KAYANA

KAYANA
Season 2. episode 01



•Ardi POV•


Nama ku Ardiansyah, ya hanya Ardiansyah. Aku tunangannya Kay (entah masih pantas atau tidak aku buat Kay).


Aku mengenal Kay sejak zaman baheula, pasalnya dulu rumah kami bersebelahan. Bahkan kami satu sekolah mulai dari sekolah dasar hingga kuliah. Bagi ku dulu Kay adalah partner in crime ku.


Kay itu anaknya tomboy, namun cengeng. Karena itu aku hanya menganggapnya seperti adik ku sendiri yang harus aku jaga dan lindungi (maklum, aku anak tunggal yang bercita-cita ingin punya adik).


Saat aku kelas 6 SD orang tua ku bercerai dan akhirnya aku ikut mama. Rumah yang kami tempati selama ini akhirnya dijual atas kesepakatan mama dan papa (ya.. Seperti harta gonogini gitu, ya karna memang rumah ini di beli dan di bangun bersama mama dan papa). Setelah bercerai, papa tinggal diluar kota karena dipindah tugaskan oleh perusahaannya. Sedangkan aku dan mama ngontrak tidak jauh dari sekolah SLB tempat mama mengajar.


1 tahun kemudian mama menikah lagi dengan sepupu teman kerjanya mama, namanya om Taufik. Om Taufik bekerja sebagai staff lapangan disalah satu perusahaan perkebunan swasta (aku juga kurang paham om Taufik bekerja di bagian apa), jadi dia sering keluar kota untuk urusan pekerjaannya. Bahkan setelah menikah dengan mama, om Taufik juga masih sering dinas keluar kota, bisa beberapa hari, beberapa minggu atau beberapa bulan.


Ternyata om Taufik punya seorang anak perempuan namanya Siska, usianya hanya satu tahun lebih muda dari ku. Belakangan aku tau kalau ternyata Siska bukan anak kandung om Taufik, tapi ternyata Siska itu anak dari kakak laki-lakinya om Taufik yang telah meninggal karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu.


Siska itu cantik, tubuhnya tinggi bahkan lebih tinggi dari ku saat itu. Anaknya pemalu saat awal bertemu (dan malu-maluin kalau sudah akrab hehehe). Tapi karena kita satu rumah akhirnya kita cepat akrab, ternyata siska itu anaknya asik banget diajak ngobrol, diajak main (mulai dari main ps, game online, diajak manjat pohon juga ayo aja), dan ternyata siska punya sifat manja, manja banget malah. walau dia manja banget tapi dia tidak cengeng, tidak seperti Kay. Hmm...


Sejak ada siska di hidup ku, aku jadi jarang main dengan Kay. Partner in crime ku kini ganti dari Kay menjadi Siska. Menurut ku Siska itu lebih asik diajak main daripada Kay. Jadinya aku berinteraksi dengan Kay hanya saat disekolah saja.


Sejak di kelas 2 SMP aku sudah tidak sekelas lagi dengan Kay, alhasil interaksi kita jadi semakin berkurang. Kita jadi tidak pernah main bareng lagi, saat ini interaksi kita hanya sebatas say hallo saat berpapasan.


Kalau ditanya aku kehilangan Tay atau tidak, jawabannya tidak sama sekali, apalagi sejak aku satu sekolah sama Siska jadi aku hampir lupa dengan Kay. Saat di SMA pun aku dan Kay satu sekolah namun karena kami di kelas yang berbeda, jadi kami juga jadi semakin jarang berinteraksi.


saat aku ujian kenaikan kelas ternyata om Taufik dipindah tugaskan oleh perusahaannya ke salah satu perkebunan mereka di daerah Jambi, dan wajib tinggal disana. Akhirnya mama memilih resign dari pekerjaannya dan ikut om Taufik pindah ke Jambi. Sedangkan aku lebih memilih untuk tinggal disini bareng papa ku.


Waktu Siska tau aku tidak ikut pindah, dia juga memutuskan untuk tidak ikut mama dan om Taufik pindah ke Jambi.


"pokoknya kalau Ardi tidak ikut pindah, Siska juga tidak mau pindah!" tegas siska.


"kalau kamu tidaak ikut, kamu mau tinggal dimana Sis?" tanya mama.


"siska bisa tinggal bareng Ardi!" jawabnya.


"kan tidak diizini sama papanya Ardi, sis." jawab mama.


"lo bantu omongin ke bokap lo dong Di!" kata siska.


"mau bantu ngomong gimana sis, lo kan denger sendiri apa kata bokap gue." jelas Ardi.


"Mas Surya, suami ku dipindah tugaskan ke Jambi. Untuk sementara hingga lulus SMA anak-anak boleh tinggal dengan kamu tidak?" tanya mama pada papa. Walau mama dan papa sudah bercerai namun silaturahmi dan komunikasi diantara mereka masih berjalan dengan sangat baik.


"anak-anak??" tanya papa bingung.


"iya anak-anak. Ardi dan Siska." jelas mama.


"kalau Ardi sudah pasti boleh, toh ini juga rumahnya. Tapi kalau Siska, maaf Ris, tidak bisa!" jawab papa tegas, bikin kita semua kaget dengan jawabannya.


"loh memangnya kenapa mas? Ada yang salah dengan Siska?" tanya mama heran.


"jelas ada. Ardi dan siska itu saudara tiri. Bahkan dia juga bukan anak kandung Taufik. Yang artinya mereka tidak punya hubungan apa-apa. Aku sering keluar kota, kalau siska tinggal disini berarti mereka hanya akan berduaan dirumah. Aku tidak mau anak ku jadi gunjingan tetangga. Aku takut mereka khilaf." jelas papa.


"pikiran kamu kejauhan mas!! Mereka tidak mungkin sampai berbuat macam-macam, mereka itu sudah seperti kakak adik dan selama ini juga mereka tinggal bareng kan?!" jawab mama sedikit emosi.


"mereka itu "seperti" kakak adik. Tapi mereka bukan kakak adik. Lagian selama ini kamu juga selalu di rumah." jawab papa.


"aku yakin mereka...


"aku bilang tidak ya tidak!! Kalau memang Siska tidak mau pindah, biarin dia ngekos di dekat sekolahnya!"potong papa.


*flasback off


"yaudah kalau tidak bisa tinggal di rumah papanya ardi, siska bisa ngekos kok. Pokoknya siska gak mau pindah kalau Ardi tidak pindah! Titik!" teriak Siska lalu langsung masuk kamar.


Butuh waktu seminggu buat ngeluluhkan kekeras kepalaan Siska. Entah apa yang dijanjikan mama dan om Taufik pada Siska hingga akhirnya Siska nyerah dan dengan berat hati terpaksa ikut pindah ke Jambi.


Setelah pindah kesana setiap malam siska nelpon mengeluh, yang katanya rumahnya jelek lah, tinggal di hutan lah, susah sinyal lah, orang-orangnya kampungan lah, segala macam keluhan di keluarkan Siska.


***************


Akhirnya "KAYANA" masuk juga diseason 2, semoga suka yaa readers.. Jadi jangan lupa like and comment nya yaa


So, happy reading readers..


😘😘