
Usia ku dan Qiana hanya terpaut 2 tahun, usianya kini baru memasuki 20 tahun tapi dibandingkan aku, Qiana berfikir jauh lebih matang dan dewasa. Sampai terkadang aku bingung siapa kakak dan siapa adek.
Ada benarnya juga kata Qiana, daripada aku hanya meratap dikamar mending aku ikut kegiatan yang bermanfaat siapa tau aku dapat solusi untuk menyelesaikan masalahku, toh lusa juga hari libur jadi aku tidak perlu izin kerja.
***
Acara seminar baru dimulai pukul 10.00 WIB, tapi aku sudah sampai dilokasi seminar sejak pukul 8.00 WIB. Yah hitung-hitung sekalian bantuin panitia (ngerasa tidak enak hati karna gratis), fikirku.
Aku diminta Qiana buat bantu ngebagiin kue dan minuman untuk para panitia acara dan para narasumber/pembicara seminar yang saat inu sedang meeting diruangan belakang podium. ternyata ada 4 orang narasumber dan salah satunya masih sangat muda mungkin hanya beda 1 atau 2 tahun diatas aku usianya. tangan kirinya memegang Alquran dan tangan kanannya sibuk mencatat penjelasan dari panitia. Wajahnya tidak terlalu tampan namun sangat teduh saat dipandang.
"eh kamu kay kan? Kayana Adera?" tanya seorang wanita dari arah belakang ku, saat aku menoleh betapa kagetnya aku, ternyata asal suara tersebut dari Bu Linda, mantan dosen psikologi ku dulu.
"MasyaAllah. Ibu apa kabar? Ibu masih ingat Kay?" jawabku senang.
"Alhamdulillah baik? Kamu sendiri apa kabar? Makin cantik aja setelah berhijab. Mana mungkin saya bisa lupa dengan mahasiswi yang paling kritis hingga lupa waktu kalo sudah bertanya, hehhee.. Kamu panitia juga disini? Tapi kok saya baru lihat kamu yaa?" tanya bu linda.
"Alhamdulillah saya juga baik buk. Ibu juga makin cantik, hehehe.. Kelas ibu penuh misteri yang sulit saya cerna makanya saya banyak tanya bu. Hehee.. Saya peserta seminar bu, adek saya yang panitia disini, saya cuma bantu-bantu aja bu, daripada bengong sendirian mending saya bantu-bantu disini hehehe, ya sudah saya keluar dulu ya bu, tidak enak ganggu waktu meetingnya" jawab ku.
"meetingnya sudah selesai kok, ya kan dek panitia?" Tanya Bu Linda pada para panitia
"iya bu, meetingnya sudah selesai kok, silahkan nikmati snacknya" jelas panitia yang memimpin jalannya meeting tadi.
"ayo ngobrol sebentar disini, masih ada 1 jam sebelum seminarnya dimulai" pinta Bu Linda, sebenarnya aku merasa tidak enak ngobrol dengan bu Linda diruangan panitia dan seperti ini, tapi aku juga tidak bisa menolak ajakan Bu Linda.
"Oya denger-denger kamu mau nikah ya sama Ardi ya?" tanya Bu linda.
"inshaAllah buk." jawab ku.
"nanti bu, saat waktunya saya pasti menikah hehhe. InshaAllah saat saya menikah nanti seluruh civitas akademik saya undang bu. Tapi ibu harus datang ya hehhee" jawabku.
"InshaAlla nanti saya datang." jawab Bu Linda. Entah kenapa pertanyaan bu Linda bagai anak panah yang sangat tepat sasaran, sialnya rasa sakit kemarin masih terasa sama.
" ungkapkan saja nanti semua beban fikiranmu di forum, lebih baik dikeluarkan daripada disimpan sendiri" bisik Bu Linda sambil tersenyum.
"yaudah sampai ketemu di forum ya kay, saya tunggu pertanyaan-pertanyaan dari kamu. Hehhee" sambung bu linda.
"ehh iya bu" jawabku malu.
Bu linda memang hebat dari dulu hingga sekarang selalu tau setiap aku dan temen-teman lainnya punya masalah. tapi mana mungkin aku bisa mengungkapkan permasalahan ku didepan orang banyak, aku terlalu malu untuk itu.
Akhirnya acara seminar pun dimulai, ternyata benar laki-laki muda diruang meeting tersebut salah satu dari narasumber dan usianya hanya terpaut 2 tahun dari ku. Yang membuatku tertarik ternyata diusianya yang sangat muda (24 tahun) sudah banyak prestasi yang dituainya, dia sudah lulus S2 psikologi dengan nilai cumlude, dia juga seorang Qori dan motivator, plus nya lagi dia belum menikah.
Para audience yang sebagian besar wanita seakan-seakan langsung tersihir melihat wajahnya yang teduh dan senyum ramahnya yang tidak dibuat-dibuat, sekan ada gambar love di kedua mata audience saat melihatnya, Muhammad Akbar, instruktur termuda di seminar ini.
Ternyata seminar ini dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama pembukaan dilanjut penjelasan materi dari keempat narasumber hingga adzan dzuhur. Lalu kita diajak sholat berjamaah di ruangan yang telah disediakan dan lanjut dengan makan bersama.
Disesi kedua dimulai dari pukul 13.30 wib hingga adzan ashar. Disesi kedua ini adalah sesi tanya jawab dan diskusi. Sesi ketiga adalah sesi penutup dan foto bersama.
Sesi pertama pun telah dimulai sejak 15 menit yang lalu, acara dibuka oleh moderator yang tidak lain adalah Qiana dan kata sambutan dari panitia. Sekarang satu persatu instruktur menyampaikan materinya dan sudut pandang sesuai thema seminar kali ini yaitu mengenai cinta dan pernikahan yang intinya hampir semua sama yaitu libatkan Allah dalam memilih cinta dan pernikahan.
Tapi ada 1 kalimat penutup yang begitu mengusik ku yaitu "lebih baik menyesal karena gagal menuju pernikahan daripada menyesal setelah pernikahan. Karna pernikahan bukan muara dari cinta tapi pernikahan adalah hulu (awal) dari cinta". Menurut ku itu kata-kata yang indah untuk ku disituasi ku saat ini, namun yang mengganggu ku adalah karena yang mengatakannya adalah akbar, narasumber termuda yang bahkan belum menikah.