
Setelah jam 6 sore Ara kembali ke Mess , ia memilih lembur untuk menghilangkan kesedihannya .
Malam hari nya Ara masih kepikiran dengan apa yang terjadi dengan keluarganya , Ara mengingat setiap kata yang di tulis Uchi , dan air matanya kembali keluar . Ara menangis , ia sudah tidak tau harus berbuat apa - apa lagi , Ara sudah pasrah .
Keesokan harinya Ara masuk kerja seperti biasa . Dia menyiapkan berkas - berkas yang akan di kirim . Tidak berselang lama Lutfi pun datang .
" Assalamu'alaikum " sapa Luthfi
" Wa'alaikum salam " jawab Ara
" Kenapa lemas gitu Ra " tanya Luthfi
" Gak kok pi , mana ada lemas " jawab Ara sambil tersenyum
" Jadi Mamak pulang hari ini " tanya Lutfi lagi
" Gak tau Pi , dan gak mau nanya lagi " jawab Ara
" Assalamu'alaikum " sapa Mbak Rina yang juga baru datang
" Wa'alaikum salam " jawab Ara dan Lutfi bersamaan
" Kenapa Ara , Pi " tanya mbak Rina
" Gak tau ini mbak , lemas kali dia " jawab Lutfi
" Udah dek , jangan dipikirin , doain aja Mamak sehat " ucap mbak Rina
" Aamiin Ya Allah , gak ada di pikirin kok mbak " ucap Ara
" Jangan melamun ya Ra " ledek Lutfi
" Gak Pi , tenang aja , semangat ni aku he he he " jawab Ara
Mereka bertiga pun melanjutkan pekerjaan mereka .
Pukul 10 pagi Ara meminta ijin untuk mengambil botol minuman Ara yang tertinggal di Mess kepada Luthfi dan juga mbak Rina .
" Lutfhi , Mbak rin , Ara kebelakang bentar ya " ijin Ara
" Mau ngapain dek " tanya Mbak Rina
" Botol minuman ketinggalan Mbak " jawab Ara
" Mbak nanti kalau Hp Ara bunyi , terus Mamak yang nelepon pamit mau pulang , bilang aja sama Mamak hati - hati di jalan ya Mbak " tambah Ara
Mbak Rina melihat ada kesedihan dibalik ucapan Ara
Ara pun keluar dari ruangan dan menuju Mess untuk mengambil botol minumannya .
Setelah selesai dari Mess , Ara langsung kembali ke Rumah Sakit . Dijalan Ara berpapasan dengan bang Anto rekan kerjanya , seorang Teknisi . Bang Anto menanyakan tentang keadaan Mamak .
" Ra gimana keadaan Mamak sama Uchi " tanya bang Anto
" Swab ke 4 masih Positif bang " jawab Ara
" Masih sesak Mamak , kemaren apa hasil fotonya " tanya bang Anto lagi
" Sesaknya udah gak bang , tapi hasil Foto mamak masih Pneumoni Duplex , kalau Uchi kemaren waktu masuk pertama kali di Foto hasil nya bagus . Foto yang kedua jadi Pneumoni sebelah kanan bang " jawab Ara
" Udah disuruh minum air minyak Angin Ra "
" Udah bang , tapi gak mau , Ara suruh minum susu aja , Mamak sama Uchi gak mau , sekalinya mau , satu gelas itu buat di minum berdua "
" Semangat bilang sama Mamak , abang doain semoga hasilnya Negatif " ucap bang Anto
" Makasih ya bang , Ara pamit kerja lagi ya bang " ucap Ara
" Iya Ra "
Ara pun berjalan kembali menuju Ruang Kerjanya , pada saat Ara melewati Lobi belakang , Ara melihat Mamak dan Uchi sudah duduk di sana dengan beberapa barang yang ada disebelah mereka . Perasaan Ara begitu sedih melihat kondisi Mamak yang masih kelihatan sedikit pucat dan lemas . Namun Ara tidak bisa berkata apa - apa lagi . Ia hampir menangis .
Ara berjalan terus hingga sampai di Lobi belakang , Uchi tidak mau melihat kearah Ara , hanya Mamak yang melihat ke arah Ara dan berkata " Mamak pulang ya "
Ara pun menjawab " Iya mak " Hanya itu kata - kata yang mampu keluar dari mulut Ara , air matanya sudah hampir terjatuh . Ara lalu buru - buru meninggalkan Mamak dan Uchi .
Pada saat Ara berjalan menuju Ruang Kerjanya , air mata Ara sudah terjatuh , namun tangisnya masih bisa sedikit ia tahan , ia tidak mau mbak Rina dan Luthfi melihatnya menangis .
Sesampainya di Ruang Kerja .
" Dek tadi Mamak nelepon " ucap mbak Rina memberi tahu bahwasanya ada panggilan masuk dari Mamak .
" Iya mbak , tadi udah jumpa sama Mamak " ucap Ara
" Mamak jadi pulang dek ? " tanya mbak Rina
" Jadi Mbak " jawab Ara
" Sabar ya dek "
" Iya Mbak "