
Author POV
Uueeekkk... Uueeekk..
Siska mencoba memuntahkan seluruh isi perutnya, namun seberapa besarpun usahanya tidak ada yang keluar dari dalam perutnya. Ia merutuki nasibnya yang begitu sial. Gimana tidak, rasa cintanya yang begitu besar sudah membuatnya memilih menyerahkan semua yang ada didirinya pada orang yang ia cintai. Tapi sialnya baik 3 bulan yang lalu maupun 2 bulan yg lalu, pria yang ia cintai sama sekali gak ingat pernah mencumbunya.
Ia menyesal membiarkan pria itu mencumbunya dalam keadaan mabuk berat. Ya pria tersebut adalah ardi, kakak tiri, sahabat, maupun cinta pertamanya.
Tling.. Tling.. Chat dari ardi.
Ardi: jangan kemana-mana. Gue otw kosan lo.
Siska: ok.
Siska sadar kalau ardi saat ini sedang ribut dengan kay. Karena udah jadi kebiasaan ardi selalu kabur ke kosannya saat lagi ribut dengan kay. Saat itu juga siska bertekad akan melakukan segala cara untuk merebut ardi dari kay. Bagaimanapun ardi harus bertanggung jawab atas janin yang ada dalam kandungannya.
Gak lama ardi sampai di kosan siska dan langsung merebahkan diri di atas kasur siska. Siska hanya menghela nafas saat melihat betapa kusut dan frustasinya wajah ardi, ia memberanikan diri untuk mendekat dan memaksa ardi untuk menceritakan masalahnya.
Ternyata masalah mereka hanya kesalahpahaman dari sebuah foto. Ardi yang terbakar api cemburu sampai gak bisa berfikir jernih, dilihat bagaimanapun itu bukan kay. Siska langsung ambil kesempatan buat memanas-manasi hati dan fikiran ardi, dan usaha siska gak sia-sia, wajah ardi kembali memerah karena amarah.
Dewi fortuna kembali memihal siska, ia melihat ada kesempatan kedua untuk merebut ardi dari kay. Dan kesempatan kedua itu pun gak disia-siakan siska, jika tadi siska memanas-manasi ardi, dikesempatan kedua ini siska mencoba memanas-manasi kay. Siska mencoba merangkai kalimat-kalimat intimidasi untuk kay tak lupa pula ia bubuhi kebohongan didalamnya.
Siska: kay, ardi di kosan gue. Lu apain nih anak sampai kacau gini. Ni anak sampai mabok berat gini!!" ketik kay lalu mengirimkannya ke kay.
Tling... balasan dari kay.
Kay: kamu jangan bohong sis, ardi baru aja dari rumah ku. Lagian ardi merokok aja gak pernah apalagi mabuk-mabukan.
Siska tersenyum tipis membaca chat balasan kay.
"lo terlalu lugu kay. Gak cocok buat ardi. Ardi cocoknya cuma sama gue." ucap siska dalam hati. Selanjutnya siska mengirim chat yang isinya mengarang bebas. Yang penting bisa manas-manasi kay.
Siska: kalau lo gak percaya ni gue kirim fotonya.
"untung gue punya foto ardi lagi minum (alkohol). Hehehe 😈 " ucap siska dalam hati. Lalu siska menghapus semua chat yang dia kirim untuk kay begitu juga dengan balasan dari kay.
Uuueeekkk... Uueeekk..
"sial, kenapa harus muntah sekarang sih. Jangan sampai ardi curiga. Belum saatnya ardi tau!" umpat siska dalam hati.
"maag gue kambuh." ucap siska berbohong.
"tolong kerokin gue." ucap siska lagi. Setelah ardi setuju siska mulai membuka kancing kemejanya satu persatu. Baru 2 kancing yang di buka oleh siska tapi raut wajah ardi langsung berubah, mukanya langsung memerah dan terlihat jelas kalau dia sedang gugup. Padahal dibalik kemeja siska masih ada kaos tapi pikiran ardi langsung liar ntah kemana.
"dasar buaya!" ucap siska dalam hati. Tiba-tiba ide gila langsung muncul di kepalanya. Dia sama sekali gak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Malam ini dia bertekad untuk mendapatkan ardi, siska gak perduli walau harus di tukar dengan tubuhnya.
Siska memulai berakting, baginya akting nangis bukan hal yang sulit karena saat SMA ia masuk di klub teater.
Aktingnya bermula dari ia mulai menangis dan menyatakan perasaannya pada ardi hingga akhirnya ia merayu ardi dengan segala yang ada pada dirinya, termasuk tubuhnya. Dan bingo.. Ardi masuk dalam perangkap siska.
Siska: jal, si ardi di kosan gue. Mabuk.
Tling tling.. Balasan dari ijal.
Ijal: lah emang kenapa?
Siska: ribut sama kay. Sampe frustasi. Katanya mau batalin rencana pernikahannya.
Ijal: gue kesana.
Siska: udah jam 12, udah gak boleh terima tamu. Besok pagi aja lo kesini, ni jg ardi udah tdur.
Ijal: ok..
Setelah siska selesai mengirim pesan singkat ke ijal, selanjutnya ia membuka pintu kosannya dan membiarkannya sedikit terbuka lalu selanjutnya ia masuk kekamar untuk tidur namun pintu kamarnya sengaja ia buka lebar-lebar. Jadi ijal bisa memergoki mereka saat sedang tidur bersama.
Jam sudah menunjukam pukul 9 pagi namun belum ada tanda-tanda ijal buat datang. Rencananya bisa gagal total kalau ijal gak datang dan mergokin mereka sedang tidur bareng. Siska pura-pura tidur ketika ardi mulai terbangun.
"sial! Gue harus ngulur waktu sampai ijal datang."
"mau kemana?" ucap siska.
"mandi" jawab ardi.
Selesai mandi pasti ardi pamit pulang, ck!" pikir siska.
"ikuut." ucap siska. Ardi terlihat kaget dengan jawaban siska tapi akhirnya ada senyuman tipis disudut bibirnya. Siska yang melihat itu menjadi tahu apa yang harus dilakukannya untuk mengulur waktu.
"gue mau mandi siska. Lo mau ngapain ikut?" tanya ardi.
"gue.." ucap siska terbata..
"Duh gue jawab apa ya?" tanya siska dalam hati.
"gue mau lagi." jawab siska malu.
"duh malu-maluin banget deh mulut lo sis!!" umpat siska dalam hati. Ternyata semua laki-laki sama, BUAYA, dan buaya bangkai aja dimakan apalagi daging segar.
"jangan buru-buru, gue mau menikmati setiap sentuhan lo di." bisik siska pada ardi yang seketika membuat bulu kuduk ardi meremang.
Permainan dimulai, ranjang siska kembali bergoyang, udara dikamar siska serasa panas untuk mereka berdua. Baru setengah permainan dan stamina mereka masih banyak -walau mereka belum makan sejak tadi malam- mendadak harus berhenti di tengah jalan karena teriakan dari ijal.
Siska sedikit kecewa karena permainan mereka harus berhenti ditengah jalan, tapi ia juga senang karena ini lebih dari yang dia harapkan, ia gak perlu bercerita apapun dan ardi gak bisa berbohong u tuk menutupi kelakuan nya karna bukti yang ijal dapat sama sekali tak terbantahkan. Siska tersenyum tipis mendengar makian ijal terhadap dirinya dan ardi.
"misi sukses" ucap siska dalam hati.