KAYANA

KAYANA
05



Seperti biasa kay selalu banyak bercerita, cerita tentang apa aja kecuali gosip. Biasanya apapun yang keluar dari mulut kay selalu aku tanggapi, terkadang gak jarang kami sampai berdebat alot karena gak ada yang mau mengalah dengan pendapat masing-masing tapi walau begitu gak pernah sekalipun kami masukan ke hati, perdebatan selalu berhenti saat kay sampai dirumah dan gak pernah berlanjut sampai esok harinya.


Tapi untuk hari ini selama di perjalanan pulang aku lebih memilih jadi pendengar kay dan sesekali menanggapi ceritanya dengan iya atau tidak kalau ditanya oleh kay. Bukan cerita kay yang gak menarik, tapi karna akunya yang lagi gak fokus. Bahkan apa yang di ceritakan kay pun aku gak dengar. Telinga ku mendadak jadi tuli karena kerasnya degupan jantungku sendiri.


"ya ampun.. kok susah banget gini sih mau nyatain cinta doang!! Gumamku.


"kenapa di?" tanya kay tiba-tiba.


"apanya yang kenapa? Tanyaku balik.


"iya kamu tadi ngomong apa? Aku gak dengar" jawab kay.


"gak ngomong apa-apa kok. Kamu salah dengar kali" jawabku. Ahh hampir aja kedengeran kay, kan gak lucu pernyataan cintanya karna umpatan gini. Duuh.. Mana udah mau nyampe rumah kay lagi..


"ardi!! Kok bengong sih??" tanya kay sambil menepuk punggungku.


"eeh.. Gak.. Gak apa apa kok." jawabku gelagapan. Duuh.. Bikin malu aja.


"ardi, katanya kamu ada yang mau di omongin? Tapi dari tadi diam terus? Kamu mau ngomongin apa?" tanya kay.


"yes!! Kesempatan!! Thanks kay buat kesempatannya, gak bakalan gue sia-siain. Hehehe" ucap ku dalam hati.


"ardii!! Kok bengong lagi sih!!" ucap kay mengagetkan ku.


"eh.. Sorry sorry kay." jawab ku.


"jadi kamu mau ngomongin apa?" tanya kay.


"duhh dari mana ya mulainya, bingung" jawab ku.


"atau mau diomongin dirumah aja biar kamu lebih enakan ngomongnya." tawar kay.


"eeh jangan.. Gak usah, malah gak enak kalau sampai kedengeran ayah sama bunda kamu" jawab ku cepat.


"oooh gitu. Jadi?" kata kay ber oh ria.


"hmm... Kay pacaran yuk!" kata ku secepat kilat.


Duhh.. Malunya aku.. Padahal semalam hampir gak tidur gara-gara mikirin gimana caranya merangkai kata-kata romantis buat nyatain cinta ke kay, eeh yang keluar dari mulut malah cuma begitu, aku ngajak anak gadis orang pacaran kaya ngajak makan ke kantin. Malu-maluin diri sendiri.


"Haahh..." menghela napas panjang.


"kalau gak mau gak apa-apa kok kay, tenang aja aku gak marah kok kalau kamu tolak. Tenang aja kita masih sahabatan kok. Jadi...


"kata siapa gak mau?" potong kay.


"jadi kamu mau?" tanya ku kaget.


"iya" jawab kay simpel.


"eh beneran nih??" tanya ku dengan senyum selebar-lebarnya.


"iya beneran" jawab kay.


"tapi aku gak romantis, nyatain cinta aja kaya gitu" kata ku malu.


"justru karna kamu gak romantis itu makanya aku terima, hehehe" jawab kay polos.


"eehh.. kamu mah aneh. Dimana-mana kebanyakan cewek itu suka sama yang romantis-romantisan, yang bisa bikin baper" jawab ku.


"itu kan cewek kebanyakan, berarti aku bagian yang sedikitnya. Biasanya yang begitu suka saling jaim, biar dilihat orang romantis. Apa serunya coba pacaran begitu, gak bisa jadi diri sendiri. Lagian geli tau romantis-romantisan depan orang." jelas kay. Aku cuma mengangguk-anggukan kepala ku tanda setuju.


"hmm.. Ardi.. Gang rumah ku udah kelewatan" sambung kay.


"sengaja" jawab ku bohong.


"bohong!! Bilang aja kamu gak fokus! Hahaha" jawab kay.


"itu tau!! Hahaha" jawabku.


Sepanjang perjalanan pulang dari rumah kay mulut ku gak henti-hentinya senyum. Masih gak nyangka aja kalau kay nerima pernyataan cinta ku. Sesampainya dirumah langsung ku parkirkan motor ku di garasi, ku lihat ada mobil papa didalam garasi, berarti papa udah pulang.


Ku lirik ruang tamu, ruang keluarga hingga dapur tapi gak ku jumpai papa dimana pun. Ku datangi kamar papa, bener saja papa sedang tidur sesuai perkiraan ku. Ku masuki kamarku yang ada disebelah kamar papa. Setibanya di kamar ku rebahkan tubuhku ke atas kasur ku, fikiranku saat ini didominasi oleh kejadian tadi.


Sekarangku dan Kay udah resmi pacara .


Ahh.. Bahagianya diriku..