
Kriss mendengar seluruh cerita mereka dengan begitu cepat dan mudah setelah melakukan opening penyiksaan yang cepat menggunakan kedua pisau kecil yang menusuk pada kedua paha mereka. Kriss tersenyum dari balik topeng. Cucuran darah segar terus mengalir pada kedua paha mereka. Kriss merasa bahwa semua ini sudah cukup untuk mendapatkan informasi dari mereka berdua.
Kriss berjalan meninggalkan mereka dan keluar dari pintu interogasi. Pengawal yang sudah menunggu Kriss di depan langsung membantu Kriss melepas topeng Kriss. Kedua tangan Kriss di angkat dan pengawal melepaskan sarung tangan steril dari kedua tangan Kriss.
"Bagaimana dengan mereka berdua tuan muda?"
"Jahit luka mereka dan lepaskan mereka berdua. Tapi ingat untuk terus memantau mereka berdua. Untuk kali ini aku akan melepas mereka dan akan memancing ikan yang lebih besar jika mereka tidak tau diri. Jika melakukan kesalahan yang kedua kali, aku tidak akan pernah memaafkan." Jawab Kriss.
"Baik tuan muda, air hangat anda sudah kami siapkan. Silahkan."
Salah satu pengawal mengantar Kriss berjalan ke arah kamar Kriss yang tidak jauh di sana untuk membersihkan diri setelah melakukan interogasi. Kriss menutup pintu kamar dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari darah yang sudah mengenai pakaiannya.
Disisi lain, pengawal lain yang memiliki teknik kedokteran masuk ke dalam lalu melakukan hal terakhir dari interogasi. Pengawal itu membawa peralatan untuk menjahit luka yang berada di dalam koper. 3 pengawal yang masuk dengan 2 pengawal medis. Kedua pengawal medis membuka celana mereka dengan pertama-tama membuka tali yang mengikat kaki mereka di kursi.
"Jangan melakukan perlawanan atau kalian berdua tau akibatnya." Ucap pengawal yang melihat mereka saja.
Kedua pengawal medis menyiramkan alkohol pada kedua paha yang terluka dengan tusukan pisau. Tidak menyuntikkan obat bius dan langsung menjahit luka dengan satu kali tancapkan pisau sudah membuat mereka benar-benar sangat kesakitan. Mereka tidak tahan dengan sakit perih yang dirasakan.
Pengawal itu menerangkan kepada kedua pembunuh itu untuk diam sampai jahitan ketiga, setelah itu mereka akan diberikan suntikan anestesi. Meraka harus menahan kesakitan itu dan benar mereka di berikan suntikan lalu jahitan berikutnya tidak terlalu sakit. Masing-masing luka itu telah terjahit 7-8 jahitan.
Pengawal yang hanya melihat pengawal lainnya melakukan jahitan luka pada kedua pembunuh menerangkan kepada mereka untuk tidak melakukan hal yang sama sebagai nasehat. Mereka menjelaskan dengan singkat untuk tidak terlihat lagi dengan Joy. Jika itu berlanjut apalagi berencana membunuh, nyawa mereka bedua tidak akan selamat seperti saat ini.
Kedua pembunuh yang masih belum terima tentang apa yang dilakukan oleh orang-orang yang baru saja mereka kenal. Sampai mereka berdua melihat lambang di tas alat-alat medis. Mereka langsung mengira bahwa itu adalah lambang dunia bawah tanah yang paling di takuti siapapun di sebagian wilayah termasuk di negara F.
Kedua pembunuh memastikan bawah tembakkan mereka apakah benar atau salah dengan langsung bertanya. Dengan cepat mereka bertiga menganggukkan kepalanya dan langsung memberikan bukti lainnya dengan kalung rantai besi sebagai tanda keanggotaan mereka dengan Dragon Black. Kedua pembunuh langsung terdiam dan gemetaran. Kedua tangan mereka yang di borgol di lepas dan memakainya celana mereka sendiri. Lalu tidak lama mereka selesai memakai celana, pandangan mereka menjadi buram dan lama kelamaan mereka terjatuh ke lantai dan tertidur.
Di sisi lain, Kriss juga pergi meninggalkan paviliun untuk kembali ke rumah sakit.
"Carikan aku tempat yang tidak terlalu mewah dan juga tidak terlalu kumuh. Kalau bisa yang klasik tapi lingkungan yang aman. Dekat dengan rumah sakit dan dekat dengan Universitas Bright." Ucap Kriss kepada pengawal lalu pengawal menganggukkan kepalanya.
"Oh ya, pantauan keluarga Veronica. Jika dia berani macam-macam lagi kita harus membuat mereka sampai di titik nol tanpa harus membunuhnya." Ucap Kriss lagi di dalam mobil lalu menutup matanya dan tidur dalam perjalan ke rumah sakit F.
Kriss sampai di rumah sakit dengan membawa makanan yang sudah di sediakan oleh pengawal saat perjalanan tadi. Mereka menggunakan pergantian ke mobil taksi saat beberapa meter lagi sampai ke rumah sakit F. Kriss bangun dan membawa beberapa makanan yang sudah di belikan oleh pengawal.
Makanan yang cukup banyak padahal Kriss sudah melarangnya untuk membawa begitu banyaknya. Kriss hanya membawa 5 tas saja. 2 tas kotak berisi dua makanan untuk malam hari, 2 tas kotak berisi pakaian Joy dan pakaian dirinya. Satu kotak berisi minuman sehat seperti gingseng, jahe merah dan madu.
Berhenti di depan lobi depan rumah sakit F lalu masuk ke dalam dengan membawa 5 kotak yang sudah dipilih Kriss. Setelah itu pergi masuk ke dalam lift dan pergi untuk menemani Joy yang berada di dalam kamar pasien VIP itu.
Di tempat lain, kedua pembunuh yang tertidur di lantai jalanan di depan restoran di bangunkan oleh Ibu paruh baya yang menjaga restoran. Mereka berdua bangun setelah keduanya diberikan air dengan menggunakan selang air yang berada tepat di depan restoran..
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya sang ibu yang melihat keduanya sedang tidak baik-baik saja."
"Ibu tau siapa yang sudah kita singgung karena manjikan kotor mu itu?"
Dengan histeris ketakutan, mereka memberi tahu siapa yang telah mereka singgung. Keduanya menjelaskan bahwa mereka sudah menganggu golongan orang-orang yang tidak seharusnya di ganggu. Orang-orang yang lebih besar dari politik sang Eron ayah Veronica. Mereka sebagai pembunuh saja merasakan ketakutan yang luar biasa. Mereka di bantu berdiri masuk ke restoran dan bergegas untuk membereskan barang-barangnya untuk pindah dari tempat ini.
Mereka membawa sang ibu pergi lari dari negara F dan melepaskan tanggung jawab mereka sebagai orang-orang dari Eron dan Veronica. Mereka lebih sayang nyawa dan berniat untuk hidup yang di mulai dari hal baru. Mereka pergi ke pesisir pantai negara F untuk kembali pulang kampung dengan membawa beberapa uang yang sudah di terima mereka. Mereka masuk ke dalam mesin ATM dan menarik semua uang tunai dari saldo Atam. Pergi menggunakan taksi dan membawa semuanya untuk meninggalkan tempat agar tidak di temukan oleh Kriss lagi. Mereka benar-benar mendengarkan perkataan pengawal yang berikan nasehat untuknya mengikuti kata hati kemanapun kamu berada.