KAYANA

KAYANA
07



3 minggu setelahnya.


Trrrtt.. Trrrtt.. "telpon dari siska"


"Assalamualaikum sis" jawab ku.


"Wa'alaikum salam" jawab siska. Suaranya terdengar parau. Seperti habis menangis.


"Kay..." kini suaranya semakin berat.


"Ada apa sis? Kamu kenapa? Kamu nangis?" tanya ku cemas. Aneh kenapa jantung ku jadi deg degan tidak karuan seperti ini.


"Kay, maaf gue udah tidak bisa menahannya" kata siska di seberang sana, kini dengan isakan di sela-sela ucapannya.


"Ada apa sis?" perasaan ku semakin tidak enak.


"Maaf Kay, lo jangan marah yaa.. gue udah beneran tidak bisa lagi untuk memendamnya sendiri, Ardi sama sekali tidak bisa di hubungi, ijal juga sama aja" jelas siska masih dengan isakannya yang kini semakin kencang.


"Kamu kenapa sis? Kamu tenang dulu, cerita ke aku pelan-pelan." kataku mencoba menghiburnya.


"Kay lo ingat waktu gue bilang ke lo kalau Ardi ke kosan gue dan mabuk berat sekitar 3 minggu yang lalu??" tanya siska.


Deg.. Perasaan ku jadi semakin tidak enak.


"iya" jawab ku singkat.


"awalnya gue fikir karena kami mabuk, jadi tidak bisa mengendalikan diri, tapi saat pagi gue bangun dia udah tidak ada dikosan gue, gue fikir itu hanya mimpi tapi rasa sakitnya masih terasa.


"lo bisa dengerin gue dulu sampai selesai ya Kay" jawab siska cepat. Tanpa menunggu jawaban ku siska melanjutkan ceritanya.


"2 hari setelahnya Ardi balik lagi kekosan gue, rencananya gue ingin bertanya apa yang terjadi sebenarnya pada malam itu, tapi sebelum sempat gue nanya tapi Ardi langsung curhat sama gue.


"katanya dia kecewa sama lo yang selingkuh dibelakangnya, yang tidur dengan laki-laki lain. Katanya seberapa keras pun dia berfikir, dia tidak bisa memaafkanmu dan akan segera memutuskan rencana pernikahan kalian, jujur saat itu gue seneng dengernya. lalu Ardi nangis dan memeluk gue, persis seperti waktu kami kecil dulu. saat itu gue fikir itu hanya pelukan biasa, dia meluk gue erat banget, tapi pelukan itu berlanjut menjadi ciuman-ciuman kecil dileher gue dan hal itu terjadi lagi kay.


"Ardi berjanji akan menikahi gue setelah dia membatalkan rencana pernikahan kalian. Gue percaya sama Ardi, karena lo juga pasti sudah tau kan gimana perasaan gue ke Ardi sebenarnya. Gue terlalu seneng karena akhirnya perasaan gue tidak bertepuk sebelah tangan lagi, gue percaya semua janji-janji yang diucapkan Ardi. jadi saat Ardi memintanya lagi dan lagi, dengan senang hati gue serahin diri gue ke Ardi.


"Sudah beberapa kali kami melakukannya selama 2 minggu terakhir ini. gue fikir semua akan berjalan seperti apa yang dia katakan, dia akan bertanggung jawab penuh atas apa yang telah kami lakukan. Ternyata kemarin, saat kami melakukan untuk terakhir kalinya ijal datang memergoki kami.


"Ijal marah besar sama Ardi yang tega ngekhianati lo dan selingkuh dengan gue, sahabat dan adiknya sendiri, akhirnya gue tau alasan sebenarnya kenapa Ardi sampai berbuat seperti itu sama gue, ternyata Ardi hanya ingin membalas seperti apa yang lo buat ke dia. dan faktanya ternyata semua yang difikirkan ardi tentang lo yang selingkuh itu salah. Foto yang jadi biang masalah itu dikirim oleh ijal dengan caption "mirip kay kan di?"


.


"Ijal tidak ada maksud apapun ngirim foto itu ke Ardi, foto yang mirip kamu itu tenyata pacar sepupunya ijal, dia tinggal di apartemen dan sepupunya ijal hanya mengantar pacarnya pulang. Ijal juga kecewa berat dengan sikap yang diambil ardi, tanpa mencari tau kebenaran Ardi langsung ngejudge lo yang bukan-bukan bahkan sampai seperti ini sama gue.. Jujur kay ini sama menyakitkannya buat gue, tapi maaf gue tidak bisa dan tidak akan pernah ngelepas Ardi..


"GUE HAMIL KAY."


Tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut ku. bahkan untuk marah pun sudah tidak bisa lagi. Remuk redam rasanya hati ku, bahkan air mata pun mendadak kering.


Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah di tuduh yang bukan-bukan oleh ardi, nyatanya dia yang selingkuh. Selingkuh dengan sahabatnya sendiri.


"Ya Allah... Berat banget kenyataan yang kau perlihatkan pada ku. Ya Allah.. Sakit banget rasanya... "pekik ku.


*****