Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Kriss Sudah Tidak Ilang Ingatan



Joy tetap masih diam tanpa menjawab ucapan Kriss. Kriss juga diam melihat Joy yang sedang menikmati pemandangan di luar jendela. Tanpa bercerita, mereka saling diam dan waiters datang membawa makanan. Mereka makan bersama dan Joy terlihat tidak bernafsu makan. Joy hanya mengambil 4 sendok bubur ayam saja.


"Aku dengar dari dokter Charlie bahwa kamu akan pindah ke asrama rumah sakit tapi kau menolaknya? Kenapa?" tanya Kriss yang ingin berbicara.


Joy terdiam beberapa saat, mengambil air minum mineral di depannya dan menoleh ke arah Kriss dengan serius.Joy memulai pembicaraan dirinya yang di tawari oleh dokter Charlie tinggal di asrama rumah sakit F. Joy mengatakan alasannya untuk tidak ke sana karena waktu magang di sana hanya tinggal seminggu saja. Tidak ingin merepotkan orang-orang.


Kriss bertanya lagi, dia akan tinggal kemana, belum sempat Kriss ingin menawarkan bantuan, Joy langsung mengatakan hal yang membuat Kriss terdiam tanpa berkata untuk beberapa saat. Kriss benar-benar tidak berfikir bahwa Joy mengatakan hal itu.


"Bisakah kau tinggalkan aku sendiri mulai sekarang?" tanya Joy tiba-tiba dengan wajah serius menatap Kriss. Kriss meletakkan sendok makannya dan melihat Joy dengan serius lalu bertanya alasannya.


Joy menjelaskan bahwa dari semua yang di alaminya saat ini, dia butuh waktu untuk sendiri. Untuk menenangkannya dirinya. Joy meminta maaf kepada Kris jika dirinya tidak bertanggung jawab atas semua yang dilakukan Kriss untuk Joy. Joy diam menatap Kriss yang dengan serius mendengarkannya.


"Jika itu keinginan mu akan ku lakukan, lagi pula aku sudah sembuh. Sudah waktunya aku pergi dan kembali. Tadinya aku ingin tetap berada di dekat mu sampai kau benar-benar tenang. Tapi jika ini sudah menjadi keputusan mu, akan aku lakukan, tapi sebelum itu aku ingin kau mengingat tentang janji mu untuk menerima 1 permintaan ku." Jawab Kriss dengan wajah dingin.


Joy terdiam melihat Kriss dengan wajah yang tidak pernah dilihatnya sebelumnya. Ekspresi wajah Kriss yang terbiasa terlihat ceria, polos dan baik. Saat ini terlihat kejam, dingin dan aura yang menakutkan terasa. Joy meletakkan kedua sumpitnya dan melipat kedua tanya diatas meja dengan saling menggenggam telapak tangan Joy dan wajah serius ke arah Kriss.


"Persiapkan diri mu untuk memenuhi permintaan ku." Jawab Kriss ya g berdiri meninggalkan Joy yang masih berada di restoran itu.


Joy yang melihat Kriss berjalan akan pergi meninggalkannya, Joy langsung berdiri tanpa kemauannya. Tubuh Joy bergerak sendiri dan berlari memeluk Kriss yang akan meninggalkannya. Kriss yang di peluk oleh Joy dari belakang tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah belakang.


"Jangan lihat, biarkan aku beberapa saat seperti ini." Jawab Joy memohon kepada Kriss dengan air mata yang jatuh dan membasahi kemeja putih yang di pakai oleh Kriss saat ini.


Joy sedang mengucapkan bahwa dirinya akan kembali ke asrama kampus setelah semua hal di rumah sakit F selesai. Untuk sementara ini Joy akan tinggal di asrama rumah sakit. Joy tidak bertanya siapa sebenarnya Kriss. Dia hanya menangis dengan alasan bahwa sangat bersyukur mendengar Kriss yang sudah pulih dari ingatan. Joy benar-benar mengucapkan terima kasih dan maaf kepada Kriss telah mengusirnya untuk saat ini. Joy berjanji akan memenuhi permintaan Kriss saat dirinya sudah pulih.


Dengan tangisan yang pecah di restoran yang saat itu memang hanya mereka berdua yang menjadi pelanggan.Joy masih memeluk Kriss dengan kedua tangannya sampai semua yang ingin di sampaikan olehnnya tersampaikan. Kriss ingin sekali untuk berbalik badan namun ia tak ingin membantah perintah Joy yang tetap diam tanpa berbalik arah.


"Jaga dirimu baik-baik. Aku akan kembali menagih janji permintaan dari mu nanti." Jawab Kriss dengan melepaskan kedua tangan Joy dengan kedua tangannya dan melanjutkan perjalanan ke luar restoran.


Joy berdiam melihat perlahan-lahan Kriss yang menghilang dari pandangannya. Dengan wajah yang sedih setelah Kriss pergi meninggalkan Joy. Joy pergi membawa brankas miliknya dan akan membayar makanan tapi ternyata sudah di bayar oleh Kriss.


Joy langsung keluar dan mencari taksi untuk pergi ke asrama kampus meletakkan brankas miliknya ke asrama kampus. Setelah itu ia berjalan-jalan tanpa tujuan di sekitar universitas dengan fikiran yang kosong dan juga pemandangan yang lesu jika di lihat.


Disisi lain, ternyata Kriss melihat semua yang dilakukan oleh Joy dengan mengikuti Joy sejak dari restoran hingga ke asrama kampus. Kriss terdiam dan mengikuti Joy terus sampai Joy duduk di rerumputan di bawah pohon di belakang kampus. Joy sedang melihat ponselnya dan terus memandangi album foto hingga dirinya menampar kedua pipinya.


"Sadarlah Joy dengan tujuan mu, kau harus menemukan dia. Jangan membuat diri mu terjebak pada perasaan." Ucap Joy setelah menampar kedua pipinya dengan kedua tangan.


"Kriss, kau menyebalkan. Kau benar-benar membuat ku kacau. Kau Gilak." Ucap Joy yang berteriak membuat Kriss tertawa di balik pohon sebelah pohon Joy duduk.


"Tenang Joy tenang, kau mendengarnya sendiri bahwa Kriss sudah ingat dengan hidupnya. Dengan begitu kau tidak merasa bersalah lagi. Dengan begitu kau sudah bisa melanjutkan aktifitas mu. Dengan begitu kau tidak perlu khawatir lagi dengan keadaan Kriss. Kau harus ingat itu Joy." Ucap Joy lagi untuk menenangkan dirinya.


Di tempat lain, Veronica ingin sekali mendapatkan informasi penting apa lagi dari kedua pembunuh yang sudah melakukan aksi rencananya. Tapi tidak dapat di hubungi sama sekali, padahal dirinya harus pulang dari rumah sakit. Biasanya Veronica di kawal oleh mereka berdua dengan menggunakan mobilnya sendiri pergi ke rumah sakit F dari rumah


Menunggu satu jam di ruangan dokter miliknya namun tidak dapat menghubungi kedua pengawalnya. Karena tidak suka menunggu, Veronica berinisiatif sendiri untuk pulang dengan menyetir mobilnya hingga sampai rumah. Sampai dirumah, Veronica langsung pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya dan memanggil pembantu untuk membereskan kamarnya lagi.


Saat itu, Veronika pertanyaan tentang membantu wanita paruh baya yang biasa mengurusnya tidak ada di rumahnya. Ternyata ibu itu sudah mengundurkan diri tapi Veronica tidak mengetahuinya.


"Dimana mereka yang tiba-tiba hilang begitu aja. Dengan panik memikirkan hal-hal aneh, Veronica langsung memakai pakaiannya dan berdandan rapi pergi meninggalkan rumahnya dan pergi ke tempat kediaman dua lelaki pembunuh dan juga ibu rumah tangga. Senin 20.00 Wib malam.