Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Kedatangan Ron Ke Apartemen Sandreas



Penjaga keamanan yang melepaskan kedua tangan Kriss dan Baron. Edon dengan perintah untuk melepaskan mereka. Mereka berdiri di depan restoran untuk tidak menggangu pelanggan yang sedang menikmati makan siang. Tangan Kriss di pegang oleh dirinya sendiri karena merasa tidak nyaman. Kriss ingin segera pergi membersihkan tangannya tapi menahan untuk sabar.


"Lain kali kau jangan sembarangan membawa orang lain ke tempat-tempat umum di apartemen Sandreas ini. Kau kira ini milik keluarga mu?" tanya Edon dengan nada tinggal memarahi Baron.


Dengan wajah yang tunduk dan terdiam Baron hanya mengiyakan saja apa yang dikatakan oleh Edon. Saat Edon masih banyak berbicara memarahi mereka. Tiba-tiba gerombolan pengawal-pengawal Kriss datang. Ron dan pengawal lainnya datang ke tempat mereka berdiri di depan restoran.


Saat Ron turun dari mobil dan di beritahu oleh supir bawah ia melihat tuan Kriss sedang di marah-marahi oleh Edon. Dengan segera mereka keluar dari mobil dan cepat-cepat sampai di depan restoran. Edon terdiam melihat kedatangan Ron yang tiba-tiba.


Ron menatap Kriss dengan tajam untuk mengisyaratkan apakah Ron boleh bertindak. Tapi Kriss menggelengkan kepalanya untuk memberikan perintah tidak mengatakan apa-apa. Merahasiakan dirinya sendiri dari orang-orang ini. Kriss tidak ingin membuat dirinya tampil di depan publik. Ron mengiyakan apa yang diperintahkan oleh Kriss.


"Tuan Ronald?" panggil Edon yang menoleh ke arah belakang saat melihat Ron dan rombongan datang. Ron hanya tersenyum dan bertanya apa yang sedang dilakukan oleh Edon. Edon menjelaskan bahwa Baron telah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan etika. Edon sedang memberikan pembelajaran kepada Baron.


"Tidak perlu memperpanjang hal yang seperti itu. Jika mereka memiliki uang atau tiket restoran. Tidak ada yang melarang mereka untuk pergi kesana. Restoran itu di dirikan untuk memberikan makan kepada orang-orang yang ingin menikmati makanan. Tidak ada yang salah." Jawab Ron menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Baron tidak salah. Edon terdiam dan menjelaskan alasan dirinya bertindak seperti itu.


"Sudah jangan di bahas lagi. Siapkan tempat untuk kita mengadakan rapat." Ucap Ron dengan Tegas. Edon yang langsung bergegas mempersilahkan Ron berjalan ke arah ruangannya. Ron meninggalkan Kriss dan Baron di sana. Edon dengan cepat menelpon sekertaris untuk mempersiapkan rapat dadakan.


Edon tidak dapat mempercepat kegiatan rapat sehingga meminta Ron untuk sabar menunggu mempersiapkan semuannya. Beberapa manajer yang lain sedang menjalankan tugasnya. Padahal, para manajer yang bekerjasama dengan Edon baru saja berkumpul di ruangannya tadi.


"Tuan tadi mengatakan tidak jadi untuk datang kemari. Tapi kenapa sekarang datang? Kita akan merapatkan apa?" tanya Edon yang gugup bertanya saat hampir sampai di depan ruangannya. Ron hanya melirik wajah Edon dengan tatapan dingin. Edon menundukkan kepalannya dan berjalan lebih dulu didepan Ron lalu membuka pintu ruangannya.


Edon mempersilahkan Ron untuk masuk ke dalam ruangannya dan memerintahkan sekertarisnya membawakan minuman untuk Ron. Di sisi lain, ada pengawal yang diperintahkan Ron untuk pergi bertemu dengan Kriss.


Kriss yang meminta maaf kepada Baron karena telah membuatnya di marahi atasan. Baron hanya tersenyum dan mengatakan bahwa itu adalah hal biasa. Baron tidak mempermasalahkan hal itu. Baron malah membujuk Kriss untuk tetap tegar di segala situasi saat bekerja. Selagi tidak melakukan kesalahan yang membahayakan atau merugikan orang lain jangan pernah takut. Dan jika melakukan kesalahan maka meminta maaflah dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya kembali.


Kriss menganggukan kepala nya setelah mendengarkan nasehat-nasehat yang telah diberikan oleh Baron. Mereka juga berpisah disana setelah Baron memberitahu Kriss untuk pergi ke ruangan keuangan untuk mendapatkan upah pekerjaan yang telah dilakukan olehnnya. Kriss mengucapkan terima kasih kepada Baron saat berpisah.


Seorang pengawal itu berjalan mengikuti Kriss yang keluar setelah menerima upah. Kriss langsung pergi ke lantai atas untuk berganti pakaian. Kriss masuk ke dalam lift khusus pegawai.


"Masuk." Ucap Kriss kepada pengawal itu.


"Tuan muda, aku diperintahkan oleh bos Ron untuk melindungi Anda."


Kriss tersenyum dan mengatakan bahwa dirinya tidak perlu untuk melakukan itu. Tapi Kriss memerintahkan dirinya untuk ikut bersama Kriss ke lantai atas. Ada hal yang harus diberikan olehnya. Saat di lantai atas, pengawal itu diberikan sebuah flashdisk. Kriss memerintahkan untuk Ron membuka flasdisk itu. Pengawal langsung mengiyakan dan meninggalkan Kriss di lantai atas.


Pengawal yang sudah memegang sebuah flasdisk langsung berjalan ke tempat Rok berada. Masuk ke dalam ruangan Edon setelah mengetuk dan berjalan ke posisi Ron duduk. Pengawal itu membisikan perintah Kriss yang harus di sampaikan kepada Ron. Ron mendengarkan dengan baik lalu menerima flashdisk itu.


"Bisa aku meminjam komputer mu? Ada data yang harus aku buka dan lihat." Jawab Ron meminta kepada Edon. Edon mempersilahkan Ron untuk memakai komputer miliknya. Saat flasdisk yang ditancapkan ke USB komputer, semua datang masuk ke dalam tablet Kriss. Kriss mulai mencari dan menggunakan data recovery pada komputer mencari sesuatu yang bisa membuktikan semua kejahatan orang-orang yang telah menindas orang-orang lemah.


"Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Edon yang berjalan ke arah Ronald. Ronald menjawab dengan kesiapan rapat yang dimintanya. Ron menghentikan langkahnya untuk berhenti dan langsung mengambil ponselnya. Ron sibuk dengan menelpon beberapa Manajer dan orang-orang yang berkaitan dengan apartemen Sandreas.


Ron melihat waktu untuk mencabut flasdisk yang ada di komputer selama 5 menit. Kriss sudah mengambil semua data yang ada di dalam komputer. Ron berdiri dan selesai menggunakan komputer Edon. Edon yang masih sibuk untuk menelpon sana sini membuat Ron kembali ke tempat duduknya.


Pengawal itu kembali membisikkan Ron. Ron meminta tabletnya dan headset bluetooth miliknya. Membuka file yang diberikan oleh Kriss dan mulai menganalisa. Kriss juga menyantumkan beberapa video yang di dapatkannya hari ini sebagai bukti untuk membuat keputusan hari ini.


"Pantas saja sebagai raja iblis perusahaan. Dia memang seperti itu sesuai dengan pamornya." Jawab Ron dalam hati yang sedang mengatakan sebutan untuk Kriss.


Kenzo telah memberitahukan tentang ciri khas Kriss saat menjalankan tugasnya. Secara tidak langsung Kriss akan membantu mengumpulkan bukti lalu menyerahkan sisanya kepada fatner bisnis yang mengelola tanpa harus menampilkan wajah nya di hadapan banyak orang. Kriss berbeda dengan Kenzo dan Bella yang terbiasa dengan kamera dan juga penampilan di hadapan banyak orang. Kriss lebih suka kenyamanan dan ketenangan tanpa orang lain tau siapa identitas asli dirinya. Sebutan raja iblis sudah di sandang Kriss sejak ia kecil hingga sekarang. Hanya beberapa orang kepercayaan yang mengetahui kebenaran tentang jati dirinya.