KAYANA

KAYANA
11



Ternyata jarak dari TK kerumah kayana tidak terlalu jauh, dengan mobil bahkan tidak sampai 10 menit sudah sampai.


"assalamualaikum" ucap ku dan ummi berbarengan. Gak ada jawaban.


"assalamualaikum." ucap kami sekali lagi. Masih gak ada jawaban dari dalam rumah kayana.


"mungkin lagi gak ada orang dirumah mi." ucap ku. Terlihat jelas raut kecewa di wajah ummi.


"besok kita balik kesini lagi ya mi." ucap ku. Dengan terpaksa ummi mengangguk.


"waalaikumsalam. Cari siapa ya?" tanya seorang perempuan yang mungkin seumuran dengan ummi. Mungkin itu ibunya kayana. Wajah ummi kembali cerah ketika melihat ibunya kayana.


"kita nyari kayana bu. kayananya ada bu?" jawab ummi.


"kayananya sedang tidak ada dirumah bu. Ibu sama mas ini siapa ya?" Belum sempat kami menjawab, ayahnya kayana keluar rumah.


"siapa bun? Ada tamu kok gak disuruh masuk." tanya ayahnya kayana.


"nyari kay yah, mungkin temannya. Eh iya.. Mari masuk dulu bu." jawab ibunya kayana sembari membukakan pintu pagar.


"loh, kamu yang waktu itu nolongin kay di TK bukan?" tanya ayah kayana.


"yang waktu ardi itu ya yah" tanya bundanya kay dan di jawab anggukan oleh suaminya.


"eeh.. Iya pak." jawab ku malu.


"ayo mari silahkan duduk. Bu tolong bikinin minum ya.." ucap ayah kayana.


"jadi ada perlu apa nih dek siapa namanya?"tanya ayah kayana.


"saya akbar pak, ini ummi saya. Saya sama ummi sengaja kesini mau ketemu sama kayana." jawab ku.


"ooh gitu. tapi kayana lagi gak dirumah nak akbar, bu. kayana lagi liburan dirumah neneknya sekarang" jelas ayahnya kayana.


"kalau boleh tau ada perlu apa ya? Nanti birar saya sampaikan sama kay" lanjutnya, tak lama ibunya kayana datang membawa 3 cangkir teh.


"mari di minum dulu." ucapnya.


"terimakasih bu" jawab ku dan ummi bersamaan lalu meminum sedikit teh yang disajikan di depan kami.


"ooh bukan masalah penting kok pak, dulu kayana pernah nolong ummi saya saat kecelakaan terus juga donorkan darahnya untuk ummi saya. Saat ummi saya keluar dari rumah sakit belum sempat mengucapkan terimakasih. ahh iya sekalian mau ngasih ini juga buat kayana" jelas ku sembari memberi rantang berisi makanan kepada ayahnya kayana.


"ooh.. ini ibu maryam ya?" tanya ayahnya kayana.


"duh jadi ngerepotin begini." ucap ibunya kayana.


"kalau kay disini pasti seneng banget ini ya kan yah." sambung ibunya kayana.


"dulu sewaktu saya di rumah sakit, kayana sering datang jenguk saya sepulang ia sekolah. Tapi sewaktu saya keluar rumah sakit kayana sedang ada study tour. Saya cuma kangen sama anak bapak dan ibu." ucap ummi, walau ummi tersenyum tapi aku tau bahwa hatinya kembali kecewa karena gagal bertemu kayana.


"ahh.. Kalau begitu kita pamit dulu pak buk." ucap ku.


"kok buru-buru?" tanya ayahnya kay.


"saya masih ada urusan lain pak." jawab ku. Setelah pamit dengan kedua orang tua kayana, aku mengantar ummi pulang lalu ke kampus karna ada jadwal mengajar ba'da dzuhur nanti. tapi baru saja aku menyalakan mesin mobil ku, aku lihat pria yang kemarin menarik-narik tangan Kayana.


"Cukup Ardi!! jangan uji kesabaran saya. kamu sudah menikah dengan siska, siska sedang hamil. kamu jangan pernah lagi ganggu kay. atau jangan salahkan saya untuk bertindak lebih tegas dari ini!!" ucap ayahnya kay. ku lihat ibunya kay menangis. tak lama pria yang bernama ardi itu pun pergi.


"itu tunangannya kayana mi" jelas ku.


"mantan" ucap ummi.


"iya mantan tunangannya kayana" ralat ku.


"kamu tau dari mana?" tanya ummi.


"akbar pernah ketemu. 2 minggu yang lalu sewaktu akbar ngecek ke TK tadi, kayana lagi di tarik-tarik sama laki-laki tadi." jelas ku.


"terus kamu nolongin kayana?" tanya ummi yang ku jawab dengan anggukan. selama perjalanan pulang ummi hanya diam dan melihat ke luar jendela.


"mi..


"ummi gak apa-apa kok bar. Setidaknya ummi sudah tau rumah kayana. kapan-kapan kita masih bisa datang lagi." jawab ummi.


"kamu suka dengan kayana?" pertanyaan ummi yang tiba-tiba membuat ku gugup


"siapa sih yang bisa gak suka dengan kayana." jawab ku.


"Ummi bersyukur kayana gagal menikah dengan laki-laki tadi." ucap ummi. aku hanya menatap ummi bingung, pasalnya ini pertama kalinya ummi ngerasa bahagia diatas penderitaan orang lain.


"laki-laki tadi gak cocok sama kayana. bunda berharap semoga Allah menjodohkan kayana dengan kamu, kayana jadi mantu ummi." jawab ummi.


"aamiin ya Allah." ucap ku, kini dalam hati.


2 bulan kemudian kami kembali kerumah kayana, tapi tidak ada seorangpun dirumahnya. Kata tetangga, mereka sekeluarga sedang pergi liburan. Beberapa minggu kemudian kami datang lagi, ternyata kayana memutuskan untuk melanjutkan S2-nya di surabaya. Pupus sudah harapan ummi untuk bisa bertemu dengan kayana dalam waktu dekat ini. akhirnya ummi hanya bisa kembali pasrah seperti dulu, dan memperbanyak doa agar Allah dapat dengan segera mempertemukan mereka kembali.