
Jaksa negeri yang mendapatkan paket di atas meja kerjanya langsung membukanya dan melihat ini adalah paket apa. Kertas-kertas yang yang sudah di isolatip dan beberapa kertas yang normal. Jaksa mulai membaca tulisan dari kertas-kertas itu dan sungguh terkejutnya dia saat membaca satu buah
kertas dan melanjutkan ke kertas selanjutnya. Jaksa yang tadinya berdiri untuk membacanya kemudian terduduk di kursinya.
Bawahan yang bekerja dengan jaksa itu
terkejut dengan ekspresi dan tingkah seorang jaksa. Mereka berdua berjalan untuk mendekati jaksa dan melihat kertas-kertas yang dibaca oleh jaksa. Mereka juga sangat terkejut dengan isi dari informasi itu. Sedangkan jaksa junior perempuan yang dengan teliti menemukan sebuah surat memo serta dengan sebuah flasdisk.
“Mohon bantuannya Jaksa untuk menghukum koruptor ini sesuai dengan hukum yang berlaku, jika tidak sesuai dengan hasil yang aku inginkan, aku akan mengambilnya dengan caraku sendiri tapi jika sesuai dengan hasil seperti sebelum-sebelumnya, aku akan sangat berterima kasih. Mr.K.” Jaksa
perempuan yang membacakan memo yang dikirim.
“Siapa dia?” tanya jaksa perempuan dan jaksa satu lagi. Dengan wajah ketakutan dan juga terkejut, senior jaksa yang terduduk di
kursinya menjawab dengan perlahan-lahan bahwa orang yang baru saja mengirimkan
ini kepadanya adalah orang misterius. Mr. K adalah seorang yang dikenal sebagai seorang yang tidak dapat di cari tau identitasnya dan juga tidak ada yang pernah mengetahui siapa dia. Jika berada di kalangan pemerintahan baik hukum kejaksaan, kepolisian, militer dan dunia bawah sudah mengetahui bagaimana Mr. K jika muncul atas perintahnya. Bisa dikatakan bahwa dia adalah hukum itu sendiri. Orang-orang yang di incar olehnya akan berdampak buruk.
Terkadang ada hal-hal yang di luar nalar kita bisa saja terjadi. Orang yang diincarnya seolah-olah adalah orang-orang yang di hukum oleh peraturan dari negara itu sendiri tapi sebenarnya tidak. Hukum itu akan datang pada orang yang di incar olehnya sesuai dengan kemauan dari Mr.K. Kedua jaksa junior yang diberikan penjelasan oleh jaksa senior sedikit kurangnya mengerti apa yang dimaksud oleh senior mereka. Jaksa senior langsung memerintah mereka untuk memeriksa file-file bukti yang berada di dalam flasdisk dan memprint. Mereka harus melaporkan langsung ke atasan untuk membuat mereka dapat bekerja sesuai dengan prosedur.
“Apa kalian mengerti apa yang aku katakan?” tanya jaksa senior.
“Mengerti Pak.” Jawab mereka bedua.
“Oke, kerjakan dan ayo semangat untuk lembur.” Ucap jaksa senior.
polisi untuk membantu mereka penangkapan.
Disisi yang lainnya, reporter yang mendapatkan sebuah print out gambar dari bukti-bukti yang ada dan juga memo tentang apa yang harus di muat kedalam artikel mereka. Reporter itu terkejut dan mencari tahu siapa yang telah mengirim paket ini kepadanya. Namun yang lebih penting dari pada memikirkan siapa yang telah mengirim paket ini lebih penting untuk membuat sebuah artikel dan liputan yang akan menjadi breaking news di berita acara tv. Reporter itu
langsung berjalan ke arah timnya dan menggerakkan seluruh timnya untuk berpencar ke lokasi yang mungkin akan terlihat penangkapan koruptor ini. Sedangkan
reporter itu sendiri akan pergi ke kantor kejaksaan.
Kejaksaan dana timnya tiba di kantor politik dimana Eron bekerja. Mereka semua yang bekerja didalamnya sangat terkejut dengan kedatangan tim kejaksaan yang membawa surat perintah untuk penangkapan Eron sebagai seorang koruptor yang menggelapkan banyak uang rakyat dari hasil jaminan kesehatan dan sosial dari rakyat. Wajah yang di tampilkan oleh Eron dengan orang yang diperintahkan olehnya tadi pagi untuk menghancurkan bukti.
“Kami dari kejaksaan negeri mendapat perintah untuk menangkap Eron dan memeriksa semua hal yang ada di dalam gedung ini. Semua orang harap tenang dan biarkan kami untuk menyita semua hal yang ada di dalam gedung ini untuk di periksa. Dan untuk anda tuan Eron, ikut kami ke kantor kejaksaan. Anda boleh tetap diam atau membatah pernyataan ini dengan mendatangkan pengacara anda.” Ucap Jaksa senior yang memberikan perintah dan menangkap Eron untuk di bawa ke kejaksaan.
Saat mereka keluar dari kantor politik, sudah ada beberapa wartawan dan reporter yang datang untuk membuat berita tentang penangkapan. Mereka mencoba untuk mewawancarai jaksa dan Eron namun ditolak, mereka langsung masuk ke dalam mobil dan pergi ke kantor kejaksaan. Sementara reporter yang sama dengan tim yang berada di kantor kejaksaan memberikan kabar.
Mereka yang sampai di kantor kejaksaan dengan membawa Eron dengan tangan yang di borgol. Reporter itu langsung membuat breaking news pada siaran televisi yang menyatakan bahwa seorang politikus telah tertangkap karena penggelapan dana asuransi jaminan kesehatan dan sosial dengan nilai 5 miliyar rupiah. Hari ini penangkapan Eron dikantornya dan kejaksaan sedang melakukan pemeriksaan berlanjut mengenai hal ini.
Eron hanya bersikap tenang bahwa dia pikir data-data dan bukti sudah dihancurkan sehingga tidak ada yang dapat dilakukan oleh kejaksaan untuk menangkapnya. Dan tidak ada yang bisa dilakukan oleh hukum untuk mencoblos kan dia ke penjara. Eron hanya mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah dan hanya ikut untuk meringankan pekerjaan kejaksaan untuk memberantas koruptor. Hal itu yang dikatakan oleh reporter dan para wartawan. Eron di bawa ke dalam gedung kejaksaan sedangkan sang reporter dengan tersenyum mendapatkan berita yang bagus hari ini karena pengirim anonim. Dia segera kembali ke kantor dan mulai mengerjakan terbitan artikel berita koruptor ini.
Ditempat lain, beberapa orang sedang menonton televisi dan mengetahui berita ini yang tiba-tiba muncul di tv. Dan hampir semua tayangan berita ini di tayangkan. Kriss yang melihat berita ini hanya tersenyum dan mengatakan didalam hati bahwa langkah pertama telah dilakukan dan pembalasan dendam di mulai dari hal mendasar. Di tempat lain, Veronica yang terkejut melihat berita yang tanya di televisinya dengan berdiri dan menjatuhkan remote tv sambil terdiam membeku mendengarkan berita yang ditayangkan bahwa sang ayah telah tertangkap oleh kejaksaan karena kejahatan koruptor.
Veronica yang terdiam beberapa saat langsung berlari mengambil kunci mobil dan berganti pakaian serta mengambil tas untuk pergi ke tempat ayahnya di tahan. Namun sampai di depan pintu rumah beberapa orang petugas dari kejaksaan datang memberikan surat perintah bahwa rumah yang di tempati ini akan di geledah secara legal untuk mencair bukti-bukti terkait tentang penggelapan dana. Veronica tidak jadi berangkat dan membuat dirinya menyedihkan dan mengatakan bahwa ayahnya tidak bersalah. Namun orang-orang yang menjalankan tugas tidak bersimpati karena mereka hanya menjalankan tugas yang ada.