
Jam sudah menunjukkan pukul Delapan tepat , Ara pun semakin gelisah di dalam Kamar . Bulek yang menyadari ada hal yang aneh dengan Ara pun mulai bertanya .
" Kenapa Ra ... dari tadi bulek lihat mondar mandir " tanya Bulek
" He he iya Bulek .. lagi nunggu temen katanya mau datang , tapi kok belum ada kabar " jawab Ara berbohong
" Ya udah duduk aja dulu , ngapain mondar mandir " ucap Bulek
" Iya bulek " ucap Ara berjalan mendekati Bulek dan duduk disebelah Bulek
Tidak berapa lama Hp Ara pun berbunyi . Ara melihat nama yang tertera di layar Hp . Ternyata Jupe yang menghubunginya .
" Halo , Assalamu'alaikum dek " ucap Ara
" Wa'alaikum salam kak , Kakak lagi dimana .. Kakak gak jadi kan ketemu sama orang itu " tanya Jupe
" Kakak lagi di Mess dek , gak kok , ni kakak lagi duduk disebelah bulek " jawab Ara
" Syukurlah kak , tenang adek jadinya , ya udah adek cuma mau mastiin kakak jadi pergi atau gak , adek tutup dulu ya kak .. Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikum Salam dek " jawab Ara sambil menutup panggilan tersebut
Ara pun semakin gelisah ketika jam sudah menunjukkan pukul delapan lebih 15 menit .
" Udah jam segini , aku harus gimana .. kalau aku gak datang , bagaimana dengan ancaman dari dia , sebaiknya aku lihat dari jauh dulu siapa dia sebenarnya " bathin Ara
" Bulek .. Ara pergi kedepan sebentar ya , soalnya temen Ara udah datang " ucap Ara pamitan kepada bulek
" Iya Ra , jangan malam - malam pulangnya " ucap Bulek
" Iya bulek " ucap Ara sambil berjalan keluar dari Asrama menuju Rumah Sakit
Ara berjalan cukup lambat dalam hatinya berkata " Apakah tidak akan ada masalah kalau Ara menemuinya tanpa bicara terlebih dahulu dengan Reza . Malam ini Ara sengaja tidak membalas atau mengangkat telepon dari Reza , Ara takut kalau Reza tau soal kebohongan yang selama ini ia tutupi "
Sampailah Ara tepat tidak jauh dari Taman yang ada di Rumah Sakit , Ara mencuri - curi pandang ke arah Taman tersebut .. namun tidak ia jumpai orang yang dia kenal sebelumnya .
" Apa karena kelamaan terus dia langsung balik , dan itu berarti ancamanya untuk Reza , Ya Allah bagaimana ini " bathin Ara yang mulai gelisah karena tidak menemukan orang yang beberapa hari ini mengirimkan pesan .
Ara pun berjalan mendekati Taman , sambil berjalan tangan Ara ditarik oleh seseorang .
" Lagi cari aku ya " ucap Pria tersebut
Ara pun terkejut dan langsung melihat kearah belakang , betapa terkejutnya Ara ketika melihat sosok yang berdiri tepat dihadapannya . Ara terdiam mematung , sedangkan Si Pria tersenyum penuh arti .
" Kamu lagi cari aku kan , sekarang aku udah ada disini .. aku tau kamu bakal datang " ucap Pria itu lagi
" Kamu " ucap Ara
" Iya ini aku , kejuttaannnn " ucap Pria itu bahagia
" Gak lucu .. mau ngapain kamu kesini , mau cari ribut " ucap Ara
" Gak dong sayang , masa iya aku cari ribut , aku tu cari kamu .. aku kangen banget sama kamu , aku tu gak bisa lupain kamu Yang " ucap Pria itu lagi sambil mempererat genggaman tanggannya .
" Lepasin tangan aku gak .. jangan ngaco kamu , aku udah mau nikah .. jadi jangan ganggu aku lagi " ucap Ara memberontak
" Gak aku gak akan lepasin kamu sampai kapan pun "
" Gila kali kamu ya , kamu gak mikirin istri sama anak kamu , kamu urusin mereka jangan ganggu hidup aku lagi " ucap Ara
" Aku udah mau pisah dengan istri ku . Surat - surat sudah aku ajukan , tinggal tunggu panggilan dari pengadilan , dan setelah bercerai , aku mau kita sama - sama lagi " ucap Pria itu
" Jangan mimpi , aku ga mau kita balikan lagi .. lepasin aku Dirgaaa .." ucap Ara kepada Pria yang ada dihadapannya . Pria tersebut ternyata adalah Dirga , pria yang pernah membohongi Ara . Hingga hampir membuat Ara mempunyai julukan sebagai Pelakor .
" Lepasin akuu " ucap Ara lagi sambil mencoba menarik tangannya dari genggaman tangan Dirga