KAYANA

KAYANA
03.



"2 hari lagi kamu nikah dek, udah siap kan? Terutama mental kamu dek" ucap kay.


"insyaAllah kak." jawab qiana sambil tersenyum.


"perempuan setelah menikah baktinya pindah ke suami" ucap kay.


"eeh.. tapi bukan berarti kamu boleh durhaka sama ayah dan bunda ya!" timpal kay lagi.


"iya kak, paham kok" jawab qian.


"surga mu nantinya tergantung dari ridho suami kamu, jadi kamu harus berbakti sama suamimu. Lakukan segala perintah dan permintaannya selama itu tidak melanggar syariat maka lakukanlah, senangkan dan manjakan suami mu seperti kamu menyenangkan dan memanjakan dirimu.


"Sedangkan laki-laki setelah menikah ia masih punya tanggung jawab untuk berbakti pada ibunya. Jadi kamu jangan pernah merasa cemburu pada mertua mu sendiri, apalagi sampai ngelarang suami kamu untuk memberikan uang dan perhatian buat orang tuanya. perlakukan mertua mu seperti kamu mengharapkan suami kamu memperlakukan orang tuamu dengan baik.


"Rumah tangga itu seperti satu tubuh dengan dua ruh, jika kalian berjalan bersimpangan, yang satu ke kiri yang satunya lagi kekanan pasti bakalan terasa menyakitkan. Seperti ada orang yang menarik lengan kanan dan lengan kiri kamu bersamaan, pasti sakit bukan." nasihat kay.


"adakalanya rumah tangga itu diterpa badai, adakalanya ketika cekcok yang gak bisa di hindari. Tapi semua balik lagi pada diri kalian masing-masing masih bisa tidak mengendalikan emosi. Terutama kamu nanti kalau sudah menjadi seorang istri jangan gampang meminta cerai, masalah apapun harus diselesaikan dengan kepala dingin. Tutup rapat juga masalah rumah tangga kalian untuk kalian sendiri, jangan sampai ada pihak ketiga yang ikut campur termasuk keluarga sendiri, apalagi sampai curhat di medsos. masalah rumah tangga itu aib, ketika Allah menutup aib mu jangan sampai kamu sendiri yang membuka aib kalian. kecuali masalah yang kalian hadapi itu sama sekali gak bisa kalian atasi berdua maka oleh lah kalian ajak kedua belah keluarga untuk kumpul, berembuk untuk mencari solusi terbaik." sambung kay


"insyaallah, qian ingat selalu nasihat kakak. Nasehat kakak sama banget kayak nasehat bunda, hehee" jawab qiana.


"iya soalnya sebelum kakak nikah juga bunda nasehatin kakak begini, hehehe." jawab kay.


"setelah menikah kamu bakal tinggal dimana dek?" tanya kay.


"mungkin bergantian kak, senin-kamis disini sisanya dirumah mertua kak. Sayang kalau ngontrak soalnya rumah orangtuanya mas alif juga gak terlalu jauh dari sini. Tapi mungkin setelah rumah mas alif yang lagi dibangun rampung, mungkin kami bakalan pindah kesana kak." jelas qiana.


"yang penting udah kamu bicarain berdua, gak ada yang terpaksa atau gak enak hati sama keputusan yang udah kalian ambil." ucap kay


"insyaallah kak." jawab qiana.


"setelah menikah nanti kamu bakalan tetap kerja atau resign?" tanya kay lagi.


"kasus apa dek?" tanya kay pesaran.


"yang pertama kasus KDRT kak, anak pejabat nyiram istrinya pakai air panas, mentang-mentang anak pejabat terus banyak duit jadi licin banget kaya belut kak padahal bukti udah jelas tapi status suaminya masih aja jadi saksi. Padahal luka korban termasuk luka bakar tingkat tinggi dan setelah divisum banyak ditemukan bekas luka-luka lama. Orang tua korban cuma seorang guru SD, waktu datang ke kantor qian nangis-nangis minta dibantu untuk memperjuangkan keadilan untuk anaknya. Udah beberapa kantor pengacara yang mereka datangi tapi mereka terbentur sama biayanya. Qian gak tega kak. Bahkan mereka sampai bawa surat tanah buat bayar jasa qian" jelas qian.


"terus kamu terima dek?" tanya kay.


"qian terima kasusnya tapi qian balikin surat tanahnya. Qian cuma mikir, gimana kalau bunda, atau kakak, atau qian sendiri yang di posisi mereka." jawab qian.


"satunya lagi kasus baru kak, baru beberapa minggu qian pegang. Tadinya mau qian tolak tapi juga gak sampai hati kak. Soalnya ini kasus anak durhaka, cuma gara-gara ibunya jualan kopi dan mie rebus ditanah kosong milik anaknya tanpa sepengetahuan dan izin anaknya, anaknya tega ngelaporin ibu kandungnya sendiri. Padahal si ibu jualan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karna anaknya sama sekali gak pernah memberinya santunan. Padahal si ibu usianya sudah sepuh, sudah hampir 80 tahun kak. Dua kasus ini qian ambil tanpa dibayar sama sekali, qian cuma mau bantu mendapatkan sedikit aja keadilan buat mereka." sambung qian.


Kay tersenyum mendengar cerita adiknya, ia bangga memiliki seorang adik yang berjiwa besar, ringan tangan dalam membantu sesama. "semoga Allah merahmati mu, melancarkan dan memudahkan segala urusan mu, semoga Allah membalas segala jasa mu, semoga Allah selalu melindungi kamu dimana pun kamu berada dek, aamiin" doa kay dalam hati.


"kamu udah pernah ceritain ini sama alif?" tanya kay, qian menggelengkan kepalanya. Kay menarik nafas panjang melihat adiknya itu.


"yah gimana dia mau ngerti, kalau kamu sendiri gak terbuka sama dia. Komunikasi yang baik itu penting dalam sebuah hubungan terutama dalam pernikahan, masih belum terlalu malam coba kamu telpon alif kamu ceritakan alasan kamu kenapa kamu belum bisa resign, kakak yakin setelah mendengar alasan kamu,alif pasti bisa maklum." ucap kay.


"gitu ya kak?" tanya qiana. Yang dijawab anggukan oleh kay.


"yaudah qian coba telpon mas alif dulu, qian coba obrolin dengan mas alif. Makasih ya kak." ucap qiana.


"sama-sama aunty Qiana Adeera Putri." ucap kay sembari mengelus puncak kepala qiana.


"alhamdulillah mas alif ngerti sama keputusan qian kak, malah katanya dia bangga sama apa yang qian lakukan. dia juga mensupport apa yang qian kerjakan kak." ucap qian sesaat setelah memutuskan sambungan telepon dengan calon suaminya itu.


"nah bener kan apa kata kakak." ucap kay bangga.


"iya deh iyaa.. kakak emang yang terbaik deh." ucap qian. malam itu mereka mengobrol hingga larut, mengobati kerinduan mereka dengan saling bertukar cerita. mereka merasa kembali seperti masa lalu, masa-masa dimana mereka mengobrol dengan bebas tanpa terbentur waktu, quota dan pulsa hingga akhirnya mereka tertidur karna lelah tertawa.