
Joy keluar dari ruang ganti dan mendapatkan selamat dari suster dan staf lainnya yang telah melakukan tindakan yang tidak di sangka-sangka mereka. Mereka bertanya apakah Joy dulu adalah atlet bela diri sehingga dapat berkelahi seperti itu. Joy hanya tersenyum dan mengatakan bahwa itu hanyalah salah satu dari pembelaan diri yang di ajarkan oleh keluarganya. Joy memerintah mereka semua untuk segera kembali bekerja seperti biasanya. Mereka menganggukan kepalannya.
Joy kembali mengerjakan pekerjaannya dengan berkeliling ke kamar-kamar pasien untuk memeriksa keadaan mereka pagi hari ini. Setelah selesai berkeliling, Joy pergi ke kantin rumah sakit F untuk sarapan pagi. Tatapan orang-orang kembali tertuju kepadanya, para dokter dan suster lainnya yang sedang sarapan pagi membicarakan Joy. Menjadi pusat perhatian membuat Joy menjadi tidak nyaman sehingga buru-buru sarapan dan meninggalkan kantin rumah sakit.
Joy yang kembali ke ruangannya di beritahu oleh suster bahwa dokter Charlie memanggilnya. Joy menganggukan kepalannya dan pergi ke ruangan dokter Charlie dengan membawa laporannya. Joy mengetukkan pintu dan dokter Charlie mengizinkan masuk. Joy duduk di depan dokter Charlie dan memberikan laporan lalu bertanya apa yang membuat dokter Charlie memanggilnya.
"Kerja bagus, kau melakukannya sebagai dokter yang baik. Aku sudah mendengar kejadian pagi ini. Lagi-lagi kau bertindak sendiri saat aku belum datang. Tapi kau tidak pernah mengecewakan ku." Ucap Charlie memberikan selamat kepada Joy meminta maaf atas tindakannya yang tidak sesuai dengan prosedur dan berterima kasih kepada Charlie. Charlie menerima laporan Joy dan berkata akan membacanya nanti untuk di koreksi. Joy yang berdiri dan berpamitan kepada Charlie jika tidak ada hal lain lagi yang ingin di bicarakan. Beberapa saat Charlie diam dan Joy melangkah ke arah pintu untuk keluar ruangan. Tiba-tiba Charlie menghentikan Joy untuk keluar dengan sebuah pertanyaan.
"Apa sebenarnya tujuan utama mu datang magang di rumah sakit ini? Karena aku dengar aku adalah murid kebanggaan dari dokter Max?" tanya Charlie dengan wajah serius. Joy membalikkan tubuhnya dan menjawab pertanyaan dari Charlie dengan santai. Joy mengatakan bahwa dirinya datang magang di rumah sakit ini untuk belajar banyak di ruang UGD dan bertemu dengan dokter Feng. Dokter Max sendiri yang menyarankan Joy untuk melakukan magang di rumah sakit ini.
Mendapatkan jawaban itu membuat Charlie masih belum puas dan juga bertanya-tanya apa sebenarnya alasannya Joy berada di tempat ini. Latar belakang akademik Joy bagus dan seharusnya Joy bisa masuk ke rumah sakit Sandreas yang berada di negara A dengan koneksi Maz sebagai kepala rumah sakit di tempat itu. Bahkan Joy bisa masuk ke rumah sakit internasional dengan koneksi Max dan kemampuan yang di miliki olehnnya. Tapi kenapa harus rumah sakit F yang berada di negara ini. Walaupun rumah sakit F adalah rumah sakit terbaik di negara F tapi masih kalah jauh dengan rumah sakit Sandreas dan rumah sakit lainnya di tingkat internasional.
Joy sudah keluar dari ruangan Charlie dan Charlie masih memikirkan hal yang sama dengan alasan Joy. Bahkan Charlie bertanya-tanya apa hubungan Joy dengan Kriss. Tapi dirinya tidak dapat bertanya tentang hal itu karena sebuah etika pimpinan yang tidak seharusnya bertanya hal pribadi yang tidak ada kaitannya dengan rumah sakit dan sebagai dokter.
"Dokter Joy, pasien yang tadi pagi itu sudah sadar, dia tidak ingin di periksa oleh dokter lain. Dia ingin anda datang untuk memeriksanya. Kami takut jika anak buahnya melakukan hal yang sama seperti tadi pagi. Jadi bisakah kita ke sana untuk melihatnya?" tanya suster yang mendapatkan kabar bahwa bos gangster telah siuman.
Joy yang bergegas untuk melakukan pemeriksaan saat mendapatkan kabar bahwa bos gangster sudah sadar, Joy masuk ke dalam ruangan pasien bos gangster itu. Semua orang menjaga pintu itu dengan tersusun dan melihat mereka memberikan salam kepada Joy saat Joy datang dan akan masuk ke dalam ruangan.
"Kenapa kalian berdiri di sini dengan ramai membuat yang lainnya takut?" tanya Joy melihat mereka berbaris seperti sedang melakukan baris berbaris.
"Maaf dok, semua ini hanya pengawalan saja. Musuh bos kami ada dimana-mana jadi kami harus menjaganya selama 24 jam." Jawab salah satu dari mereka yang membukakan pintu Joy untuk masuk ke dalam ruangan bos.
Joy dan suster melakukan pemeriksaan semua hal tentang bos gangster dan mencatatnya. Bertanya kepada bos gangster tentang apa yang dirasakan olehnnya saat ini dan mencatatnya. Bos gangster menjawab pertanyaan dengan santai dan melihat Joy yang bekerja sangat profesional.
"Aku lihat memang kau sudah baik-baik saja, jika tidak bagaimana kau bisa menjawab pertanyaan ku dengan cepat." Jawab Joy yang melihat pasien.
"Terima kasih telah menolong ku, dokter Joy." Jawab bos gangster yang membaca nama Joy dari kantong jasnya.
"Sudah menjadi tanggung jawab ku untuk menyelamatkan pasien. Tapi jika kau memang ingin berterima kasih kepada ku, suruh anak buah mu bergantian menjaga mu di depan pintu tanpa semuanya harus menjaga di depan pintu. Bahkan ku pikir mereka belum sarapan pagi." Ucap Joy kepada bos gangster dengan melihat wajah mereka yang lesu kurang tidur dan mendengar sebuah suara perut saat dirinya tadi akan masuk ke ruangan.
"Aku mengerti. Maaf sudah membuat keributan dan juga hal seperti ini. Semua ini dilakukan karena musuh ku ada dimana-mana....." bos gangster yang belum menyelesaikan bicaranya sudah di potong oleh Joy.
"Justru karena itu aku menyarankan mereka untuk bergantian menjaga mu. Apa hidup mereka hanya melayani mu saja tanpa memikirkan diri mereka sendiri. Bagaimana bisa melindungi mereka jika mereka saja tidak dapat menjaga diri mereka sendiri. Bukannya untuk berkelahi dengan musuh harus memiliki tubuh yang sehat bukan penyakitan?" tanya Joy dengan tersenyum dan membacakan laporan keadaannya.
Mendengar ucapan Joy, bos gangster meminta maaf kepada bawahannya dan memerintahkan mereka untuk pergi sarapan dan istirahat bergantian menjaganya. Joy tersenyum melihat mereka dan dirinya pergi meninggalkan ruangan. Para bawahan memberikan penghormatan lagi dengan mengucapkan terima kasih kepada Joy. Joy hanya memberikan senyum tipis dan berjalan meninggalkan mereka.
"Wah, benar-benar dokter cantik dan juga baik hati. Pandai berkelahi lagi, sepertinya dia cocok menjadi istri bos kita."
Mereka tertawa dengan lelucon untuk menjodohkan Joy dengan bos mereka. Dengan candaan itu membuat bos tersipu malu dan memerintahkan mereka untuk segera sarapan bergantian. Mereka pergi menjalankan perintah bosnya untuk sarapan bergantian. 15 orang pergi untuk sarapan dan 4 orang tinggal untuk berjaga di depan pintu ruang pasien.