Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Tamat Season 1



Kriss diam-diam berjalan disaat semua orang sudah tertidur dan memerintahkan Joy untuk menangani anak kecil yang masih terbangun. Kriss berjalan dan mengalahkan satu persatu pembajak dan pramugari. Tinggal 2 orang pembajak yang belum di kalahkan oleh Kriss. Kriss berjalan melihat di ruang VIP sudah siap di bereskan. Joy juga sudah bergabung dengan Kriss.


Joy pergi ke toilet dan Kriss pergi mendekat ke arah pintu pilot. Joy mengalahkan pembajak yang berada di dalam toilet dengan menggunakan senjata yang di dapat dari pengawal menteri yang sudah terbunuh. Joy membuka pintu toilet dan langsung menembak tepat di kepalanya. Pembajak langsung mati di depan depan pengusaha. Joy langsung melihat pengusaha yang masih menggunakan bom. Joy mengatakan untuk pengusaha tetap tenang.


"Bagaimana cara ku untuk menghentikan bom ini?" tanya Joy dalam hati.


Joy mengatakan kepada pengusaha untuk tidak bergerak dan ia akan segera kembali untuk menyelamatkan. Joy juga mengatakan jangan sampai bergerak karena akan meledak jika ia bergerak. Pengusaha menganggukkan kepalanya dan mengatakan dia akan menunggu dan berharap untuk segera menyelamatkannya.


Kriss membuka pintu dan langsung menembak bahu lelaki berbadan besar itu. Membuat pembajak kaget dan terkena peluru, Kriss tidak memberikan jeda, saat pembajak itu menoleh dan akan menembak Kriss, Kriss langsung menembak kepalanya dan membuatnya mati seketika.


Kriss berjalan dan melihat keadaan menteri pertahanan yang memiliki bom. Kriss memerintahkannya untuk tetap tenang dan dia akan melakukan penjinakan bom. Kriss berjalan mencari gunting di sekitar. Dan memotong beberapa kabel yang mampu mengehentikan bom yang ada pada menteri. Dengan cepat Kriss melaksanakan itu dan menteri mengucapkan terima kasih.


"Bukan saatnya mengatakan terima kasih. Masih ada pembajak yang lain." Jawab Kriss kepada menteri pertahanan dan Joy tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan pembunuhan pada penjahat tapi ada bom pada Sandara dan luka tembak.


Kriss mengerti dan membantu menghentikan bom pada pengusaha dan memerintah Joy untuk mencari kotak P3K. Sedangkan menteri di perintahkan kepada pilot untuk tenang karena semua sudah terkendali namun harus tetap segera untuk mendarat karena ada korban yang harus segera di tangani di rumah sakit. Menteri dan Joy menganggukan kepalannya.


Kriss berjalan mendatangi pengusaha dan mulai untuk memotong beberapa kabel untuk menghentikan bom. Saat bom sudah di hentikan, Kriss langsung mencopot rompi bom yang ada di pengusaha. Lalu mengangkatnya untuk dibawa ke bawah lantai dan Joy bisa melakukan operasi kecil untuk mengeluarkan peluru yang ada di bahu pengusaha itu.


Kriss menyerahkan itu kepada Joy dan membantunya dalam penanganan. Joy mulai melakukan operasi kecil dengan di mulai menyiramkan anastesi lalu mulai melakukan pembedahan dan mengambil peluru. Setelah peluru di angkat, Joy mulai menjahit luka dan menyelesaikan operasi kecil. Pengusaha juga masih sadar karena masih merasakan sakit yang harus di tahanan kan walaupun sudah menyiramkan anastesi. Anastesi yang dosis kecil.


Operasi berjalan lancar dan mereka akan melakukan pendataan. Kriss mengatakan kepada mereka berdua yang masih sadar dan mengetahui semua kejadian memerintahkan mereka untuk merahasiakan identitas mereka berdua. Pengusaha dan menteri mengerti dan mengiyakan semuannya.


Mereka yang mendarat dan semua berjalan sesuai dengan aturan. Para penumpang tidak mengetahui apa yang terjadi, tiba-tiba mereka di bangunkan dan di pindahkan ke pesawat yang lain. Pesawat di bereskan oleh polisi dan pramugari dan 2 pembajak yang masih hidup di bawa untuk di introgasi.


Setelah kejadian, Kriss dan Joy sampai di negara C untuk bertemu dengan sang kakak. Saat Joy memperkenalkan sang kakak yang berada di taman rumahnya, Kriss melihat sosok kakak Joy yang bernama Yamada Swastamita.


Kriss menyalami Yamada dan Yamada langsung mengatakan kepada Joy untuk istirahat dan membiarkan mereka berdua mengobrol. Joy yang menganggukan kepalannya pergi meninggalkan mereka berdua di taman.


"Seru sekali perbincangan kalian?" tanya Joy.


"Tentu saja, adik Abang sangat pandai mencari suami. Abang 100% menyetujuinya. Besok kita langsung ke kantor pernikahan untuk mengurus pernikahan kalian. Jangan menunda-nundanya lagi." Ucap Yamada.


Joy langsung terkejut dan bertanya kenapa seperti ini, Yamada langsung menjawab bahwa Kriss adalah orang yang di kenalnya bahkan keluarganya. Yamada juga mengatakan bahwa dirinya sudah memberitahu keluarga Kriss. Mereka akan hadir besok. Tidak perlu pesta besar karena itu permintaan Joy hanya perlu di hadirin oleh keluarga besar. Joy tidak dapat berkata-kata lagi dan mengiyakan saja.


"Apa yang kau bicarakan pada Abang ku sampai dia segitunya percaya dengan mu?" tanya Joy. Kriss hanya menjawab bahwa Jawaban sudah di beritahu oleh Yamada.


........


Hari pernikahan, yang datang hanya Yamada, Caca dan Jack. Kenzo dan Bella tidak dapat hadir karena ada kendala yang tidak bisa di tinggalkan mereka. Kriss dan Joy melakukan janji suci yang di hadiri keluarga inti dan sesuai dengan hukum negara. Mereka melangsungkan pernikahan dengan sederhana dan cukup tertutup.


"Akhirnya kau bisa menjadi istri ku juga." Jawab Kriss yang mencium Joy tepat di keningnya dan Joy mencium tangan Kriss.


"Aku harap kau bisa menjaga janji mu Kriss. Lindungi adik ku dan jangan buat dia menangis." Jawab Yamada merestui mereka setelah akad.


"Sayang, ingat pesan bunda dan Daddy. Lakukan yang terbaik." Jawab Caca setelah akad.


"Jadi lelaki melebih ku dan Abang mu. Mereka tidak datang bukan karena tidak sayang, namun ada beberapa hal yang memang tidak bisa di tinggalkan. Tapi jika kalian sudah menyetujui mengadakan pesta katakan saja, aku dan bunda yang akan menyiapkan." Ucap Jack kepada Kriss.


"Ingat menantu, jika Kriss melakukan hal buruk laporkan saja kepada kami berdua." Jawab Jack kepada Joy.


"Iya Daddy, bunda. Terima kasih sudah mengerti. Dan maaf jika awalnya ingin merahasiakan ini dengan kalian. Tapi tidak tahu ternyata Abang mengenal kalian berdua......." Joy malu ingin mengatakan kebenaran namun Caca memeluk dan mengatakan bahwa mereka sudah memahami apa yang di khawatirkan oleh Joy. Caca juga mengatakan bahwa mereka bedua tidak akan ikut campur dengan segala keputusan mereka berdua selagi mereka tidak ingin di bantu.


Dengan wajah yang berlinang air mata bahagia melihat keluarga Kriss yang begitu menyambut menerima dengan baik. Joy tersenyum melihat mereka dan memeluk Kriss. Mereka melakukan sesi pemotretan dan pergi dari kantor pernikahan untuk diner.