
"eh itu bukannya adek lo ya di?" ucap bang doni sambil menunjuk kearah perempuan yang sedang asik mengobrol dengan beberapa pria bule. Ku pertajam pandangan ku kearah yang di tunjuk oleh bang doni, ternyata itu benar siska.
"siska" ucap ku sambil menarik pelan lengan siska.
"ardi?!" ucapnya kaget.
"lo kok disini?" tanyanya bingung.
"kerja lah. Lo ngapain?" tanya ku.
"liburan." jawabnya.
"who is he?" tanya si pria bule.
"my brother" jawab siska. Lalu siska dan si bule yang bernama james berbincang sebentar dan akhirnya bule-bule pergi setelah berpamitan pada kami. Untuk beberapa saat kami hanya duduk dalam diam. Seumur hidup kenal dengan siska baru kali ini terasa secanggung ini saat sama siska.
"sampai kapan disini?" tanya ku.
"rabu balik. Lo kapan balik?" jawabnya.
"besok sore" jawab ku.
"om taufik tau lo..
"menurut lo?" potong siska.
"hehehe" aku tau benar, pasti om taufik gak tau kalau siska liburan ke bali. Om taufik itu termasuk sangat posesif dengan siska, om taufik gak pernah ngizinin siska buat liburan kalau hanya dengan teman-temannya kecuali ada orangtua temannya yang ikut, itupun sebelum diizinin om taufik harus bertemu dulu dengan orangtua temannya. Karena itu siska sering pergi liburan diam-diam dengan teman-temannya termasuk kali ini juga.
Akhirnya kecanggungan kami pun mencair, hubungan ku dengan siska yang sempat dingin sekarang kembali menghangat lagi. Satu beban pikiran ku sekarang hilang seketika.
"di, kita mau lanjut di villa nih." ucap bg Al sambil menggandeng cewek berpakaian seksi disebelahnya.
"siska ikut aja, kasian ardi ntar jadi nyamuk." lanjut bg Al.
"lo gak cari cewek juga?" tanya siska.
"gak." jawab ku. Siska hanya menatap ku seolah dia gak percaya dengan jawaban ku.
"udah tobat gue" jawab ku di sambut dengan ketawa ngakak oleh siska.
"yaudah gue temenin lo, kasian gue sama lo. Mending ada 2 nyamuk daripada cuma 1 nyamuk. Hehehe." ucap siska.
"gue bilang ke teman-teman gue dulu" kata siska sambil menhampiri teman-temannya yang duduk di meja yang gak terlalu jauh dari tempat kami duduk.are
"lo berdua di kamar luar gih" ucap bg Al.
"kita diruang tamu aja bg." jawab ku.
"khilaf lo ntar dengerin suara kita, hehehe" ucap bg Al. ehh.. Bener juga pikir ku.
"oke deh, yuk sis." sambil menarik tangan siska.
Dari kamar kami ini, kami bisa langsung melihat ke laut. Kamar yang indah. Deru ombak menambah kesan romantis untuk kamar ini. "Kay harus kesini." Ucap ku dalam hati.
Aku dan siska terus mengobrol, saling curhat. Aku menceritakan semua yang menjadi beban pikiran ku, termasuk juga sikap mama yang berubah drastis terhadap aku dan terlebih pada kay. Begitu pun dengan siska yang juga curhat tentang beban pikirannya. Aku baru tau kalau siska suka sama cowok sejak lama namun cintanya bertepuk sebelah tangan.
Ku tangkupkan kedua telapak tangan ku ke pipinya siska yang mulai menangis lalu menyeka air mata siska dengan kedua ibu jari ku
"lo jangan nangis, dia aja yang bodoh gak suka sama lo. Lo itu cantik, baik, asiik. Dianya aja yang buta gak bisa lihat lo." ucap ku. Siska yang tadinya menunduk beralih menatap ku. Ku pandangi lamat-lamat wajah siska, bulu mata lentik, hidung mancung, pipi sedikit chubby, hingga pandangan ku berhenti pada bibir seksi siska. Ada getaran aneh dalam tubuh ku. Bibir siska seperti ada gaya gravitasinya yang menarik ku untuk mencicipinya.
Siska tampak terkejut ketika aku mulai menciumnya tapi dia sama sekali gak menolaknya, malah dia membalas ciuman ku. Bibir kami saling berpagut hingga kami kehabisan nafas, ku lepas pagutan kami untuk menarik nafas, kesadaran ku perlahan mulai kembali.
"maaf." ucap ku sambil menjauh dari siska. Terlihat ada raut kekecewaan di wajah siska.
Aku dan siska kembali meneguk alkohol kami namun kali ini dalam diam. Aku rasa kepala ku semakin berat, sepertinya aku mulai mabuk. Mungkin begitu juga dengan siska. Tiba-tiba siska kembali menangis dan memeluk ku.
"di jangan tinggalin gue hiks hiks." ucap siska sambil menangis. Aku gak tau harus menjawab apa, jadi aku hanya diam sambil mengelus punggungnya dengan tangan kiri ku untuk menenangkannya. Sedangkan tangan kanan ku gak henti-hentinya mencekokin alkohol kedalam mulut ku sendiri. Hal terakhir yang ku ingat setelah itu adalah aku membalas pelukan siska, selebihnya aku gak ingat.
Ketukan dipintu kamar ku akhirnya membangunkan ku. Ku lirik jam ternyata sudah pukul 10.30 WITA aku harus bersiap-siap untuk balik ke jakarta. Ku lirik tubuh ku sendiri, aku hanya memakai celana boxer ku, aku bergidik pada pikiran ku sendiri. Ku lirik siska, siska masih memakai lengkap pakaiannya.
"pakaian siska masih lengkap, tadi malam pasti gak terjadi apa-apa. gak mungkin aku khilaf sama siska." ucap ku dalam hati. Lalu aku pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai mandi aku bangunkan siska. Butuh kesabaran ekstra buat bangunin siska. Setelah beberapa menit akhirnya siska bangun juga, walau akhirnya bangun tapi siska masih enggan membuka matanya.
"sis soal tadi malam," ucap ku terbata.
"gue sekali lagi minta maaf. Gue gak ada maksud apa-apa nyium lo. Gue janji gak akan terulang lagi." ucap ku. Bagaimana pun aku udah bertunangan dengan kay dan siska juga ada laki-laki yang dicintainya.
"hmm." gumam siska sambil menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
"lo mandi gih sana, ntar gue anter ke hotel lo, sekarang gue mau nyarap dulu." ucap ku sembari membuka pintu kamar.
Sepanjang perjalanan mengantar siska dari villa ke hotel kami hanya diam. Ntah siska bener-bener tidur atau pura-pura tidur, yang pasti dia lagi gak mau ngobrol dengan ku, dan aku juga gak tau harus mulai obrolan dari mana.