Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Interogasi Kejadian Kebakaran Apartemen Joy Part 1



2 Jam sebelum Kriss di jemput oleh pengawal di rumah sakit. Pengawal yang mendengarkan perintah Kriss saat Joy masih di dalam ruang UGD. Mereka langsung menjalankan perintah Kriss di mulai dengan CCTV rumah sakit dan jalanan yang terdapat CCTV melihat arah dimana kedua orang itu tertangkap kamera.


Sebagian orang sedang berada di rumah sakit F untuk menghacker CCTV sekitar rumah sakit. Hanya mengambil data rekaman CCTV saja dan tidak melakukan hal lainnya. Sebagian lainnya sedang berada di server kepolisian untuk mengambil data jalanan dari apartemen Joy ke rumah sakit F serta mencari CCTV lainnya yang di lewati oleh kedua pria pembunuh.


Mereka hanya membutuhkan waktu satu jam pencarian melalui CCTV dan menemukan tempat terakhir kedua pria pembunuh itu berhenti. Mereka berdua berhenti di sebuah restoran kecil yang berada di gang sudut Utara negara F. Pengawal -pengawal Kriss langsung ke restoran itu.


Restoran tua yang hanya menyajikan makanan sederhana dengan tempat yang terbuat dari bahan-bahan kayu jati. Ukuran 10 meter persegi yang terlihat dari depan. 8 meja dengan masing-masing 4 kursi yang tersusun rapi. Saat masuk ke dalam tidak ada satu orang pelanggan pun yang duduk di dalam restoran itu, hanya ada satu orang perempuan yang memakai celemek berada di dapur yang terlihat jelas di jajaran meja pelanggan.


Perempuan itu bertanya kepada pengawal-pengawal Kriss berjumlah 20 orang. Perempuan itu menganggap pengawal-pengawal Kriss adalah pelanggan. Pengawal Kriss tidak terlalu banyak berbicara dengan satu orang yang menodongkan senjata api ke arah perempuan paruh baya yang ada di restoran itu.


Perempuan itu ingin mengangkat tangannya namun dia memencet tombol yang ada di depan dirinya. Kedua pria pembunuh itu tiba-tiba keluar dari balik kiri itu yang berada di dapur. Mereka berdua juga sangat terkejut saat melihat begitu banyak orang yang sedang menodong mereka. Mereka belum melihat perempuan baru bayar itu yang menjadi sandera, mereka berdua mengangkat pistolnya yang di balik samping pinggang celana mereka.


"Jangan bertindak gegabah atau perempuan ini mati." Jawab Pengawal Kriss yang menjadi ketua para pengawal.


"Apa yang kalian inginkan?" tanya salah satu pria pembunuh.


"Ikut dengan kami, bos ingin bertemu dengan kalian."


Mereka berdua terkejut dengan ucapan dari pengawal-pengawan Kris yang mengajak mereka. Mereka menurunkan senjata apinya dan menyimpannya kembali lalu melanjutkan kepala untuk ikut bersama dengan pengawal-pengawal Kriss. Mereka berdua menganggap bahwa orang-orang yang datang ke restoran adalah orang-orang yang ada kaitannya dengan Veronica.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil dengan baik-baik sampai salah satu dari mereka heran melihat arah jalan yang membawa mereka ke Veronica. Salah satunya bertanya kepada sopir yang membawa mereka. Sopir hanya diam dan salah satu pengawal yang berada di tengah-tengah mereka berdua menggunakan kedua sikutnya untuk membuat kedua pembunuh pingsan.


Mereka di bawa ke paviliun Kriss yang berada di Negara F di bagian Utara. Tidak jauh dari restoran tersebut, sekitar 5 km. Paviliun milik Sandreas yang berada di negara F ini adalah sebagai markas besar untuk orang-orang anggota Sandreas berkumpul. Dan yang memimpin mereka adalah Feng dan Bella. Paviliun untuk berlatih para anggota dan juga interogasi.


Mereka sampai di paviliun Utara Sandreas di negara F dan membawa kedua pembunuh itu ke dalam ruangan bawah tanah tempat di mana interogasi segera di jalankan. Mereka berdua di ikat dengan kedua tangan di borgol ke belakang dan kedua kaki diikat dengan tali yang sejajar dengan kaki kursi kayu jati.


Pengawal Kriss yang berpisah dengan kawalan pengawal lainnya untuk menjemput Kriss di rumah sakit. Kriss masuk ke dalam mobil yang pintunya telah dibuka oleh pengawal. Kriss masuk dan bertanya kondisi mereka yang menyelidiki kedua pria pembunuh itu.


Tiba di paviliun, Kriss bangun dan meminta mereka untuk menyiapkan kostum miliknya. Memakai topeng hitam berbentuk naga dan mengganti bajunya dengan serba hitam.


"Tunggu disini dan siapkan aku air hangat untuk mandi dengan sabun yang biasa." Jawab Kriss yang berjalan masuk ke dalam dengan pengawal yang membukakan pintu.


Kriss masuk ke dalam dan melihat kedua pembunuh itu sudah sadarkan diri. Mereka bertanya siapa sosok manusia yang sedang masuk ke dalam. Kriss hanya diam saja dan berjalan ke samping untuk menghidupkan lampu. Ruangan menjadi terang sekali sehingga kedua pembunuh itu melihat jelas bahwa mereka seperti sedang berada di ruangan bercat merah darah. Ruangan berbentuk persegi dengan keseluruhan warna merah, dinding kanan kiri maupun atas bawah.


Mereka melihat ada satu meja yang di depan dinding berbagai senjata di tempat itu. Kriss hanya diam saja sejak tadi melihat mereka beberapa detik lalu berjalan ke arah meja. Memakai sarung tangan steril berwarna cream terang. Kriss hanya mengambil 2 buah pisau kecil lalu berjalan ke arah mereka dengan membawa kursi.


Kriss duduk dan merenggangkan kedua kakinya, memajukan wajahnya yang menggunakan topeng ke arah kedua pembunuh dan langsung menancapkan pisau ke paha mereka berdua. Salah satu di paha kanan dan salah satunya di paha kiri. Jeritan kesakitan terdengar kencang dari kedua pembunuh.


"Arghhhhhhhhhhh!"


"Sttttttttttt. Siapa yang memerintahkan kalian untuk mencelakai Joy?" tanya Kriss mengucapkan perkataan pertama kali di ruangan dengan pertanyaan. Kriss mencabut kedua pisau lalu menusuk kembali di paha yang berbeda dari sebelumnya.


"Arghhhhhhhh!"


"Jangan buat aku mengulangi pertanyaan yang sama dan membuat ku menunggu kalian berfikir." Jawab Kriss lalu mencabut lagi kedua pisau dari paha mereka.


"Itu, itu senior ku yang bernama Veronica. Dia, adalah anak dari Jaksa Eron yang saat ini ingin menjabat sebagai wali kota. Kandidat nomor dua."


"Aku hanya mengikuti perintahnya karena ibu ku, ibuku yang berada di restoran tadi adalah ibuku. Ibu ku bekerja di rumah Veronica. Jika aku melakukan kesalahan itu akan berdampak kepada ibu ku."


Mereka menjawab alasan mengapa mengikuti perintah Veronica bukan hanya sekedar tentang uang tapi juga tentang ibu dan mereka yang sudah terlibat menjadi tangan kotor dari Ayah Veronica. Mereka sudah menjadi pembunuh selama 7 tahun belakangan ini. Dan kebanyakan dari perintah Veronica yang menjadi tanggung jawab mereka sebagai pengawal Veronica yang di perintahkan oleh Eron.


Mereka menjawab dengan cepat karena merasa bawah meekaa harus melakukan. Firasat mereka sebagai pembunuh merasakan bahwa hawa kejam dari seseorang yang berada di depan mereka adalah perasaan menakutkan yang tidak pernah mereka rasakan selama ini. Perasaan menakutkan lebih besar dari perasaan yang selama ini mereka rasakan. Dan benar, keputusan yang di ambil adalah keputusan yang benar.