KAYANA

KAYANA
03



Tak terasa sudah 2 tahun aku kuliah, berarti sudah 2 tahun juga aku PDKT sama kay. Mau nyatain perasaan takut di tolak, mau dipendam kok ya tak kuat.


"hmm.. Kenapa susah banget sih cuma nyatain cinta doang." gumam ku sambil garuk-garuk kepala yang mendadak menjadi gatal.


"ardi, lo kok bengong doang sih! Bantuin gue sini. Tak lihat apa, itu barang masih banyak!" umpat siska.


"ehh.. Iya sorry sorry.. Iya ni gue bantuin. Bawel amat sih!" jawab ku. Ahh Siska ganggu aku aja, aku kan lagi lamunin kay!


"lo emang harus di bawelin, kalo tidak kerjaan lo cuma bengong doang. Percuma saja lo disini kalo tak bantuin gue!" omel siska.


"iya gue bantuin nih! Bawel lo ah" jawab ku.p.


Siska baru aja keterima di UNJ jurusan sastra inggris. Siska sempat nganggur 1 tahun, karena tahun lalu dia tidak lulus ke universitas negeri. Alasan kenapa siska harus lulus ke universitas negeri itu karena om Taufik sudah janji ke siska bakalan ngizinin siska untuk balik ke jakarta dan di izinkan untuk ngekos, makanya siska belajar mati-matian agar bisa lulus di universitas negeri.


Sebenarnya siska udah disini selama seminggu untuk mengurus segala berkas-berkas untuk keperluan kuliahnya. Dan selama seminggu ini juga siska nginap dirumah ku (tentunya karna ada papa dirumah).


Selama seminggu ini aku jadi ojeknya siska, nganter siska untuk ngurus berkas-berkas untuk perkuliahannya dan juga muter-muter buat nyari kos-kosan buat siska. Dan tentunys selama seminggu ini juga aku belum ketemu dengan kay..


"hmm.. Kangen kay" ucap gue dalam hati.


Gak berasa udah jam 7 malam, tapi beres-beres barang-barang siska masih belum selesai semua. Gak banyak lagi sih, hanya tinggal menata beberapa barang dan menyusun baju-baju kedalam lemari.


Kosan siska ini termasuk mewah, bukan seperti kosan mahasiswa pada umumnya yang hanya kamar doang yang milik pribadi sedangkan kamar mandi serta dapur harus dipakai bersama dengan pengguni kosan yang lain. Kosan siska selain ada kamar tidur yang cukup besar dengan ukuran 3x3 meter, juga ada kamar mandi, dapur kecil, dan ruang tamu yang lumayan besar. Ini sih lebih mirip kaya apartemen atau rumah kontrakan daripada kos-kosan.


"sis, gue pulang dulu ya. Sumpah capek banget gue" jelas ku.


"cepat amat? Kalau capek banget mending lo nginep sini aja." tawar siska.


"besok gue ada kuis di kelas pagi. Dari sini ke kampus gue lumayan jauh. Takut telat gue." jawab gue.


"pagi gue bangunin lo" ucap siska.


"lah yang bangunin lo tadi pagi siapa kalo bukan gue. lagian bukannya lo lagi libur ya?" tanya siska bingung.


"ngambil SP gue" jawab ku datar.


"alesan. Bilang aja lo gak mau bantuin gue! yaudah balik lo sana!" kata siska manyun.


"ya elah pake ngambek segala, gak cocok lo. Hehehe.." ledek ku bikin siska makin memanyunkan bibirnya.


"udah gak usah manyun, besok pulang kuliah gue langsung kesini." jelas ku sambil ngusap-ngusap pucuk kepala siska.


"hmm.." jawab siska.


"yaudah gue pulang dulu ya, lo hati-hati disini. Jangan keluyuran lagi, jangan lupa kunci pintu." kata gue sambil keluar dari kosan siska.


Sepanjang perjalanan pulang yang ada di pikiran ku cuma kay. Kay yang lagi senyum, kay lagi manyun, kay yang lagi ketawa, kay yang lagi ngomel, semua tentang kay ada di dalam otak ku. Ku lihat jam tangan ku, masih jam 19.15 wib. Masih belum terlalu malam buat silaturahmi main kerumah temen, apalagi temennya yang di demenin. hehhee..


"Pokoknya malam ini gue harus nanya nyatain perasaan gue ke kay.Apapun jawaban kay gue terima, di terima.kay ya alhamdulillah, kalau di tolak ya urusan belakangan yang penting gue udah nyatain ke kay." ucap ku dalam hati.


Setelah memantapkan hati, akhirnya aku langsung kerumah kay. Untungnya rumah ku dan kay searah jadi aku gak perlu buang bensin buat putar balik, hehehe.


Setelah sampai didepan rumah kay, ku perhatikan lamat-lamat, terasa sepi gak seperti biasa. Berulang kali aku ucapkan salam tapi gak ada satu pun yang menjawab salam ku dari dalam.


"rumahnya kosong mas, pada pergi sekeluarga dari kemaren." kata ibu-ibu tetangga sebelah rumah kay.


"oh iya makasih buk." jawabku.


"ahh sial, gue lupa kalau kay lagi liburan di rumah neneknya." umpat ku kesal. Ku nyalakan kembali mesin sepeda motor ku, lalu melajukannya hingga kerumah.


Sesampainya dirumah, aku langsung masuk kamar dan rebahan. Ku perhatikan layar handphone ku, banyak panggilan masuk dan chat dari siska. Telepon dan chat dari siska ku abaikan begitu saja. Ahh sial, fikiran ku penuh dengan kay.