KAYANA

KAYANA
10



"akbar.. Kapan kita ke TK tempat kayana mengajar? Kamu udah gak sibuk di kampus kan?" tanya ummi. Sebenarnya sejak beberapa hari yang lalu aku udah gak sibuk dengan urusan di kampus. Ujian sudah selesai, dan nilai-nilai ujian para mahasiswa juga sudah ku serahkan. Tapi ntah kenapa sejak aku tau bahwa kayana sudah memiliki tunangan, serasa ada yang hilang dalam hati. Semangat ku seakan menguap dan hilang perlahan. Ingin rasanya menolak permintaan ummi untuk mengantarnya bertemu dengan kayana, tapi aku juga gak mungkin membiarkan ummi pergi sendiri.


"akbaarr!" pekik ummi.


"iya lusa ya ummi, akbar anterin ke tempat kerjanya kayana." ucap ku.


"kenapa gak besok aja sih bar. Ummi udah gak sabar mau ketemu kayana." ucap ummi excited.


"besok kan hari minggu ummi. Libur." jawab ku.


"ooh iya ummi lupa. Hehehe."


Hari yang ku janjikan pada ummi pun tiba, dari subuh ummi sudah sibuk berkutat di dapur, gak tau apa yang di masak ummi hingga sekarang tak kunjung selesai. Bahkan ummi juga gak menemani ku sarapan.


"mi, udah jam 8. Ummi gak siap-siap? Nanti kelamaan berangkatnya, belum lagi macet dijalan, ntar sekolahan keburu bubar, kayananya keburu pulang." ucap ku.


"iya ini sebentar lagi selesai kok bar, ini tinggal di masuk-masukin ke rantang aja kok." jawab ummi.


"ummi masaknya banyak banget. Ummi mau piknik." ucap ku meledek ummi.


"iya. Ummi sekalian mau ajak kayana piknik." ucap ummi. Kalau ummi sudah ngomong seperti ini, aku bisa jawab apa lagi.


"yaudah sini biar akbar aja yang masukin ke rantang, ummi mandi aja sana" ucap ku sambil mengambil rantang dari tangan ummi.


"ooh.. Yaudah ummi mandi dulu ya. Jangan sampai blepotan rantangnya ya bar" jawab ummi.


"iya ummi." jawab ku. Setengah jam kemudian ummi keluar dari kamarnya.


"sudah semua di masukin bar?" tanya ummi.


"sudah ummi." jawab ku.


"yaudah ayo jalan, nanti keburu macet." ucap ummi. kalau sudah menyangkut soal kayana, ummi pasti selalu terlalu


Kurang lebih 45 menit kemudian kami sampai di TK tempat kayana bekerja. Situasi di halaman TK ini terlihat sepi, mungkin karna kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di dalam.


"maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang wanita paruh baya, yang ternyata adalah kepala sekolah dari TK ini.


"ah, iya bu. Kita sedang mencari kayana. Dia salah satu guru disini." jawab ummi.


"ooh ummi kay. Dia sudah tidak mengajar disini lagi, dia resign bu." jawab wanita paruh baya itu. semua guru di TK ini di panggil ummi oleh murid-muridnya.


"sejak kapan bu?" tanya ku.


"sekitar seminggu yang lalu mas." jawabnya. Berarti gak lama setelah kejadian kemarin itu ya. Pikir ku.


"kita boleh minta alamat rumahnya bu?" ucap ku.


"maaf sebelumnya, tapi mas sama ibu ini siapa ya?" tanya nya.


"ah, saya teman lama kayana. Ini ibu saya. Kita sudah lama kehilangan kontak dengan kayana. Nomornya kayana juga sudah tidak aktif. Kemarin saya dapat informasi dari mantan dosennya kayana, kalau kayana mengajar disini. Makanya kita kesini." jelas ku.


"ooh begitu. Mari keruangan saya saja bu, mas. Saya cari alamat ummi kay dulu." ucap ibu tersebut. Kami pun mengikuti ibu tersebut menuju ruangannya.


"maaf, kalau saya boleh tau alasan kayana berhenti apa ya bu? Apa ada hubungannya dengan kejadian 2 minggu yang lalu?" tanya ku penasaran.


"saya juga kurang tau jelasnya mas, tapi sepertinya memang karna itu. Soalnya beberapa hari setelah itu mantan tunangan ummi kay itu datang lagi bikin kributan disini. untung ayahnya kayana keburu datang, jadi kayana gak sampai di tarik-tarik seperti kemarin itu mas. Tapi mungkin kayananya lebih gak tahan dengan gunjingan para wali murid mas. soalnya kejadiannya kan memang didepan semua wali murid. padahal bulan depan mereka mau menikah lo mas, tapi batal karna ngehamili sahabatnya sendiri." jelasnya.


"duh.. gimana kayana bisa tahan, kalau rekan kerja sendiri ikut ngegibahinnya seperti ini." pikir ku.


"nah ini dia alamat ummi kay. Tolong sampaikan pada ummi kay, kapan pun dia ingin kembali mengajar disini, dia pasti akan selalu di terima disinu. Murid-muridnya juga rindu dengannya." ucap ibu tadi sambil menyodorkan secarik kertas yang berisi alamat rumah kayana.


"insyaAllah nanti saya sampaikan bu. Terimakasih alamatnya bu.. Kalau gitu kita pamit dulu. Assalamualaikum.." ucap ku.


"waalaikum salam." jawab ibu tersebut. aku dan ummi segera pamit sebelum mendengar lebih banyak gosip dan nular ikut ngegibah. tapi akhirnya aku tau, saat ini kayana dalam tidak ada yang mengkhitbah. mungkin setelah urusannya dengan mantan tunanganya selesai, aku bisa coba mengkhitbah kayana. aku tersenyum dengan pikiran ku sendiri.