekerjakan olehnya. Dengan sangat takut-takut pengawal menceritakan rencana yang di buat oleh Veronica untuk Joy namun dirinya yang menunggu perintah dari Veronica tidak bisa menghubungi Veronica dari pukul 11 malam hingga sampai ia bertemu dengan Veronica di depan gudang tua hutan venus.
"Sudah aku katakan untuk laporkan semua yang dilakukan oleh putri ku. Sudahlah, pergi!"
"Ayah, ayah, aku benar-benar takut." Ucap Veronika dengan bangkit memeluk Eron langsung dengan erat saat Eron mendekat ke arah Veronica.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Eron. Veronica melepaskan pelukannya dan masih menghapus tangisannya. Eron mencoba menenangkan Veronica untuk bercerita dengan pelan-pelan. Akhirnya Veronica dapat tenang dan mulai bercerita.
Veronica menceritakan awal mula tidak menyukai Joy yang datang di sekitar hidupnya hingga kejadian yang terjadi padanya tadi malam. Veronica menceritakan bahwa ada seseorang yang membantu Joy untuk menggagalkan segala rencananya bahkan mengancam dirinya untuk tidak mencari masalah lagi dengan Joy. Veronica benar-benar tidak mengetahui dalang di balik penculikannya dan membuangnya di hutan venus sendiri.
Air mata yang mengalir, wajah yang lesu, ekspresi ketakutan yang terlihat jelas di wajahnya membuat Eron sangat sedih melihat putri semata wayangnya sedang menangis. Tisu yang di ambil Eron menghapus air mata yang jatuh membasahi pipi Veronica.
"Jangan menangis lagi, ayah saja tidak pernah membuat mu menangis, bagaimana mungkin hanya seorang perempuan asing membuat mu seperti ini? Dan siapa orang yang berada di belakangnya itu? Siapa dia sebenarnya?" tanya Edon dengan marah-marah sendiri di depan Veronica yang masih menangis.
Eron yang tidak menerima dengan keadaan sang putri tunggalnya membuat rencana pembalasan untuk Joy. Eron berjanji untuk memberikan keadilan kepada sang putri kesayangan atas segala perihal yang dialami. Veronica tersenyum tipis saat memeluk Eron. Dengan bahagia melihat Eron yang begitu membela Veronica. Eron melepaskan pelukan Veronica dan memerintahkan Veronica untuk tinggal di rumah saja jangan hidup sendiri mulai saat ini dan jangan kemana-mana untuk sementara waktu. Saat ini juga Veronica di perintahkan untuk istirahat dengan baik. Veronica menganggukan kepalanya. Satu usapan tangan di kepala Veronica dari Eron.
Menuruti apa yang dikatakan oleh Eron, tatapan Veronica menujukkan hati yang tidak baik saat melihat sang ayah pergi dari kamarnya. Selimut yang di tarik ke atas dan tubuh Veronica yang tidur. Eron meninggalkan kamar Veronica dengan menatap senyuman Veronica saat menutup pintu kamarnya.
"Jaga nona dengan baik, apapun yang di perlukan olehnya segera berikan. Kalian bergantian menjaganya. Dan ingat, setiap jam kondisinya kabari kepada ku." Jawab Edon kepada kedua pembantu perempuan di rumahnya.
Eron pergi meninggalkan kedua pembantu yang berjaga di depan pintu kamar Veronica. Eron berjalan ke rumah tamu dan memanggil pengawal yang menjaga Veronica saat ini. Menunggu kedatangan pengawal itu, Eron duduk di sofa dan memiliki apa yang harus dilakukannya.
"Anak ku benar-benar kacau cuman gara-gara seorang wanita yang bernama Joy. Siapa dia berani-beraninya membuat putri ku menjadi seperti itu?" tanya Eron dalam hati sambil memukul atas pinggir sofa di sebelah kanan dirinya yang menganggap bahwa hal ini sudah sangat keterlaluan. Beberapa ide muncul dari kepalannya dan pengawal itu datang di depan Eron dengan bertanya apa yang bisa di bantu olehnya.