Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Apartemen Joy Kebakaran



Dua pembunuh yang berada didepan pintu apartemen Joy dengan menggunakan segala persiapan yang mereka bawa di dalam tas ransel hitam yang mereka gunakan, mereka dapat membuka pintu apartemen Joy dengan begitu mudah. Joy yang baru saja tertidur setelah kepergian Kriss tidak mendengar apa-apa di apartemennya. Padahal lampu alarm dari samping kamarnya sudah hidup mati untuk menandakan bahaya.


Satu orang pembunuh menghidupkan lampu dan melihat bahwa tidak ada orang lain, mereka berdua juga memfoto semua arena rumah. Dan mereka pertama kali melihat sebuah pintu kamar yang terbuka. Mereka berjalan ke dalam kamar Kriss yang tidak di kunci. Melihat kamar Kriss yang tidak ada orang dan apa-apa di sekitar sana. Mereka hanya masuk ke dalam sebentar dan keluar dari kamar Kriss.


Dan saat mau masuk ke kamar rahasia yang masih terkunci, salah seorang di antara mereka sudah bisa masuk ke dalam kamar Joy. Awalnya mereka sama-sama akan membuka pintu kamar yang terkunci namun salah satu orang yang lebih dulu membuka kamar Joy.


Pembunuh itu melihat Joy yang masih tertidur dan memanggil teman lainnya untuk memberitahu bahwa sudah menemukan kamar Joy sebagai target mereka. Seorang itu tidak jadi membuka kamar rahasia dan bergegas ke tempat temannya yang berada di depan kamar Joy. Mereka membuka tas dan mengambil sebuah kaleng . Mereka segera membuka kaleng gas berukuran 20 cm yang di bawa mereka, dengan menggunakan selang ke arah kamar Joy untuk mengeluarkan gas yang berada di dalam tabung ke dalam kamar Joy. Dan salah seorang lagi pergi ke dapur untuk menyalakan gas di dapur begitu saja. Mereka bedua juga sudah siaga untuk memakai masker agar tidak menghirup gas yang berada di sekitar apartemen.


Menunggu waktu 5 menit mereka sudah selesai mengeluarkan gas di sekitar apartemen kemudian keluar dari apartemen dan menyalakan api yang sudah di atur penyalaan ya 5 menit. Mereka yang menutup pintu dan waktu di pengaturan api menyala tinggal 20 detik lagi. Mereka memasang di dua tempat pengaturan api yaitu di kamar Joy dan dapur. Mereka yang tidak mengecek seberapa banyak gas yang tersisa di dapur hanya menyalakan kompor gas saja.


Api menyala sesuai dengan waktu yang di atur dan benar saja api itu menyala dan menyambar di udara di dalam kamar Joy. Api itu membakar secara perlahan dari seprai dan kain-kain yang lebih cepat terkena oleh api. Sedangkan di dapur apartemen Joy gas yang terbuang dari kompor hanyalah sedikit sehingga tidak membuat api yang besar bahkan tidak ada api yang menyala dengan lama. Karena sekitar dapur tidak ada yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar.


Api di mulai dari pintu kamar Joy yang terbuat dari kayu dan menyala ke arah dinding yang terbuat dari kayu. Api perlahan-lahan membakar tempat-tempat yang mudah terbakar. Sementara di sisi lain, Joy yang merasa batuk karena udara yang tidak segar lagi. Dan api kemudian menyala ke listrik sehingga membuat konsleting dan membuat api semakin membesar.


Joy membuka matanya dan merasa suhu udara yang panas di sekitar. Saat melihat di depan. Tempat tidur Joy sudah di kelilingi oleh Api yang tidak terlalu besar membara namun sudah hampir keliling membakar sisi tempat tidur. Joy bergegas turun dari tempat tidur dan menyudutkan diri di sudut kamar yang tidak terkena api.


Kaki Joy lemas melihat sekitar dan berusaha untuk tenang namun tidak bisa. Dengan panik dan bingung Joy hanya berfikir untuk memanggil Kriss. Nama Kriss di sebut berkali-kali sampai Joy tersadar bahwa Kriss tidak ada di dalam apartemen. Joy dengan gemetaran mendekati ponsel yang dekat dengan api tempat tidur. Memanggil nomor telepon Kriss.


Di tempat lain, Kriss yang masih menawar beberapa sayuran di pasar tidak mendengar panggilan-panggilan di ponselnya. Wajah Joy pucat dan seluruh tubuh yang semakin gemetaran takut melihat api yang semakin menyebar di tempat tidur. Pintu kamar Joy yang perlahan-lahan di lahap oleh Api. Buku-buku yang berada di ruang tamu juga mulai terbakar karena konsleting listrik yang menyambar di setiap sudut. Joy sudah berkali-kali menelpon namun Kriss tidak dapat di hubungi. Sampai tangan Joy yang memegang ponsel sudah tidak sanggup lagi.


Disisi lain, seseorang yang berada di luar gedung melihat sebuah asap yang besar keluar dari jendela apartemen Joy. Ibu paruh baya itu langsung memanggil pemadam kebakaran untuk segera datang. Kemudian ia memberitahu satpam apartemen dengan menjatuhkan belanjaan miliknya. Namun sang satpam seperti sedang terlelap tidur.


Beberapa orang yang keluar dari apartemen di panggil oleh ibu paruh baya itu dan memberitahukan bahwa ada ke Bakaran di lantai atas di apartemen Joy. Pemberitahuan itu membuat semua orang menjadi panik. Salah seorang membangunkan satpam dan seseorang lainnya menekan tombol kebakaran dari apartemen.


Satpam itu bangun dan diperintahkan oleh orang-orang untuk mengaktifkan air di apartemen yang telah kebakaran dan sekitarnya karena hanya satpam yang tau di mana posisi pengaktifan alarm air yang hidup ketika kebakaran. Alarm suara yang membuat semua orang di dalam gedung apartemen keluar. Berbondong-bondong mereka keluar dari tangga darurat karena listrik di padamkan sehingga lift tidak menyala.


Di sisi lain, dua pembunuh yang berada di bawah apartemen sedang memperhatikan semua kejadian ini sampai tuntas. Mereka akan menunggu hasil dari perbuatan mereka. Di sisi lain, Kriss yang bertabrakan oleh seorang anak kecil sehingga membuat ponselnya yang ada di kantong celana jatuh saat dirinya membantu anak itu berdiri.


Terlihat jelas ponsel Kriss yang menyala dan 5 panggilan tidak terjawab. Kriss segera mengambil ponselnya dan membuka kunci lalu menelpon kembali Joy. Kriss sudah tidak nyaman dengan keadaan Joy yang tidak tau kenapa menelpon dirinya sampai 5 kali. Padahal biasanya tidak pernah melakukan hal itu. Kriss yang menelpon sambil berlari ke arah pulang.


Kriss melakukan 3 kali panggilan kepada Joy dan Joy yang ketakutan mendengar ponselnya berdering dengan tangan gemetaran dan wajah yang pucat dan basa akibat air mata.


"Selamatkan Aku Kriss, aku mohon selamatkan aku hiks hiks hiks hiks." Joy benar-benar lemah.


"Ada apa? Kenapa?" tanya Kriss semakin panik.


"Api ada api di kamar ku, ada api yang semakin besar. Cepat datang Kriss!!!" Teriak Joy dengan segala kekuatan yang dimilikinya.