
Saat ini aku tinggal di rumah nenek di daerah Pengalengan, Bandung. Sudah 2 bulan aku tinggal disini. Sejak kejadian di tempat kerja dan di rumah ku 2 bulan yang lalu ayah dan bunda mulai khawatir kalau Ardi terus nekat mengganggu ku seperti kemarin, jadi untuk sementara aku diminta ayah dan bunda untuk tinggal di rumah nenek, bahkan ayah meminta ku untuk mengganti nomor telepon ku.
Sejak kejadian di tempat kerja, aku memutuskan untuk resign. Aku tidak kuat mendengar gunjingan para orang tua murid-murid ku, ya memang saat kejadian Ardi menarik paksa tangan ku bertepatan dengan waktu pulang sekolah jadi wajar jika hampir semua orang tua murid mengetahui dan menyaksikan kejadian itu. Tapi alasan terbesarku untuk resign karena sebenarnya aku takut kalau Ardi terus mendatangiku seperti kemarin.
Alhamdulillah selama 2 bulan tinggal di rumah nenek, hidup ku jadi semakin tenang. Suasana disini bener-bener berbeda dengan Jakarta. Tak jauh dari sini ada perkebunan teh, namanya perkebunan teh Cukul. Yang bikin perkebunan teh ini berbeda karena letaknya yang ada di dataran tinggi, jadi udara disini masih sejuk banget.
Bau daun teh yang tertiup angin begitu menyegarkan indra penciuman ku, desa ini sungguh merefresh otak ku yang rasanya seperti mau meledak. Berkat Ardi kini aku didiagnosa anxiety disorder, namun berkat tempat indah ini anxiety ku berangsur membaik.
Bukan hanya pemandangannya yang indah, tapi masyarakat disini juga sangat baik dan ramah. Belum lagi sikap dan sifat kakek dan nenek ku yang masih sama seperti waktu aku kecil ".dulu, hangat, penuh kasih sayang. Walau kini usia mereka sudah tidak muda lagi (usia kakek 77 tahun dan usia nenek 72 tahun) tapi mereka masih di beri Allah nikmat kesehatan.
Mereka masih sangat aktif dan lincah. Kakek masih suka berkebun strawberry buah kesukaan anak dan cucu-cucunya di belakang rumah, dan nenek masih telaten mengurus bunga-bunga kesayangannya. Bahkan kakek dan nenek tidak perlu kacamata untuk bantu membaca, mata mereka masih sangat awas tidak seperti ku yang sedari SMA sudah memakai kacamata.
Ingin rasanya aku terus tinggal disini, kalau bukan karena Ardi yang beberapa hari setelah aku tiba disini tiba-tiba muncul didepan rumah nenek yang disambut oleh nenek dengan sabit kepunyaan kakek, mungkin aku lebih memilih untuk tinggal disini selamanya.
walau setelah hari itu Ardi tidak pernah lagi datang kesini, tapi tetap saja aku takut kalau suatu hari Ardi datang lagi mengganggu ku. Jadi setelah hari itu aku berdiskusi dengan ayah dan bunda dan memutuskan untuk melanjutkan pendidikan S-2 ju di luar kota.
Awalnya aku ingin melanjutkan S-2 ku di Banda Aceh, tapi langsung di tolak mentah-mentah oleh ayah, alasannya terlalu jauh, beda pulau, dan sebagainya. Akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan S-2 ku di Surabaya, dengan rayuan maut akhirnya ayah setuju walau dengan berat hati.
Selama disini aku mempersiapkan seluruh berkas-berkas ku untuk melanjutkan S-2 ku di Surabaya. Awalnya aku ingin ngekos di dekat kampus ku nanti, tapi tidak dizinkan oleh om ku dan istrinya. Akhirnya aku menyerah dan mengikuti kemauan om dan tante ku itu untuk tinggal bareng mereka selama aku melanjutkan S-2 ku.
Besok adalah hari keberangkatan ku ke Surabaya. Ayah, bunda dan Qiana akan sampai disini nanti sore, sekalian membawa sisa barang-barang pribadi ku yang masih tertinggal dirumah. Rencananya ayah, bunda dan Qiana akan ikut mengantar ku ke Surabaya dan akan menginap disana selama sepekan.
Berat rasanya pisah dari ayah dan bunda, pasalnya aku gak pernah jauh dari ayah dan bunda sejak aku kecil. Semoga keputusan yang aku ambil ini adalah keputusan yang terbaik untuk semuanya, terutama untuk ku.
Saat ini aku sudah ada di dalam pesawat. Pramugari sudah meminta para penumpang untuk mengencangkan sabuk pengaman, menegakkan sandaran kursi dan membuka tirai jendela, tandanya sebentar lagi pesawat akan take off.
Tanpa sadar air mata ku menetes, ku perhatikan pemandangan di luar sana, semua pemandangan yang tampak besar kini mulai mengecil dan terus semakin kecil pertanda pesawat terus terbang tinggi.
Ku tinggalkan seluruh luka dan kisah ku disini karena besok akan menjadi hari baru untuk ku. Janji ku satu, tak akan ku biarkan ayah dan bunda ku menangis dan kecewa lagi. Hanya boleh ada senyuman dan air mata kebahagiaan di wajah mereka.
Ya Allah bimbing aku agar terus di jalan-Mu. Tuhan yang maha membolak balikan hati teguhkan hati ku di Din-Mu. Penuhkan aku dengan hanya mencintai-Mu. Dan lindungilah selalu kedua orangtua ku. Aamiin..
_Season_1_End_
*****
Hai hai hai readers... terimakasih buat seluruh readers yang udah baca, like, komentar dan suport author. alhamdulillah KAYANA season 1 udah selesai. tapi jangan sedih, bakalan ada season 2 nya kok. InsyaAllah season 2 nya bakalan di up awal bulan depan yaa.
terimakasih dan jangan lupa like dan komentarnya yaa...
😘😘😘