Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Pengambilan Darah Pada Pasien



Joy membawa scooter miliknya menuju ke rumah sakit F dengan membawa beberapa pakaian dan perlengkapan lainnya di dalam tas ransel. Joy memutuskan untuk mengerjakan pekerjaan laporan magang di rumah sakit F dengan menginap di asrama rumah sakit F.


Style fashion pakaian sederhana yang digunakan oleh Joy dengan Hoodie berwarna hitam, celana hitam, sepatu putih dan topi hitam serta tas berwarna hitam. Joy turun dari Scooter miliknya setelah masuk ke arena asrama rumah sakit F. Joy menggunakan nama pak Charlie sebagai tiket masuk ke dalam saat di tanya oleh satpam.


Tiba di depan gedung asrama, Joy menerima telepon dari Charlie untuk langsung masuk dan bertemu dengan ibu asrama yang menjaga khusus asrama wanita. Joy mendengarkan seluruh arahan Charlie dan langsung melaksanakannya.


Joy menemui seorang wanita paruh baya yang berusia sekitar 50 tahun. Ibu asrama mempersilahkan Joy untuk duduk di kursi tepat di depan mejanya. Menerangkan peraturan selama menginap di asrama. Ibu asrama juga sudah mengetahui siapa Joy dari Charlie. Setelah menerangkan peraturan, ibu asrama memberikan kunci kamar kepada Joy dan membawa Joy ke lantai 10. Ibu asrama mengatakan Joy sampai ke dalam kamar asrama.


"Tidak terlalu lebar, tapi cukup untuk 1 orang hidup di asrama ini dengan kayak. Semoga Nak Joy betah di sini." Jawab Ibu asrama itu lalu meninggalkan Joy sendiri di dalam kamar.


Satu buah tempat tidur berukuran 5 kali persegi, satu lemari pakaian dengan dua pintu, satu meja belajar dengan desain setengah lemari dengan atasnya rak buku yang menghadap ke arah jendela di samping balkon. Satu buah AC, satu buah TV, beberapa lampu dan kamar mandi serta ruang dapur kecil yang dekat dengan ke arah balkon asrama.


"Cukup puas dengan ruangan yang tidak terlalu sempit dan tidak terlalu lebar. Pas untuk ku yang menyukai lingkungan seperti ini. Pantas saja rumah sakit F ini bagus, semua fasilitasnya lumayan. Aku dengan juga semua ini dari sponsor perusahaan besar yang menjadi kunci utamanya." Jawab Joy dalam hati setelah mengamati beberapa saat ruang asrama yang akan di tempati olehnnya. Joy sudah berkeliling ke segala sudut melihat lingkungan tempat tinggalnya yang baru.


Tas ransel berwarna hitam yang masih di punggung Joy di lepaskan dan di letak di atas tempat tidur. Beberapa barang-barang perlengkapan Joy di letakkan di tempatnya masing-masing. Joy menyusun beberapa pakaiannya, beberapa buku, laptop dan lain-lainnya.


Joy pergi mengganti pakaian dan bergegas bersiap untuk masuk ke rumah sakit F seperti biasanya malam nanti. Joy mendapatkan shif malam hari ini seperti biasanya. Namun, Joy ingin datang lebih cepat untuk bertemu dengan Charlie dan mengucapkan terima kasih atas bantuannya.


Beberapa langkah berjalan ke gedung sebelah tepatnya rumah sakit F. Joy berjalan ke arah ruangan Charlie dan mengetukkan pintu. Saat Joy mengetuk pintu, Veronika melihatnya. Dengan ekspresi wajah yang tiba-tiba berubah menjadi kesal, Veronica memotret Joy lagi yang masuk ke dalam ruangan Charlie. Charlie mempersilahkan masuk dan Joy masuk kedalam lalu berbicara kepada Charlie.


"Tidak perlu berterima kasih, ini semua hanyalah pesanan dari seseorang." Jawab Charlie. Joy penasaran dengan seseorang itu, namun Charlie tidak ingin memberitahu. Charlie juga mengusir Joy untuk segera keluar karena dirinya sedang mendiagnosa penyakit pasiennya di komputer jika Joy sudah siap berbicara. Dengan perasaan yang masih penasaran Joy keluar dan pergi melanjutkan aktifitasnya dengan pergi ke ruangan mereka untuk segera bekerja.


Joy menerima dan membacanya. Untuk hari ini Joy akan pergi mengecek beberapa pasien yang baru saja masuk kemarin saat dirinya masih ada di dalam rumah sakit Karena setiap hari rumah sakit menjadi keluar masuknya pasien yang mengalami sakit. Para suster bergantian shif, begitu pula dengan para dokter yang ada. Joy langsung menjalankan tugasnya.


Joy masuk ke dalam kamar pasien satu persatu. Malam ini ada 10 kamar pasien yang harus di periksa keadaannya. Joy dengan lemah lembut bertanya tentang keluhan pasien dan suster yang menemani mencatat semuannya dan memberikan hasil sebelum dan saat ini tentang keadaan pasien. Mereka semua dengan lancar dan juga dengan santai mengikuti intrusi Joy. Tidak ada yang sulit dan juga hal yang harus di perhatikan lebih karena semuannya normal sejak tadi Joy berpindah-pindah dari kamar satu ke kamar pasien lainnya.


Tiba di kamar pasien terakhir tiba-tiba suster berhenti melangkahkan kakinya. Joy menoleh ke belakang dan bertanya. Suster menjawab dengan sangat khawatir.


"Ada apa?" tanya Joy.


Suster menjelaskan bahwa pasien di dalam adalah seorang wanita berusia 40 tahun. Wajah yang masih cantik dan juga merupakan seorang pengusaha skincare yang cukup terkenal. Pasien yang tidak sembarangan ini sedang di rawat di rumah sakit F untuk mengecek tentang penyakitnya. Kemarin saat wanita ini masuk ke UGD semuannya normal dengan ditangani sesuai prosedur. Tapi saat siuman perempuan ini dengan keadaan sadar harus menjalani beberapa tahapan pemeriksaan. Salah satu pemeriksaan darah. Joy mengerti situasinya dan langsung masuk ke dalam. Suster mengikuti dengan terburu-buru karena belum siap bercerita.


Joy masuk dengan wajah tersenyum ramah dan memanggil nama pasien wanita ini dengan lembut dan senyuman manis. Tidak mendapatkan balasan yang baik, Joy dijawab dengan ekspresi wajah kesal wanita itu yang menganggap Joy akan menusuk tangannya lagi dengan jarum. Perempuan itu takut tangannya di suntik dengan jarum untuk mengambil darah.


"Kau akan mengambil darah ku lagi dengan banyak menusuk tangan ku?" bentaknya dengan wajah kesal.


"Tenang saja Bu, aku pastikan tidak akan menyakitkan mengambilnya dengan baik. Aku akan melakukanya dengan sekali coba." Jawab Joy dengan tersenyum dan meminta izin kepada sang pasien.


Pasien mempercayai apa yang dikatakan oleh Joy sementara sang suster sedang berusaha untuk menghentikan Joy dengan mengatakan bahwa pasien kemarin telah melakukan beberapa kali tusuk dan membuatnya marah besar dan mengamuk. Joy hanya tersenyum dan menyuruh suster jangan khawatir.


Pasien memberikan tangannya kepada Joy. Joy dengan meraba kulit tangan pasien mencari arteri radialis. Arteri radialis sangat tipis dan dalam pengambilan darah jarum harus sesuai dengan posisi yang pas saat pengambilan darah. Jika jarum miring sedikit saja tidak sesuai dengan peraturan akan mengakibatkan sakit pada pasien dan pengambilan darah akan gagal.