KAYANA

KAYANA
02



Karena tuntutan pekerjaan papa sering keluar kota, dan aku jadi lebih sering dirumah sendirian.


"coba aja ada Siska" kata ku dalam hati.


Biasanya sepulang sekolah aku sering hang out atau sekedar main ps di rumah bareng Siska. Sejak Siska pindah aku jadi serasa mati langkah. Jangankan hangout, main PS juga sudah tidak ada serunya.


Yah, sejak ada Siska aku memang jarang main bareng teman sekolah. Ya paling sepulang sekolah hangout bareng teman sekolah (bareng Siska juga tentunya), dan kalau libur sekolah ya paling main PS seharian di rumah bareng Siska. Jadi wajarkan saat ini aku jadi merasa mati kutu, bingung, bosen, tak tau mau ngapain.


Hari ini tumben-tumbenan papa ngajakin main ps bareng, yah dari pada aku cuma bengong seharian di kamar, jadilah akhirnya aku main ps bareng papa.


"kamu udah tidak dekat dengan Kay lagi ya Di?" tanya papa.


"masih dekat kok pa, tapi emang udah jarang main aja." jawab ku.


"lah emang kenapa? Bukannya Kay "partner in crime" kamu dari dulu ya?"


"mungkin karena Ardi sama Kay sudah tidak sekelas pa" jawab ku.


"bukannya karena kamu lebih sering main siska ya makanya kamu udah tidak main bareng kay lagi? Bahkan libur sekolah gini kamu bukannya keluar hangout bareng temen tapi malah main ps bareng papa gini." kata papa sambil sengaja menyenggol keras lengan ku sampai stik ps hampir jatuh dari tangan ku.


"wah papa curang nih. tidak gol kan jadinya." kata ku sedikit kesel.


"hahaha... sengaja" jawab papa


"kemarin papa tidak sengaja ketemu di jalan. Makin cantik, udah tidak tomboy seperti waktu kalian kecil dulu." lanjut papa.


"siapa?? Kay??" tanya ku yang cuma dijawab anggukan oleh papa.


"ahh.. Perasaan papa aja tuh. menurut Ardi, Kay masih sama aja kayak dulu, Tidak ada cantik-cantiknya." jawab ku.


"masa sih, kemarin papa liat cantik begitu." jawab papa ragu.


"mungkin karena papa sudah lama tidak melihat Kay, jadi ngerasa ada yang beda, kalau aardi kan liat Kay setiap hari" jawab ku.


"hmm.. Mungkin juga." jawab papa singkat.


"kelas 2 nanti kamu ikutan ekskul gih. Biar tidak bosen dirumah, biar ada kegiatan." sambung papa.


"liat nanti deh pah". Jawab ku.


Ternyata seru juga main ps bareng papa, ya walau papa main banyak curangnya sih, tapi tetap seru. Hmm... Aku sudah lupa kapan terakhir kali aku main seseru ini bareng papa.


Malam ini aku tak bisa telponan dengan Siska seperti biasa, kata Siska malam ini dia bersama mama dan om Taufik mau kerumah bosnya om Taufik. Akhirnya aku yang gabut cuma bisa bengong sambil menghayal tidak jelas.


Aku yang bengong sendirian di kamar entah kenapa tiba-tiba jadi teringat Kay.


"udah berapa lama ya gue tidak main bareng k


Faktanya walau kita satu sekolah, tapi aku dan Kay hampir tidak pernah ketemu. Ya gimana mau ketemu, selain memang kita tidak sekelas tapi tiap jam istirahat aku mainnya di kantin belakang biar bisa ketemu Siska.


Kantin belakang itu kantin bersama untuk anak SMA ku dan SMP sebelah -sekolahnya Siska. Belum lagi sepulang sekolah, aku langsung meluncur ke SMP sebelah buat jemput Siska, atau Siska yang sudah berdiri di depan gerbang sekolah ku buat pulang bareng.


"Sudah berapa lama ya tak main bareng lagi? kangen juga main bareng Kay" gumam ku dalam hati.


Tidak terasa liburan semester sudah berakhir, akhirnya kembali ke sekolah. Di kelas 2 ini ternyata aku sekelas dengan Kay. Dan bener kata papa, kalau Kay makin cantik, cantiknya ake banget malah.


Rambut hitamnya yang dulu tidak pernah melewati bahu kini panjang menjuntai hingga ke pinggangnya, sangat serasi dengan kulit putihnya.


"hayooo... Lagi ngeliatin siapa lo sampai blushing gitu?" tanya ijal mengagetkan ku.


"Bukan siapa-siapa kok" jawab ku gugup. Gugup?? Loh kok aku jadi salah tingkah gini yaa...


"lo ngeliatin cewek gue ya?" tanya ijal.


"siapa? Kay?" selidik ku.


"ooo.. Jadi lo liatin Kay" jawab ijal sambil tertawa geli.


"Bukan a" jawab ku cepat.


"lo pacaran sama Kay?" selidik ku.


"kalau iya kenapa?" jawab ijal.


Deg..


"emangnya tak boleh?" tanya ijal


Deg..


"ooo tidak kenapa-kenapa" jawab ku. Kok aku tidak terima ya kalau Ijal pacaran sama Kay. Ehh.. Loh??


"au ahh" gumam ku.


Mungkin karena sekelas dengan Kay, makanya sekarang kami jadi deket lagi. aku juga jadi sering main bareng Kay lagi seperti dulu. Walau sekarang Kay sudah tidak tomboy seperti waktu kami kecil tapi main bareng Kay sekarang masih sama serunya seperti dulu, sampai kadang aku lupa telponan sama Siska.


Saat lulus SMA aku baru tau kalau ternyata Kay tak pernah sekalipun pacaran sama Ijal. Dari mana aku tau? Ijal sendiri yang cerita. Ternyaat Ijal memang pernah suka sama Kay, tapi tidak pernah ngungkapin perasaannya ke Kay, katanya dia takut kalau putus bakalan mempengaruhi persahabatan kami. Ya maklum, karena ijal juga sudah jadi sahabat ku dan Say sejak jaman SD.


Setelah lulus SMA, Ijal keterima di universitas negeri sedangkan aku dan Kay sama-sama kuliah di universitas Pancasila, gue jurusan komunikasi sedangkan Kay jurusan psikologi.


Sejak tau kalau Ijal dan Kay tidak pacaran, aku jadi makin gencar deketin Kay. Karena aku dan Kay satu kampus, jadi hampir setiap hari aku antar jemput Kay. Kadang aku sengaja ke kampus buat antar jemput Kay walau tidak ada mata kuliah. ya.. Namanya juga PDKT, pasti banyak modusnya lah. Untungnya aku memang sahabatan sedari dulu dengan kay, jadi aku tidak takut bakal ketauan kalau lagi modusin kay. Hehehe..