Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Pencabutan hukuman Atas Permintaan Pasien



Kriss sampai di apartemen dan membuka pintu apartemen dengan pasword yang sudah di beritahu oleh Joy. Kriss yang masuk ke dalam apartemen dan melihat bahwa pintu kamar Joy sudah tertutup. Kriss mengirimkan pesan kepada Joy dan tidak mendapatkan balasan. Joy benar-benar sudah tertidur dengan pulas. Kriss juga masuk ke dalam kamar dan menyembunyikan ponsel asli miliknya serta meletakkan tas ransel miliknya di dalam lemari. Setelah membersihkan diri, Kriss istirahat karena sudah menunjukkan malam hari.


Beberapa jam sebelum di malam hari di rumah sakit F. Pasien wanita itu sudah sadar dan di periksa oleh Charlie tentang kondisinya setelah bangun. Wanita itu mengikuti apa yang diperintahkan Charlie saat dalam pemeriksaan.


"Dimana dokter wanita yang menyelamatkan ku itu Dok?" tanya pasien wanita yang dimaksud adalah Joy.


Charlie menjelaskan bahwa Joy sedang dalam masa libur selama 3 hari. Dan pasien wanita itu mengerti bahwa saat ia sedang tidak sadarkan diri para suster membicarakan Joy sehingga ia mengetahui bahwa sebenarnya Joy sedang mendapat hukuman dari Charlie. Pasien wanita itu juga meminta sebuah permintaan kepada Charlie untuk tidak terlalu lama memperpanjang hukuman Joy. Semua ini dilakukan untuk menolong nyawanya yang sedang terancam. Karena permintaan dari pasien wanita itu, Charlie mengiyakan apa yang diminta olehnnya.


Charlie mengirimkan pesan kepada Joy untuk mencabut masa hukuman yang diberikan olehnnya. Setelah mengirimkan pesan itu, Charlie memperlihatkan pesan yang dikirim olehnya untuk Joy kepada pasien wanita itu sehingga membuat pasien wanita itu tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada Charlie.


Setelah Charlie mengabulkan permintaan dari pasien wanita itu, ia menjelaskan situasi bahwa seorang polisi akan datang berkunjung setelah mendapatkan kabar bahwa pasien wanita itu telah sadar. Pasien wanita menganggukkan kepalanya. Charlie sudah selesai memeriksa dan mempersilahkan dua polisi masuk ke dalam ruangan.


Kedua polisi itu menjalankan tugasnya untuk bertanya tentang kejadian yang terjadi pada malam itu. Pasien wanita menjelaskan kepada polisi kronologi dirinya yang telah di tusuk menggunakan botol kaca. Polisi itu mencatat semua pernyataan yang diberikan olehnya. Polisi itu juga mencocokan dengan pernyataan pelaku penusukan botol kaca dengan pernyataan yang diberikan oleh korban itu sama. Polisi dengan cepat mengintrogasi pasien wanita dan berpamitan kepada dokter.


Dan ternyata orang yang menusuk wanita itu adalah teman kerjanya sendiri. Karena sebuah proyek yang diberikan oleh direktur kepada setiap tim manajer itu berbeda dan juga sesuai dengan nilai keunggulan setiap tim, lelaki itu tidak terima dengan keputusan yang diberikan oleh direktur perusahaan sehingga menusuk direktur itu. Padahal lelaki itu adalah ketua tim manajer 3 di perusahan itu yang telah di pecat sebulan yang lalu karena ketauan dengan penggelapan dana perusahaan dalam melakukan proyek.


Polisi juga telah memberikan jawaban dari hasil kasus yang terjadi ini untuk di bawa ke hukum dengan tindak pidana bersalah kepada pelaku yang telah melakukan percobaan pembunuhan. Dan polisi memastikan bahwa bukti dari pernyataan yang diberikan korban akan menjadi bukti yang kuat saat di serahkan kepada pengacara dan hakim.


Pukul 06.30 Wib, Joy masih belum bangun dan suara ketukan pintu kamar yang membangunkan Joy. Kriss sudah menyiapkan sarapan pagi dengan omlet keju sosis dan buah-buahan. Joy hanya menjawab untuk menunggu, Joy langsung pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan menggosok gigi.


Joy baru membaca pesan dari Charlie dan membuatnya terburu-buru untuk bersiap pergi ke rumah sakit. Dengan waktu yang singkat, Joy sampai ke rumah sakit F pukul 07.20 Wib. Veronica dan para suster yang lain terkejut dengan kedatangan Joy yang sudah di rumah sakit. Mereka sangat heran karena Joy datang ke rumah sakit padahal masa hukuman belum berakhir. Dan salah satu suster yang mengetahui alasan Joy datang menyambut Joy dengan begitu ceria.


Suster itu menjelaskan kepada Joy kenapa masa hukumannya di batalkan. Suster itu menjelaskan di hadapan banyak orang dns terdengar oleh Veronica dan lainnya. Suster itu menjelaskan bahwa pasien wanita yang meminta pencabutan hukuman kepada Joy. Pasien juga berpesan untuk memberitahu kepada Joy untuk menemuinya. Namun sebelum itu, Joy di minta untuk menghadap Charlie terlebih dulu.


Joy menemui Charlie yang berada di ruangan dan Charlie menjelaskan situasi yang sama tentang alasan pencabutan hukuman Joy yang disingkat dan hari ini sudah bisa masuk kembali. Joy hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada Charlie dan pergi meninggalkan ruangan Charlie lalu bergegas ke kamar pasien wanita yang di selamatkan olehnnya.


"Dokter Joy, senang bertemu dengan mu sekarang. Padahal aku ingin saat mata terbuka yang pertama kali aku lihat adalah sosok mu." Jawab pasien wanita itu.


Joy mengucapkan terima kasih kepada pasien wanita tengang apa yang diberikan oleh pasien wanita. Ini bukan hanya sebuah pencabutan hukuman namun memberikan dampak luas atas tanggung jawab yang diberikan oleh seorang dokter kepada pasiennya. Pasien wanita tertawa kecil dan mengatakan bahwa dirinyalah yang harus berterima kasih kepada Joy yang telah berani menyelamatkan nyawanya. Jika saja saat itu Joy tidak memiliki keberanian untuk melakukan operasi kecil mencabut botol kaca mungkin pasien akan mati karena kehabisan darah.


Mereka tertawa karena saling mengucapkan terima kasih. Lalu mereka melupakan apa yang mereka katakan untuk sama-sama menerima permintaan maaf. Joy langsung memberikan pengecekan terhadap tubuh pasien wanita yang ada di depannya. Pasien wanita itu menceritakan apa yang terjadi kepadanya.


Joy yang mendengarkan pernyataan dari cerita yang diberikan oleh Pasien membuatnya sangat kasihan namun pasien wanita hanya tertawa dan mengatakan bahwa semua ini mungkin adalah sebuah introspeksi diri untuk menjadi seorang pemimpin yang lebih mengerti apa yang dirasakan oleh bawahannya. Joy juga memberikan simpati dan empati kepada pasien wanita.


Joy juga memberikan dukungan kepada pasien wanita karena dirinya terlihat sangat tangguh dan tenang dalam menghadapi permasalahan ini. Joy juga memberikan saran kepada pasien wanita untuk tidak terlalu aktif ke sana kemari. Pasien wanita harus lebih banyak beristirahat.


Di sisi lain, Veronica yang mendengarkan hal-hal baik yang dilakukan oleh Joy membuatnya semakin tidak nyaman dan juga melihat Joy yang menjadi pusat perhatian terus menerus. Veronica sedang merencanakan sesuatu untuk menjebak Joy. Rencana licik yang akan membuat Joy tidak di sukai.