KAYANA

KAYANA
15



"jadi kapan perkiraan lahirnya kay?" tanyaa bina membuyarkan lamunan aca.


"perkiraan dokter sih masih 2 mingguan lagi, tapi kata dokter bisa kapan aja karna sudah hampir masuk minggu ke 38." jawab kay.


"cowok atau cewek nih calon ponakan gue." tanya bina antusias.


"terakhir usg sih kata dokternya cowok." jawab kay.


"mau cowok atau cewek yang penting sehat dan gak kurang suatu apapun." ucap fira yang diamini oleh yang lainnya.


"eeh.. Kemarin waktu datang ke resepsi adiknya kay gue ketemu cowok ganteeng bangeet. Langsung lumer hati gue." ucap aca sedikit heboh, sebenarnya ia hanya gak mau lebih teman-temannya lebih fokus dengan kay daripada dirinya. Kay gak terlalu menanggapi cerita aca apalagi untuk berkomentar, karna memang dari dulu ia gak pernah suka membicarakan lawan jenis, masalah cinta-cintaan ataupun gosip-gosip yang katanya makin digosok makim sip ceritanya. kalau kay bisa menghindar dari mendengar cerita-cerita tak berfadah seperti ini maka dia akan menghindar. tapi Jika ia sama sekali tidak bisa menghindar seperti saat ini, maka ia lebih memilih diam dan tidak menanggapi sama sekali, menyumbat telinganya dengan pikiran-pikirannya sendiri.


"lo gak berubah ya ca, dari dulu sampai sekarang yang dibahas gak jauh-jauh dari yang namanya laki-laki" ucap bina.


"kalau gak gitu bukan aca namanya." celetuk fira.


"lo pada juga kalo ngelihat tuh cowok pasti langsung naksir sama kaya gue, ya gak fir?." ucap aca. Fira hanya memutar bola matanya, ia jengah dengan kelakuan sepupunya itu. Padahal usia mereka sudah hampir kepala 3, tapu bisa-bisanya aca membicarakan laki-laki layaknya ABG yang lagi puber.


"calon imamable bgt deh." sambung aca.


"liat dimana lo?" tanya bina.


"dimesjid dekat rumah kay. Waktu kita sholat ashar dia imamnya." cerita aca.


Deg... Jantung kay seperti ada yang memukul. Perasaannya mulai gak enak. Untuk pertama kalinya ia menyimak cerita aca tentang laki-laki.


"gila.. Itu suara merdu banget. Begitu selesai sholat, gue sengaja cepat-cepat keluar biar bisa ngintip muka tu imam. MasyaAllah.. Adem banget gue liatnya. Gantengnya gak ketakar lagi. Apalagi pas senyum, duh itu lensung pipi bikin gue meleleh semeleleh-melelehnya. Akbar mah lewat." lanjut aca.


Deg.. Perasaan kay mulai gak enak. Jangan-jangan yang dibicarakan aca adalah suaminya. Tapi ia tak mau bersuudzon, ia mengharap bahwa itu hanya praduganya aja.


"tapi sayang udah punya binik. Wkwkkk" ucap fira.


Deg.. Deg...


"lah emang kenapa kalau udah punya istri, tinggal ditikung dipertigaan atau jadi yang kedua pun gue rela." ucap aca tanpa ragu, ntah hanya bercanda atau serius hanya aca dan Allah yang tau.


"dasar gila lo!! emang istrinya mau dipoligami? Mau jadi pelakor lo!!" ucap fira. Ia memang sensitif untuk masalah pelakor, pasalnya rumah tangganya yang baru berjalan 1 tahun hancur karna adanya orang ketiga alias pelakor.


"kok lo yang sewot sih, kaya elo aja istri si babang tamvan!" ucap aca tak mau kalah.


"nah itu lo tau. Jadi gak akan ada tempat buat pelakor kaya lo di hidupnya" timpal fira sewot, dia sama sekali gak habis pikir dengan cara berfikir sepupnya itu


"ya karna itu, kalau istrinya sholeha pasti diijinin lah suaminya kawin lagi. Dari pada lakiknya zina kan." ucap aca dengan entengnya.


Kali ini kay gak bisa meredam emosinya lagi, ia yakin laki-laki yang diceritakan oleh aca adalah suaminya. Kay tak terima suaminya menjadi objek fantasi wanita lain walau itu oleh sahabatnya sendiri. Bahkan jika yang berbicara itu adik kandungnya sendiri, ia juga akan marah dan tidak terima.


"emang semua istri sholeha harus terima jika suaminya berpoligami?" tanya kay. Aca, bina, dan fira kaget karna ini pertama kalinya kay menanggapi cerita tak berfaedahnya aca.


"iya dong. Malah kemaren ada tuh viral. Ada istri yang nyariin istri kedua untuk suaminya. Nah itu baru istri sholeha. Kalo punya suami sholeh, ya di bagi-bagi dong, kasian perempuan-perempuan kaya gue yang belum kebagian. Halal ini poligami kan." ucap aca merasa benar.


"gak semua istri "sholeha" ikhlas, suaminya berpoligami. Dan gak semua suami "sholeh" berfikir untuk berpoligami. Karna mereka tau beratnya bersikap adil ketika berpoligami!." ucap kay dengan menekan kata sholeh dan sholeha. Wajah kay memerah, menahan emosi dalam dada.


Fira dan bina merasa aneh dengan kay yang menanggapi cerita tak berfaedahnya aca, mereka memilih untuk diam dan memperhatikan kay lebih jauh. Mereka akhirnya menarik kesimpulan.


"jangan-jangan laki-laki yang dibicarakan aca itu suaminya kay!" pikir fira dan bina. Fira dan bina saling tatap, seolah fikiran mereka saling terhubung.


"napa lo yang sewot sih kay!!" ucap aca ketus.


"udah-udah kita bahas yang lain aja." lerai bina.


"beneran jodoh ini. Disini pun bisa jumpa si babang tamvan." ucap aca dengan wajah tanpa dosa.


Kay, fira, dan bina melihat kearah pandangan aca. Dan benar dugaan mereka, laki-laki yang dibicarakan aca adalah suaminya kay.


"dia suami ku ca." ucap kay menatap tajam kearah aca. Sontak membuat aca membelalakan matanya, saking tidak percayanya dengan apa yang dia dengar.


"bahkan jika itu bukan suami ku, gak seharusnya seorang perempuan berfantasi tentang laki-laki terlebih ketika ia sendiri pun tau kalau laki-laki itu sudah punya istri. Gak ada satupun didunia ini istri yang rela suaminya jadi objek fantasi wanita lain. Apalagi dibicarakan didepan dirinya sendiri.


"jangan merendahkan dirimu dengan menjadi orang ketiga dengan dalih "poligami itu halal, apalagi berangan-angan untuk masuk dan merusak rumah tangga orang lain. Jangan menghinakan diri mu sendiri ca. Kalau kamu sendiri gak mampu menghargai diri mu sendiri dan orang lain, jangan harap ada orang lain mau menghargai diri mu.." ucap kay mengintimidasi.


Aca benar-benar gak percaya kay yang biasanya kalem bisa semarah itu bahkan ucapan kay cukup mengintimidasi dirinya. Ia merasakan hal yang sama ketika ia di tolak akbar dulu. Rasa marah dan malu bercampur jadi satu. Mana ia tau bahwa laki-laki yang ia maksud adalah suaminya kay!


"maaf, suami ku udah jemput. Aku balik duluan ya. Assalamualaikum" ucap kay.


"waalaikumsalam" ucap mereka, kecuali aca yang terlihat masih shock dengan kenyataan yang ada. Terlebih ketika ia melihat kay berjalan kearah laki-laki tersebut lalu mencium tangan laki-laki tersebut yang dibalas belaian dikepala dan elusan diperut buncit kay. Terlihat mesra dan hangat. Hingga ia sadar bahwa laki-laki tersebut benar suaminya kay.