Krissta Sandreas

Krissta Sandreas
Joy dan Kriss Naik Pesawat



Sebuah pesan masuk dengan nada dering pesan yang singkat disertai getar dan  tampil di layar ponsel Kriss. Kriss yang sedang berada di dalam ruang gym untuk melakukan aktifitasnya berlatih seperti biasanya. Kriss yang melihat layar ponselnya menyala dan terlihat bahwa itu adalah pesan dari Joy. Kriss menghentikan olahraganya dan mengambil ponsel serta handuk kecil untuk membersihkan keringat di wajah. Kriss membaca pesan yang dikirim oleh Joy dengan isi perintah bahwa Kriss harus bersiap-siap untuk pergi ke bandara. Kriss tersenyum dan membalas pesan Joy dengan singkat yaitu sampai bertemu di bandara.


Di sisi lain, Joy menyiapkan beberapa hal yang harus di bawa olehnya dan langsung memesan taksi online untuk ke bandara. Sampai di bandara Joy memesan dua tiket keberangkatan ke negara C (Canada). Setelah memesan tiket, Joy menunggu kedatangan Kriss dengan duduk sambil membaca buku. Tidak berapa lama Joy duduk, suara ponsel berdering. Kriss menelpon untuk bertanya keberadaan Joy ada dimana.  Joy yang mengangkat dan memberitahu Kriss berada di pintu dan ruang tunggu pada lokasinya. Beberapa saat setelah menelpon, mereka bertemu dengan Joy mengangkat tangannya dan melambai kepada Kriss.


Kriss melihat Joy yang melambaikan tangan sambil menelponnya langsung pergi ke tempat Joy berada. Joy memberikan tiket untuk Kriss dan mengatakan kenapa Kriss tidak membawa barang apapun. Kriss hanya menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa Joy tidak menyuruhnya berkemas. Hanya meminta Kriss untuk datang ke bandara. Dengan wajah yang sedikit kesal, Joy bertanya juga apakah Kriss tidak membawa passport. Kriss mengeluarkan passport dari saku kantong jas dan mengatakan bahwa dirinya membawa ini mungkin di perlukan karena sedang berada di bandara. Joy baru tersadar bahwa  pria yang berada di depannya ini menggunakan jas yang bagus.


Terlihat jelas wajah yang cocok menggunakan jas dan sepatu kulit serta rambut yang di tata rapi seperti seorang CEO yang berdiri di hadapan Joy. Joy tersenyum dan terpesona dengan melihat tampilan Kriss hari ini. Joy memberikan pendapatnya sendiri dengan memuji Kriss karena sudah berpenampilan yang bagus untuk bertemu dengan satu-satunya keluarganya dengan menyewa satu set jas mewah dan sepatu yang bagus. Kriss tidak dapat membatah hal itu karena Joy langsung menarik tangannya dan bergegas untuk pergi ke pengecekan tiket karena waktu penerbangan akan segera berangkat.


Setelah melalui pemeriksaan tiket dan passport, mereka berdua masuk ke dalam bandara dan menaiki pesawat. Mereka duduk di tempat yang sama bersebelahan. Kriss membantu Joy yang akan masuk lebih dulu di sampingnya dekat jendela pesawat. Joy tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada Kriss. Kriss kembali bertanya untuk memastikan siapa yang ingin mereka temui. Dengan tebakan Kriss yang mengetahui bahwa Joy memiliki seorang Kakak laki-laki. Joy menganggukan kepalannya dan mengatakan bahwa Kriss harus meminta restunya terlebih dahulu untuk menikah, jika mereka di beri persetujuan maka Joy akan menikahi Kriss sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan oleh mereka.


Kursi pesawat satu persatu sudah terisi oleh para penumpang. Mereka semua sudah masuk dan duduk dengan tenang di kursi masing-masing. Kriss melihat orang-orang yang datang masuk dan duduk di kursi pesawat serta penumpang yang masuk ke dalam kursi VIP yang melewati kursi-kursi mereka. Kriss dengan cermat dan merasa ada hal yang mengganjal dalam hatinya saat melihat seorang pria yang berbadan besar membawa sebuah koper berwarna cokelat. Lelaki itu berpenampilan dengan menggunakan jas berwarna hitam dan tangan yang memegang koper itu telrihat ada tatonya.


Lelaki itu juga seperti sedang memberikan sinyal kepada seorang yang berada di lurussan kursi Kriss. Seorang lelaki yang menggunakan kacamata berkaos merah dan menggunakan topi terbuat dari bahan rajut berwarna hitam.  Seseorang yang berdiri saat


Kriss melihat dengan jelas di saat semua orang tidak melihat bahwa seorang lelaki yang izin ke toilet pergi mengambil dan  membawa koper yang berada di samping pria berbadan besar. Bahkan pria berbadan besar itu hanya memberikan anggukan kecil


ketika kopernya di ambil. Kriss merasa ada yang tidak beres namun dirinya tidak ingin melakukan tindakan gegabah. Kriss hanya ingin melihat drama apa yang akan terjadi nanti di dalam pesawat. Kriss menikmati suasana di dalam pesawat dengan melihat semua orang yang sudah duduk.


Pramugari memberikan informasi kepada seluruh penumpang untuk duduk dengan tenang dan mengatakan keberangkatan mereka dengan kota tujuan serta informasi yang biasa di dengar saat akan keberangkatan. Kriss melihat ada dua orang ibu-ibu yang membawa anak. Satu adalah anak yang masih berusia 10 tahun bersama dengan ibu dan ayahnya dan satu keluarga kecil yang baru mendapatkan buah hati beberapa tahun yang lalu, yah seorang ibu dengan anak yang berusia sekitar 4 tahun. Anak kecil yang berusia 10 tahun ini duduk didepan lelaki yang mencurigakan ke toilet dan anak kecil berusia 4 tahun duduk tepat di depan lelaki berkacamata.


“Kriss apa kau mendengarkan apa yang aku katakan tadi?” tanya Joy yang sejak tadi mengatakan tentang sang kakak lelaki namun Kriss terlihat seperti sedang tidak mendengarkan. Kriss menjawab bahwa Kakak laki-lakinya adalah orang yang keras kepala, bertekad kuat dan sangat disiplin sehingga Kriss harus hati-hati saat menghadapinya. Joy yang mendengarkan bahwa Kriss mendengarkan apa yang di ucapkannya kembali bertanya mengapa Kriss seperti tidak mendengarkannya. Kriss hanya menjawab bahwa akan ada drama yang seru akan di mulai. Kriss mengatakan kepada Joy untuk tidur karena mereka akan berada di pesawat selama 5 jam perjalanan. Joy yang mendengarkan itu menganggukan kepalanya namun ia masih membaca buku yang ada di pegang olehnnya.


 Kriss melihat lelaki yang berada di dalam toilet tadi sudah keluar dan duduk di kursinya lagi  namun ia tidak membawa koper yang di ambilnya dari lelaki yang berbadan besar. Suara pilot mengatakan bawah mereka sudah berada di ketinggian 1000 meter dari permukaan. Kriss kembali melihat lelaki yang berbadan besar berdiri dan berjalan ke pintu arah toilet. Kriss mengetahui  itu langsung membisikan Joy sesuatu lalu ia pergi berjalan menuju ke arah toilet. Kriss berjalan dengan santai dan mendengarkan sesuatu dari ruang tunggu pramugari yang berseberangan dengan toilet. Kriss mendengarkan sebuah tindakkan yang akan terjadi sebentar lagi.


Kriss langsung pergi dari tempat itu dan kembali ke kursinya.