KAYANA

KAYANA
15.



Pagi ini aku terbangun dengan kondisi setengah memeluk siska, kami berdua masih sama-sama dalam keadaan tanpa pakaian, hanya selimut yang menutupi tubuh kami. Rambut siska tanpak acak-acakan. Ku perhatikan wajah siska lamat-lamat, siska memang cantik, pake banget malah. Siska gak pernah mengecewakan ku sekalipun. Gak munafik, siska begitu apa adanya, gak sok baik, gak sok alim, gak seperti kay. tampang polos dan sikap sok alimnya cuma buat menutupi kebusukannya.


Aku teringat tentang kejadian malam tadi, ada rasa bersalah saat aku mencumbu siska. Tapi rasa bersalah itu sirna saat aku sadar bahwa bukan aku yang pertama melakukannya dengan siska. Ku lepaskan pelukan siska dari tubuh ku dan perlahan mencoba turun dari tempat tidur.


"mau kemana di?" ucap siska dengan mata masih terpejam.


"mandi" jawab ku.


"iikuuut" jawab siska manja. Imut banget. "Sial!! Gue kn jadi pengen lagi!" ucap ku dalam hati.


"gue mau mandi siska, lo mau ngapain ikut?" tanya ku. Sambil memakai celana boxer ku.


"gue.. Hmm.. Gue mau lagi." jawab siska agak terbata dengan wajah bersemu.


"haaah??" jawab ku kaget.


"lo yakin??" tanya ku (senang) yang hanya dijawab anggukan cepat oleh siska. Buaya mana yang nolak dihidangkan daging segar.


"disini aja ya, dikamar mandi dingin." bisik ku genit pada siska. Muka siska kembali memerah. Pergumulan aku dan siska pun terjadi lagi, sesaat aku berfikir untuk mengakhiri hubungan ku dengan kay dan menikahi siska. Siska juga baik apa adanya, menyenangkan dan juga memuaskan.


Pergulatan kami semakin memanas sampai suara teriakan laki-laki yang sama-sama kami kenali menghentikan aktivitas kami.


"astaghfirullah!! ARDI!!? SISKA!!?" teriak ijal yang sukses membuat kami terperanjat saking kagetnya.


"lo berdua udah gila ya!!" ucap ijal setelah aku dan siska selesai mengenakan pakaian kami.


"apaan sih lo!! Ganggu aja! Lagi enak-enaknya juga!" ucap siska sinis yang hanya di jawab tatapan tajam oleh ijal.


"lo di!! Gue tau lo ****!! Tapi gue gak nyangka lo bisa serendah ini. Siska itu adek lo!! Sahabat lo juga!!" omel ijal yang lalu beralih ke siska.


"lo juga sis, gue tau lo suka sama ardi dari dulu! Tapi gak sehina ini juga cara lo ngerebut ardi dari kay. Picik banget lo jadi orang!! Ingat ardi itu sebentar lagi nikah!!" tuding ijal tepat didepan wajah siska.


"Dan lo di!! Sumpah gue nyesel nyerahin kay ke lo, kalo waktu bisa di putar gak bakalan gue serahin kay ke manusia *** kaya lo!! Gue pernah bilang sama lo, kalau gue gak akan pernah maafin lo kalau lo sampai nyakitin kay!" tuding ijal yang kini beralih menatap ku tajam.


"kalo lo mau, lo ambil aja kay. Lo bawa pulang sekalian. Gue gak butuh cewek munafik sok alim kayak kay!!" ucap ku gak kalah sengit dari ijal.


"lo kenapa sih di!!" ucap ijal tak percaya dengan jawaban ku.


"lo gak usah sok bego!! Lo sendiri yang kirim bukti betapa munafiknya kay, jilbabnya cuma topeng! muka polosnya cuma buat nutupi kelakuan busuknya!" ucap ku sambil menunjukan pada ijal foto yang ia kirimkan pada ku kemarin.


"astaghfirullah... Lo sampai berbuat kaya gini cuma gara-gara foto ini? Bukannya lo sendiri yang bilang kalo itu bukan kay!!"


"gue yakin itu kay!!" jawab ku emosi.


"itu sepupu gue sama pacar nya." ucap ijal sambil menunjukan foto yang lebih jelas dari foto yang dikirim nya untuk ku.


Deg..


Ijal pasti bohong ucap ku dalam hati.


"gue tau lo masih suka sama kay, tapi gak usah segitunya juga lo belain kay!" ucap ku tanpa menoleh sedikit pun pada foto yang ditunjukan ijal.


"terserah lo mau bilang apa tentang gue. Tapi lo liat dulu dengan jelas foto ini baru lo boleh komentar." ucap ijal sambil menempelkan hp nya ke muka ku yang jadinya bikin aku terpaksa melihatnya.


Deg..


Deg..


Deg..


Kaki ku lemas seketika, perempuan dalam foto itu bukan kay!!