KAYANA

KAYANA
09



"kamu jangan main-main kay!! Pernikahan kalian kurang dari 2 bulan lagi!! jangan karena kalian sedang ribut, kamu bisa seenak hati mu membatalkan pernikahan ini!!" hardik ayah.


"ribut menjelang pernikahan itu biasa kay, itu godaan syetan" ucap bunda menimpali.


"benar nak kay, kalau ada masalah dibicarain bersama, kita cari solusinya, jangan bikin keputusan saat emosi..." belum selesai om Surya (papanya Ardi) bicara tapi langsung di dipotong oleh ardi.


"kamu hamil Jay?!!" kata ardi sambil melempar testpack ke atas meja. Sontak mereka kaget mendengar kata-kata ardi.


"Astaghfirullah.." pekik bunda tak percaya.


"Dasar murahan lo!! Sama siapa lo udah tidur!! Berarti itu benar foto lo kan?!" bentak Ardi sambil menggeprak meja yang ada didepannya.


Belum sempat dia melanjutkan kata-katanya, tapi kerah bajunya keburu ditarik kasar dan sebuah tamparan mendarat dipipinya. Yaa.. Itu ulah Qiana. Semasa SMA Qiana adalah seorang atlet taekwondo sabuk hitam, jadi tidak susah untuknya jika hanya menarik kerah baju Ardi dan menamparnya.


"Ngomong apa lo ke kakak gue!! Lo tu yang murahan!! Dasar iblis lo!! Lo yang ngehamili anak orang, kakak gue yang lo tuduh hamil!!" tuding Qiana tepat didepan muka Ardi dengan masih mencekram kerah baju Ardi.


Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah ditarik kerah baju lalu ditampar terus masih di maki lagi. Itulah yang dirasakan Ardi saat ini. Pipinya merah bekas tamparan dan lehernya sakit akibat tercekik kerah bajunya sendiri. Dia terus berusaha melepaskan cengkraman Qiana dengan gusar tapi gagal karena semakin ia berusaha lepas dari cengkaraman tangan Qiana maka semakin kuat pula Qiana mencengkram kerah bajunya. perbedaan tinggi badan yang mencolok makin mempersulit Ardi untuk berdiri tegak.


"lo liat tuh testpack, garis 2, tandanya hamil! Kakak lo.." belum sempat Ardi menyelesaikan kalimatnya, Qiana langsung mendorong tubuh Ardi hingga terduduk di posisinya semula.


"dangkal banget otak lo, lo cuma liat testpack langsung lo fitnah kakak gue hamil, lo baca dulu surat hasil pemeriksaan dari dokter baru lo komentar!" tuding Qiana semakin sengit.


Ahh aku sungguh iri sama keberanian Qiana. Keberanian yang ku persiapkan sepanjang hari seakan semuanya meluap begitu saja entah kemana, yang bisa ku lakukan hanya menunduk dan menangis. Bunda yang sedari tadi bertanya pun tidak ada satupun yang ku gubris pertanyaannya. Yang ku tau jantung ku saat ini rasanya sakit, sakit yang teramat sangat.


"astaghfirullah siska.. Kalian jangan fitnah anak saya. Siska tidak mungkin.." kata mamanya Ardi emosional, senyum kemenangan yang sedari tadi di sunggingkannya kini menghilang, muka cerahnya kini berubah merah karena amarah, yah.. kita sama-sama tau kan kalau mamanya Ardi sedari awal tidak setuju dengan pernikahan ini. Mendengar nama siska disebut papa tirinya Ardi langsung mengambil surat dari tangan mamanya Ardi dan membacanya.


"kita tidak fitnah kok tante, kita ada video saat kita nemeni Siska USG" kata ku getir sambil menunjukan video pemeriksaan kehamilan Siska dan tentunya sambil menahan sesak didada.


Ku lirik wajah ayah dan bunda, mereka terlihat sama bingungnya dengan om Surya, papanya Ardi.


"apa hubungannya dengan membatalkan pernikahan nak Kay? Yang hamil kan siska!" tanya om Surya bingung.


"ini maksudnya apa sih kay, apa hubungannya siska hamil dengan rencana pernikahan kalian?!" tanya ayah


"ada hubungannya yah, om. Karena anak yang di kandung siska adalah anaknya Ardi" jawabku menahan perih.


"APAAAA!!!" ucap mereka serempak.


*****


happy reading readers..


jangan lupa like dan komentarnya yaa..


tilimikisi.. 😘😘