
Author POV
Setelah pamit kepada keluarga kay, ardi dan keluarganya berkumpul di rumah mamanya ardi. Sesampainya di rumah mamanya ardi, bukan pertanyaan yang di dapat oleh ardi tapi tamparan yang begitu kuat dari mamanya. Ardi terhentak sesaat lalu bersimpuh memeluk kaki mamanya memohon maaf.
"apa gunanya maaf mu saat ini! Permintaan maaf mu gak akan merubah keadaan!" teriak mamanya ardi frustasi.
"nikahi siska! Malam ini juga kamu harus nikahi siska!" ucapnya lagi.
"tapi ma.. Ardi yakin itu bukan anak ardi. Gugurin..."
Buukkk!! Satu tinju mendarat sempurna di rahang ardi bahkan sebelum ia sempat menyelesaikan perkataannya.
"anak sialan!! Jangan harap kamu bisa mangkir dari tanggung jawab!!" ucap taufik, papa tiri ardi.
Ardi tampak meringis menahan sakit, terasa asin disudut bibirnya. Ia gak mau menikah dengan siska, satu-satunya wanita yang ingin ia nikahi adalah kay. Diliriknya papanya meminta dukungan namun Papanya ardi memilih untuk membuang muka, terlihat jelas gurat sedih, kecewa serta marah di wajah papanya ardi, namun ia lebih memilih menyembunyikannya dalam diam.
Ardi pasrah dengan keputusan yang telah ditentukan ketiga orang tuanya untuknya. Dengan berat hati ia menerima pernikahan ini, namun didalam lubuk hatinya hanya ada kay dan ia bertekad untuk mendapatkan kay kembali.
"besok saya akan mengumpulkan berkas-berkas untuk mendaftarkan pernikahan kalian." ucap taufik setelah selesai menikahkan ardi dan siska.
"setelah anak ini lahir, saya akan menikahkan kalian lagi" ucapnya lagi.
"itu jika terbukti kalau anak yg di kandung siska memang anak aku!" ucap ardi sinis lalu meninggalkan mereka semua menuju kamarnya.
Keinginan siska untuk menikah dengan ardi akhirnya terwujud tapi entah kenapa ia sama sekali gak bahagia. Bukan situasi seperti ini yang di harapkannya.
Satu bulan berlalu, ardi sama sekali tidak berbicara dengan siska bahkan ardi menolak untuk tidur sekamar dengan siska. Ardi juga masih sering mengganggu kay, gak peduli dengan seberapa banyak ancaman yang di berikan ayahnya kay, ia masih gigih mendatangi kay.
Beberapa bulan telah berlalu kini kandungan siska masuk dibulan ke 7, dan sekalipun ardi tak pernah menemaninya umtuk check up kandungan. Bukan pernikahan seperti ini yang siska harapkan. Siska begitu meratapi hidupnya yang terus diselimuti awan gelap. Tiba-tiba perutnya mulai kencang diiringi rasa mulas yang teramat menyakitkan. Ini kali pertama ia merasakan kontraksi, walau ia sudah menyiapkan diri untuk hal seperti ini tapi nyatanya ia tetap gak kuat menerima rasa sakit ini.
Siska mencoba keluar kamar, mencari mamanya. Baru selangkah ia berjalan, ia merasa seperti ada air yang mengalir di sela kakinya, ia lirik kebawah, darah!!
"maaamaaaaa!!!" teriak siska histeris lalu pingsan. Ardi yang kebetulan melewati depan kamar siska terlonjak kaget mendengar teriakan siska, refleks ia mencoba membuka pintu kamar siska. "sial!! Dikunci!" umpat ardi. Ntah kenapa tiba-tiba ada rasa takut yang menjalar masuk ke fikiran ardi. Gak lama mamanya ardi datang, ia sama khawatirnya dengan ardi.
"dobrak aja pintunya di!" ucap marisha (mamanya ardi) khawatir. Ardi pun mendobrak pintu kamar siska, saat pintu terbuka betapa kagetnya mereka melihat siska terbaring di lantai dengan darah disekitar kakinya.
Mereka membawa siska ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit, dokter menyarankan untuk segera melakukan tindakan operasi karna siska sudah mengalami pendarahan dan juga karena ketubannya yang sudah pecah.
Rasa takut terus menyusup masuk kedalam diri ardi. Belum pernah rasanya ia mengalamin ketakutan sedemikian kuatnya. Ia sendiri juga bingung dari mana asalnya rasa takut itu, yang jelas ia takut terjadi suatu hal yang buruk dengan siska dan anaknya. -anaknya?!-
Dokter keluar dari ruang operasi, lalu mengajak ardi dan mamanya menuju ruangannya.
"bagaimana kondisi anak dan cucu saya dok?" tanya marisha panik.
"anak dan cucu ibu selamat. Tapi keduanya masih dalam kondisi kritis. Saat ini anak ibu dalam keadaan koma dan sedang dirawat diruang ICU." jelas dokter mita, dokter obgyn yang membantu proses persalinan siska.
"astaghfirullah.. Ya Allah..." pekik marisha.
"bayinya dok?" tanya ardi.
"begini, bayinya ibu siska lahir prematur dengan berat 1.457 gram. Itu termasuk dalam katagori berat lahir sangat rendah. Bayi prematur biasanya mengalami beberapa komplikasi, seperti gangguan pernapasan, anemia, gangguan nutrisi, ketidakseimbangan cairan, infeksi, sampai hiperbirilubin atau dikenal dengan sebutan penyakit kuning." jelas dr. Mita.
"dan bayi ibu siska juga tidak luput dari komplikasi yang saya sebut kan tadi. Saat ini kami juga sedang memantau perkembangan si kecil, dan kita disini juga sudah memberikan perawatan yang terbaik dan semaksimal mungkin untuk ibu siska dan bayinya. Selanjutnya kita hanya bisa berdoa memohon kesembuhan untuk mereka berdua." ungkap dr. Mita.
"boleh, asal bergantian." jawab dr. Mita
"terimakasih dok." jawab ardi. Ardi memeluk mamanya yang masih terisak, hatinya pilu mendengar suara isak tangis mamanya.
"ayo ma, kita jenguk siska dan cucu mama." bisik ardi yang dijawab anggukan oleh mamanya. Marisha masuk terlebih dahulu untuk menjenguk siska lalu cucunya yang berada di ruangan lain. Selama mamanya menjenguk siska ardi mulai mengabarkan kondisi siska kepada papanya dan ayah tirinya yang saat ini sedang tugas diluar kota.
"cucu mama ganteng mirip banget dengan kamu sewaktu bayi hiks hiks..." ucap marisha sesaat setelah keluar dari ruang intensif khusus bayi.
Ardi memasuki ruangan yang baru ditinggalkan oleh mamanya dengan langkah yang sangat berat, langkah penuh penyesalan, langkah penuh kesedihan.
Air mata yang sedari tadi ia tahan luruh ketika melihat bayi dihadapannya begitu kecil dan kurus namun begitu banyak selang dan jarum yang menusuk di bawah kulitnya. Ia terduduk dan menangis pilu didepan box bayinya.
"maaf nak, maafin papa. Maafin papa yang tidak mau mengakuimu, maafin papa yang tifak pernah peduli dan perhatian sama kamu dan mama kamu. Maafin papa nak. Hiks.. Hiks... Hiks..."
"kamu kuat nak, kamu harus bertahan ya sayang hiks... Papa janji akan memulai semuanya dari awal dengan kamu dan mama mu. Kamu jagoan mama papa. Kamu pasti kuat. Hiks... Hiks..." ucap ardi. Ia gak pernah merasakan sakit yang begitu menyesakkan dadanya. Dia merasa kacau, dia merasa bersalah. Sebelum ardi meninggalkan ruangan intensif bayinya tak lupa ia melantunkan azan untuk putranya.
"Attaya. Nama kamu Attaya. Karena kamu anugrah terindah untuk mama dan papa. Kamu harus kuat, dan kamu pasti kuat nak. Papa gak sabar menunggu waktu dimana kita bisa berkumpul bersama, hanya kamu, mama dan papa." ucap ardi sesat sebelum keluar menuju ruang rawat siska.
"hai sis. Anak kita udah lahir kok lo malah tidur terus sih." ucap ardi berusaha tegar.
"maafin gue sis. Gue tau ini semua salah gue. Lo begini juga karna gue, anak kita begini juga karna salah gue. iya sis lo gak salah denger kok. gue memang bilang "anak kita".. Hiks.. Hiks.. Hiks.." ucap ardi. Ditatapnya wajah siska, ia bahkan gak pernah menyadari betapa tirusnya wajah siska dan betapa kurusnya tubuh siska. Ya.. Memang sebegitu gak pedulinya selama ini ardi terhadap siska, dan kini ia menyesalinya. Ardi meraih tangan siska yang lalu menggenggamnya erat.
"tangan lo dingin banget sis hiks.. Lo kan benci dingin hiks.. Ayo bangun, ayo kita pulang. Ayo kita mulai semuanya dari awal lagi. Hanya ada lo, gue, dan attaya anak kita. Hiks.. Hiks..."
Ardi hanya bisa menenggelamkan wajahnya ke diatas kasur rumah sakit yang ditiduri siska, sedangkan tangannya masih menggenggam erat tangan siska. Suasana hening ruang ICU menambah pilu keadaan pasalnya hanya suara isak tangis ardi yang terdengar menggema di ruangan itu.
"ya Allah.. Hamba tau hamba hanyalah hamba mu yang hina, hamba tau hamba lebih kotor dari sampah. Tapi hamba mohon selamatkan anak dan istri hamba ya Allah.. Hamba mohon mukjizat mu. Hiks.. Hiks..." doa ardi dalam hati.
Tit.. Tit.. Tit... Tit.. Tit...
Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit.....
"dokteeerrr!!" teriak ardi sambil menekan tombol darurat disamping ranjang pasien.
"dokteeer!!!"
-Season 2 End-
##########
Hai readers yang baik hati dan budiman..
Makasih banyak buat kalian yang masih tetap setia baca Kayana sampai selesai season 2 ini, padahal author semakin hari semakin gak jelas kapan updatenya hehehe.
Pokoknya author bener-bener berterima kasih untuk semua dukungan dan semangat dari readers.
Selanjutnya sampai jumpa di season 3. spoiler dikit nih, di season 3 nanti ceritanya kembali ke kay, yang kemarin nanya kabar simotivator muda, bakalan kalian jumpai kok di season 3 nanti.
So, dukung terus KAYANA ya...
😘😘