Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Kriss Membawa Joy Ke Rumah Sakit



"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Kriss yang sedang mengehentikan jalannya menuju arah pulang. Kriss menjadi sangat khawatir sehingga membuatnya berlari dan Kriss yang terus memanggil nama Joy. Berhenti di depan gedung apartemen dan melihat apartemen milik Joy yang sudah berasap hitam.


Disaat Kriss sampai, pemadam kebakaran juga datang. Kriss yang melihat banyak orang sudah berada di keluar, di depan apartemen sedang berkumpul melihat peristiwa kebakaran yang terjadi di apartemen Joy. Mata Kriss melirik ke arah apartemen yang terbakar dan melihat bahwa itu adalah apartemen milik Joy.


Kriss melihat seseorang yang sedang membawa jaket di tangannya, Kriss mengambil jaket itu dan berlari ke arah tangga darurat dan terus berlari menaiki tangga ke arah apartemen Joy. Banyak orang yang berteriak kepada Kriss kenapa harus masuk ke dalam gedung apartemen.


Sang pemilik jaket juga terkejut saat Kriss berlari merebut jaket dari tangannya . Kriss berlari menaiki anak tangga hingga ke lantai apartemen Joy berada. Kriss mendobrak pintu apartemen Joy dengan kedua kakinya. Kriss melihat kobaran api yang sudah berada di dalam apartemen Joy. Kriss melihat botol minum air mineral 5 liter yang berada di luar langsung di ambil Kriss dan dibuka untuk membasahi semua tubuhnya dengan menggunakan air itu. Setelah melakukan semua itu Kriss masuk ke dalam dan memanggil Joy.


Kriss mencari keberadaan Joy dengan memanggil dan melewati satu persatu api yang menyala. Kriss langsung ke arah kamar Joy dan mendobraknya lagi menggunakan kaki. Sementara Joy sudah hampir kehabisan oksigen untuk berada di dalam kamarnya. Kriss yang sedang berjalan ke arah Joy yang sudah di kelilingi oleh api. Melewati beberapa kali reruntuhan api yang terjatuh.


Kamar Joy benar-benar hangus terbakar oleh api yang di mulai dari tempat tidurnya. Joy dengan lemas memanggil Kriss dengan pelan. Kriss langsung mengecek semua kondisi Joy yang berada di sudut ruangan dengan begitu tidak berdaya.


Wajah Joy yang habis menangis dan napas yang sangat tidak teratur. Kriss menyelimuti tubuh Joy dengan jaket yang sudah di basahi olehnya dan langsung mengangkat tubuh Joy dengan kedua tangannya. Berjalan keluar dari apartemen dengan menghindari beberapa kobaran api. Kobaran api mulai menyusut saat pemadam kebakaran mulai bekerja menyemprot air yang berada di luar jendela kamar Joy


"Aku akan membawamu." Kriss benar-benar khawatir dengan keadaan Joy yang begitu lemas tidak berdaya dan seperti susah untuk bernapas.


Joy yang sudah di gendong oleh Kriss dengan menggunakan kedua tangannya melingkarkan ke leher Kriss dan mengatakan bahwa dirinya harus selamat dan selalu memanggil nama Jessi. Kriss yang melihat Joy mengigau dalam pelukannya terus melewati api demi api yang mengelilingi mereka. Akhirnya mereka keluar dengan pemadam kebakaran sudah berada di depan pintu apartemen Joy. Mereka membantu Kriss mengeluarkan Joy dengan memadamkan api.


Api tidak begitu menyala ke arah apartemen lainnya. Hanya apartemen Joy saja yang kebakaran. Pemadam kebakaran juga membantu memanggilkan ambulance. Kriss dengan bersusah payah menggendong Joy menuruni tangga hingga ke bawah dan meletakkan tubuh Joy di atas tempat tidur roda pada ambulance. Tim ambulance langsung memberikan bantuan oksigen kepada Joy dan mengecek keadaannya. Kriss yang ikut masuk ke dalam mobil dan membawa Joy kerumah sakit.


Disisi lain, dua orang yang mengunakan jubah hitam yang berada di dekat jalan raya melihat Joy yang di bawa menggunakan ambulance. Mereka mengikuti Ambulance yang membawa Joy ke rumah sakit. Di perjalan, Kriss yang khawatir melihat keadaan Joy yang masih di periksa tim medis ambulance, Kriss melihat dari jendela kaca Ambulance yang berada di belakang bawah ada seperti motor yang dilihatnya sejak di apartemen mengikuti mereka.Kriss belum mau memikirkan hal buruk dan fokus kepada keadaan Joy.


Kriss melihat ambulance berhenti bertanya pada supir apa yang terjadi. Supir mengatakan bahwa banyak kendaraan berhenti dan tidak jalan. Kemungkin adalah adanya lampu merah di depan. Kriss yang melihat Joy masih susah bernapas bertanya kepada tim medis tentang berapa lama oksigen yang ada bisa membantu Joy bernapas. Mereka mengatakan hanya beberapa menit paling lama adalah setengah jam.


Kriss langsung berfikir untuk waktu yang dibutuhkan ke rumah sakit mungkin lebih dari satu jam jika keadaan tetap seperti itu. Kriss langsung mengaktifkan panggilan pada jam tangannya. Kriss memberikan perintah kepada bawahannya. Beberapa pengawal yang di perintahkan oleh Kenzo untuk mencari keberadaan Kriss tersebar di negara ini.


Kriss langsung menghubungi ketua pengawal itu untuk memberikan perintah membuat jalan untuk Ambulance mereka berjalan tanpa kepadatan. Kriss memberikan alamat jalan kepada bawahannya dengan nada perintah yang tegas dan harus segera. Ketua pengawal yang sedang makan ramen langsung mengehentikan makannya saat mendapatkan panggilan dari Kriss.


Mendapatkan perintah itu, pengawal langsung memerintahkan bawahannya yang saya ini ada di depannya sedang berkumpul. Meraka semua menghubungi bawahan lainnya yang berada di dekat lokasi jalan dari posisi Kriss berada hingga ke rumah sakit F. Mereka memerintahkan untuk membuka jalan agar tuan muda mereka sampai di rumah sakit F dengan waktu 20 menit.


Anggota-anggota yang dapat perintah dari Kriss langsung berjalan semua ke arah jalan raya termasuk di posisi Kriss berada. Ketua pengawal juga memerintahkan anggota kepolisian lalu lintas untuk memberikan jalan kepada Kriss secepatnya. Dengan bergegas anggota kepolisian menjalankan tugas.


Bawahan-bawahan Kriss dengan tampilan memakai berbagai pakaian yang sedang menyamar menjadi pegawai toko, supir dan lainnya turun dan mengetuk pintu mobil-mobil yang sedang berhenti untuk memberikan jalan kepada ambulance yang akan lewat. Mobil-mobil itu mengikuti perintah dengan mengambil ke arah pinggir dan memberikan ruang di tengah-tengah jalan untuk Ambulance lewat.


Keadaan yang terlihat seperti sedang demo memerintahkan para mobil untuk menggeser ke pinggir dan memberikan ruang ke tengah jalan. Bawahan-bawahan itu melaksanakan perintah dengan baik. Kriss memerintahkan supir untuk segera berjalan karena mereka sudah di berikan jalan untuk berjalan.


Bawahan-bawahan itu membungkukkan kepalanya saat mobil ambulance melewati mereka. Mereka juga memberikan ucapan terima kasih kepada para pengendara yang sudah memberikan jalan ambulance lewat. Bahkan mereka memberikan dua lembar uang kepada pengendara sebagai permintaan maaf telah mengganggu waktu mereka.


Supir dan tim medis benar-benar heran, siapa sebenarnya Kriss yang mampu memberikan keajaiban secepat kilat untuk membuat para pengendara minggir. Bahkan dalam perjalan melawati lampu merah pertama mereka sudah di kawal dengan mobil patroli polisi untuk mengantarkan mereka ke arah rumah sakit.