KAYANA

KAYANA
03



Setiap ribut dengan Ardi bunda selalu menasihatiku, dan isi nasihatnya selalu sama. Biasanya setelah bunda bicara seperti itu hatiku menjadi lebih tenang, tapi entah kenapa rasa sakit didadaku bukan hanya tidak berkurang tapi malah semakin membuat dadaku terasa semakin sesak.


"mungkin ini jawaban dari Allah untuk semua istikhoroh kakak, Qiana tau kalau kok kakak sudah 3 bulan ini selalu sholat tahajud dan istikhoroh, terkadang sampai nangis sesenggukan. Sebelumnya Qiana juga berfikir sama seperti bunda, mungkin ini godaan sebelum kakak menikah, makanya Qiana tidak pernah ikut campur atau nasehati kakak, tapi kali ini mas Ardi memang sudah sangat keterlaluan, bukan hanya menuduh tanpa bukti yang jelas, tapi dia juga sampai menampar kakak.." ungkap Qiana


"kamu dengar semuanya dek?" tanya ku kaget.


"Qiana lihat semuanya kak, bahkan Qiana juga sempat ngerekamnya buat jaga-jaga, kalau-kalau mas Ardi nekat ngelakuin lebih dari itu, tinggal Qiana laporkan ke polisi, dia mungkin lupa kalo Qiana anak hukum. Kalo bukan karena ayah sama bunda tiba-tiba pulang mungkin udah Qiana labrak dia kalk" ungkapnya dengan kesal.


"jangan kasih tau ayah bunda ya dek, biar kakak aja yang nyelesaiin sendiri" kataku memelas.


"tergantung, kalau mas Ardi masih berani main kasar sama kakak, bukan cuma ayah bunda yang tau, polisi juga bakalan tau" ancamnya.


"Ardi itu aslinya baik kok dek, dia cuma lagi emosi aja, jadi.."


"cowok kaya gitu jangan di belain kak, belum nikah aja sudah berani main tangan, gimana nasib kakak setelah nikah. Bisa jadi KDRT kak" ungkap Qiana kesel.


Ditengah-tengah ocehan qian tiba-tiba hp ku bergetar, ternyata ada chat dari siska, sahabatnya Ardi. Setiap kami bertengkar Ardi selalu pergi kekosan siska. Siska memang sahabat Ardi, tapi aku tidak pernah dekat dengannya, tidak seperti dengan sahabat Ardi yang lainnya. Menurutku siska terlalu posesif dengan Ardi, bahkan terhadap ku, dan ardi sama sekali tidak keberatan dan itu membuatku cemburu. Aku selalu merasa ada sesuatu diantara mereka, yah itu hanya feeling ku sebagai wanita dan setiap aku utarakan rasa cemburu ku itu ardi terlihat kesal dan selalu mengatakan kalau aku kekanak-kanakan dan mereka hanya sahabat tidak lebih.


*intermezzo


Sedikit informasi tentang Siska, Siska itu sebenarnya keponakan dari ayah tirinya Ardi (dan ikut tinggal bersama ayah tirinya Ardi sejak orang tuanya meninggal kecelakaan saat dia kelas 2 SD). Mereka pertama kali bertemu saat ibunya Ardi menikah lagi. Saat itu Ardi kelas 1 SMP dan siska kelas 6 SD. Sejak ibunya Ardi menikah, Siska juga ikut tinggal bersama mereka, sejak itu mereka bersahabat. Namun saat kelas 2 SMA Ardi kembali tinggal bersama papa kandungnya karena mamanya pindah keluar kota mengikuti suaminya, dan ya.. Siska juga ikut pindah keluar kota. Dan Siska balik kekota ini sejak ia masuk kuliah dan ngekos didekat kampusnya. Sejak itulah Siska jadi posesif dengan Ardi, bahkan semakin posesif sejak tau kami pacaran. dan berkali-kali lipat setelah kami bertunangan.


Ku baca chat yang dikirim oleh siska, ternyata benar dugaan ku siska ngabarin kalau Ardi ada di tempatnya.


"Kay, Ardi di kosan gue. Lu apain nih anak sampai kacau gini. Ni anak sampai mabok berat gini!!"


Mataku sampai melotot baca chat dari siska. Ardi mabuk-mabukan? Rasanya bagai disamber petir disiang bolong. Calon suami yang ku kenal seumur hidup ku, merokok saja ia tidak pernah, sekarang malah mabuk. Ku lanjut baca chat dari siska yang panjangnya sudah seperti orang yang lagi curhat online, semakin ku baca semakin bikin mataku melotot tak percaya.


"Ya Allah ujian apa lagi ini", batinku.


Ku tutup muka ku dengan kedua tangan ku lalu menenggelamkan keduanya kedalam bantal yang sedari tadi ku pangku. Aku masih gak percaya dengan isi chat dari siska. "Ardi, mabuk??" pekikku dalam hati.


"ada apa kak?" tanya Qiana mengagetkanku.


"barusan Siska ngechat kakak dek, katanya Ardi mabuk berat, kamu tau kan dek, ardi merokok saja tidak pernah, sekarang malah mabuk, tingkahnya juga rada aneh. Kata Siska, Ardi selalu bilang kalo kamu bisa aku juga bisa kay, dia terus ngulang-ngulang kalimat itu. Maksudnya itu apa ya dek? Perasaan kakak jadi gak enak dek" jelasku


"tidak perlu dipikirin kak, itu urusan dia, yang perlu kakak fikirkan sekarang itu bagaimana kedepannya hubungan kalian. kakak yakin mau ngelanjutin pertunangan kalian, sebelum nikah aja baru masalah begini dia uda berani main tangan, mana sampai mabuk-mabukan segala lagi, gimana nanti setelah nikah, gimana nasib kakak dan pernikahan kakak. Apa Kakak yakin bisa hidup dengan laki-laki seperti itu? Menurut Qian Lebih baik kakak menyesal sekarang karena tidak jadi nikah daripada kakak nyesal setelah menikah dengannya, kalau setelah menikah menyesal gimanapun tidak akan ada gunanya lagi." jelasnya.


"kakak tidak usah buru-buru ngambil keputusan minta bantuan Allah buat nyari jalan keluar yang terbaik, karena ini keputusan besar untuk hidup kakak. Oiya lusa ada seminar pranikah, lebih seperti seminar motivasi tentang cinta dan pernikahan dikampus Qiana, audiencenya terbatas hanya 40 orang. Qiana panitianya masukin kakak 1 sebagai audiens tidak akan jadi masalah. Daripada hari libur kakak bengong atau meratap sendiri dikamar mending kakak datang ke seminar itu. Mana tau kakak dapat motivasi untuk diri kakak sendiri, syukur-syukur malah bisa dapat jawaban untuk masalah kakak." jelasnya sambil memeluk ku.