
Hari ini ummi sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, namun masih harus berobat jalan dan rutin terapi untuk pemulihan.
"ummi kenapa sedih? Kan udah bisa pulang" tanya ku.
"ummi belum pamit dengan kayana, bar." ucap ummi.
"kayana siapa mi?" tanya ku bingung.
"itu loh bar, anak SMA yang sering jagain ummi kamu." jawab tante dea.
"ooh namanya kayana." ucap ku pelan.
"lah kamu gak tau nama penyelamat nyama ummi kamu bar?" tanya tante dea heran.
"gak tante. Hehehe" ucap ku. Tante dea hanya geleng-geleng mendengar jawaban ku.
"ummi mau kita tunggu kayana? Sebentar lagi kan jam pulang sekolah, mana tau kayana mampir kesini." tawar ku.
Ummi hanya menggeleng. "kemarin kata kayana hari ini dia ada study tour keluar kota, lusa baru balik." jawab ummi.
"kalau ummi tau hari ini udah bisa pulang, kemarin ummi minta nomor telpon atau alamatnya." sambung ummi.
"ummi berobat jalannya dirumah sakit ini aja ya bar, mana tau ummi bisa ketemu kayana lagi" tawar ummi.
"nanti gak ada yang jagain atau nganterin ummi, akbar kan ada kegiatan diluar kota mi, akbar sama temen-temen lagi ada kegiatan buat ngajar baca alquran buat anak-anak di desa-desa yang minoritas muslim. Makanya ummi buat sementara tinggal di bandung sama tante dea." jelas ku.
"atau tante kamu aja yang tinggal disini sama ummi." keukeh ummi.
"lah anak ku piye mba? Adiknya mba kan lagi dinas ke luar kota, yang ngurusin alif sama puput siapa mba." ucap tante dea. Mendengar itu ummi hanya bisa manyun, karna memang benar kata tante dea, kalau tante dea yang pindah kesini anak-anaknya gak akan ada yang ngurus. apalagi anaknya yang bernama puput itu usianya baru 7 tahun.
"nanti kalau ummi sudah sembuh total, kita kan bisa cari kayana ke sekolahnya." ucap ku menenangkan.
"kamu janji ya bar" ucap ummi.
"iya mi, akbar janji." ucap ku.
Aku dan ummi datang ke sekolahnya kayana (yang menurut kami kayana pasti bersekolah disana), yang kebetulan kepala sekolah SMA tersebut adalah teman almarhum abi, jadi memudahkan kami untuk mencari data alumni SMA tersebut.
"menurut data, ada 3 orang lulusan 2 tahun yang lalu yang namanya kayana. Kayana Annisa, Kayana Wardhani, Putri Kayana. Kira-kira yang mana yang mbak cari??" tanya om arif.
"duh aku gak tau nama lengkapnya rif. Aku cuma ingat wajahnya aja rif. Kalau fotonya ada ndak?" tanya ummi.
"oh, ada di buku tahunan mbak. Coba deh bar kamu cari." ucap om arif sambil menyerahkan buku tahunan alumni sekolah tersebut.
"Kok mukanya beda semua ya sama kayana yang kita cari." kata ummi pada om arif.
"mbak yakin kayana yang mbak cari itu sekolah disini dulunya?" tanya om arif.
"waktu saya kecelakaan didepan sekolah ini 3 tahun yang lalu, saya masih ingat kayana berlari keluar dari gerbang sekolah ini lalu menolong saya." jelas ummi.
"3 tahun yang lalu ya mbak. Duh saya menjabat disini sekitar 2 tahun yang lalu mbak." jawab om arif.
"apa pindah sekolah ya om?" tanya ku.
"setau om sih dari sebelum om menjabat kepala sekolah disini sampai saat ini gak ada murid yang pindah sekolah atau murid pindahan yang masuk kesekolah ini." jelas om arif.
"mungkin saat itu kayana yang mbak cari kebetulan kesekolah ini untuk menunggu temannya atau perwakilan sekolahnya, karna kita setiap tahun selalu mengadakan lomba antar sekolah." sambung om arif.
"bisa jadi om" ucap ku. Wajah ummi kembali murung mendengar penjelasan om arif. Setelah mengucapkan terima kasih kepada om arif, aku dan ummi pun pamit pulang. Dalam perjalanan pulang ummi masih terus menekuk wajahnya, tidak seperti saat berangkat tadi sepanjang perjalanan ummi terus bercerita apa aja sambil tersenyum. Dalam perjalanan pulang ini gak ada sepatah kaya oun yang keluar dari mulut ummi.
"Ummi jangan sedih. kalau kita berjodoh dengan kayana, pasti Allah pertemukan kita dengannya mi."hibur ku.
"iyaa.. Ummi juga selalu berdoa, semoga kayana berjodoh dengan kamu." ucap ummi.
"aamiin ya Allah." ucap ku tanpa sadar.
"eeh.. Kok malah berjodoh sama akbar mi" ucap ku ketika sadar dengan ucapan ummi tadi. Ummi tersenyum ketika melihat wajah ku yang memerah dan jadi salah tingkah sendiri.
"duh malunya." ucap ku dalm hati. Aku sadar bukan hanya ummi yang gak bisa melupakan bayangan kayana dari hati dan fikirannya, tapi aku juga sama sekali gak bisa membuang bayangan tentang kayana di hati dan fikiran ku.