
Joy masuk ke dalam kamar asrama dengan wajah yang berseri bahagia yang tampil pada bibirnya yang tersenyum dan matanya yang berbinar indah. Joy berjalan dengan manja ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri sambil memikirkan apa yang telah diputuskan olehnya dalam mengambil sebuah keputusan.
Setelah Joy selesai mandi dan membersihkan diri. Joy ingin memesan makanan melalui pesanan online. Namun tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari asrama. Ibu asrama yang sedang di luar mengetuk pintu Joy dengan membawa makanan di tangan kanan. Joy membuka pintu itu dan melihat ibu asrama yang berada di depannya.
Wajah ibu asrama yang tersenyum sambil mengatakan bahwa dirinya membawakan sebuah pesanan yang di berikan kalau lelaki tampan untuk Joy. Joy bertanya kepada Ibu asrama siapa laki-laki yang dimaksud olehnya. Ibu asrama menjawab dengan nada yang bahagia mengatakan bahwa dari calon suami Joy.
Joy terkejut dan terdiam selalu mengatakan terima kasih kepada Ibu asrama. Ibu asrama yang ingin mengetahui lebih banyak namun Joy mengatakan bahwa dirinya sudah lapar lalu kabur menutup pintu untuk menghindari introgasi yang dilontarkan oleh ibu asrama dalam bergosip.
Joy yang menutup pintu dengan membawa makanan yang sudah ada di tangannya sambil mengintip dari lubang pintu yang dapat melihat orang di luar. Joy melihat ibu asrama yang pernah meninggalkan pintu asrama. Joy menghembuskan nafasnya merasa lega bahwa ibu asrama sudah pergi.
Tiba-tiba suara telepon berdering dari genggaman Joy membuat Joy terkejut. Joy melihat nama layar handphone yang memanggil. Mengetahui siapa yang sedang menelpon membuat Joy langsung mengangkat dan menjawab ucapan salam yang diucapkan oleh Kriss.
Kriss bertanya kepada Joy bahwa makanan yang diberikan sudah sampai atau belum. Joy menjawab dengan singkat menyatakan bahwa makanan yang dipesan sudah sampai di tangan. Kriss mengatakan bahwa Joy pasti lapar dan belum sarapan. Kriss juga meminta maaf karena lupa untuk mengajak sarapan. Joy hanya mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja dengan hal itu lalu mengucapkan terima kasih atas perhatian yang telah diberikan oleh Kriss. Joy yang sudah mengatakan semua yang ingin dia katakan menjadi terdiam dan mengakhiri pembicaraan begitu saja. Kriss mengatakan selamat makan dan telepon pun berakhir.
Joy membatalkan pesanan makanan online yang hampir saja ia tekan oke untuk memesan. Lalu berjalan membawa makanan yang ada di tangannya ke meja makan. Joy tersenyum melihat sarapan bubur ayam dengan 2 butir telur serta salad buah dan sayur yang ada di tas makanan yang kirim oleh Kriss.
"Cukup romantis. Tapi apa dia sudah makan?" tanya Joy dalam hati mengambil ponselnya lalu memotret makanan yang disusun olehnya di atas meja makan. Lalu di kirim ke Kriss dengan kalimat terima kasih atas sarapannya. Joy yang menikmati sarapan dengan memikirkan Kriss. Joy terdiam lalu cepat-cepat menikmati sarapan yang ada di meja.
Setelah sarapan, Joy membuat panggilan video call kepada seseorang. Joy berbicara dengan bahagia di layar ponselnya dengan membahas tentang pernikahan Joy dan Kriss serta membuat janji kepada seseorang itu. Sementara di luar, Kriss yang baru saja pergi dari depan asrama rumah sakit F bersama dengan Ron.
Sebelum kedatangan Kriss ke asrama rumah sakit, Kriss mendapatkan informasi dari informasi bahwa seorang bos gangster beberapa hari yang lalu mengalami serangan sehingga dirawat di rumah sakit F. Ron mengatakan bahwa adanya kehebohan dari malam itu dan di selesaikan oleh Joy. Bos gangster terlihat tertarik kepada Joy. Kriss yang mendengarkan cerita dari Ron langsung mengatakan untuk pergi mencari restoran untuk sarapan Joy.
Kriss bersama dengan Ron masuk ke dalam rumah sakit ke lantai atas ruang pasien VIP. Kriss meminta kepada Ron untuk memberikan tablet miliknya. Kriss melakukan pemadaman pada CCTV yang mengarahkan ke ruang pasien VIP bos gangster itu. Kriss menunggu di depan Lift dan Ron di perintahkan untuk mengatakan kepada pengawal bos gangster untuk bertemu dengan bosnya tanpa adanya keributan. Ron mengerti apa yang dimaksud oleh Kriss.
Ron berjalan ke arah ruang ruang pasien VIP dengan berdiri tegak di depan pengawal. Ron mengatakan bahwa bosnya ingin bertemu dengan bos mereka. Tentu saja pengawal itu langsung menerbangkan terus tau ke arah Ron. Ron mengatakan jika ia ingin bermaksud tidak baik, dia tidak akan datang dengan cara baik-baik. Pengawal itu berfikir menurunkan kewaspadaan. Ron melanjutkan ucapannya mengatakan bahwa Raja naga ingin bertemu dengan bos mereka. Pengawal mengerti apa yang dikatakan oleh Ron membuat mereka berdua melakukan kepalanya.
Satu pengawal tetap menunjukkan kepala Ron dengan pistol sedangkan satu pengalaman lainnya masuk ke dalam untuk menyatakan apa yang ingin disampaikan kepada bosnya. Pengawal yang masuk dan mengatakan kepasa bos gangster bahwa ada yang ingin bertemu dengannya bernama raja naga. Dengan terkejut, Bos Gangster langsung berdiri dari tempat tidur dan mengatakan bahwa silakan masuk.
Pengawal itu terkejut dan berlari ke pintu dan mengatakan kepada Ron untuk masuk. Ron bersihkan masuk dan memberikan salam kepada bos gangster. Bos gangster langsung memberi salam kepada Ron dan dengan wajah yang takut. Ron langsung mengatakan bahwa dirinya hanyalah kiriman dari raja naga untuk menyampaikan pesan.
Bos gangster langsung terdiam dan menganggukkan kepalanya. Ron memberikan ponsel miliknya kepada bos gangster. Kriss melakukan panggilan kepada bos gangster. Kriss hanya mengatakan bahwa jangan melakukan hal yang tidak perlu kepada Joy karena dia adalah miliknya.
Bos gangster yang mendengarkan begitu langsung bergetar tangannya memegang ponsel milik Ron. Bos gangster langsung mengatakan bahwa dirinya akan melakukan apapun yang dikatakan oleh raja naga. Kriss tidak mengatakan apapun lagi setelah mengatakan satu kalimat itu saja. Panggilan dimatikan dan ponsel di berikan kepada Ron.
Ron langsung berpamitan pergi keluar dari ruangan dan menuju ke arah Kriss. Bos gangster langsung terduduk di atas tempat tidur pasien dan ditanya oleh pengawalnya apa yang terjadi. Dengan wajah yang lemas, bos gangster mengatakan bahwa dirinya telah melakukan hal yang salah telah mengusik orang dari seorang mafia yang di takuti oleh mafia di seluruh dunia.
"Maksud bos Raja Naga, pewaris dari Dragon Black?" tanya pengawalnya.
Dengan wajah terdiam mereka berdua mengerti ketakutan apa yang terlintas dari wajah bosnya. Bos gangster langsung memberikan perintah kepada mereka untuk tidak melakukan hal yang tidak baik kepada Joy dan segera berikan hadiah kepada Joy dan meninggalkan rumah sakit hari ini juga. Pengawal menundukkan kepalanya dan langsung pergi untuk menjalankan pemerintahan yang dikatakan oleh bosnya.