It's All About Me

It's All About Me
bag 65



Hari berganti hari .


Pagi ini Ara disibukkan dengan pekerjaannya . Ia sampai tidak mengingat bahwa hari ini ia ada janji ketemu dengan Pria itu . Siang hari setelah lepas makan siang Ara berbincang - bincang dengan Mbak Rina dan yang lainnya .


" Dek , nanti kita pergi makan yok " Ajak mbak Rina


" Yok Mbak , udah lama juga kita gak ngumpul " ucap Ara


" Iya kan kak , gara - gara Pandemi kita jadi jarang pergi jelong - jelong " ucap Angga


" Ho'o kan ngga , ya udah nanti Jam Empat , setelah Sholat Ashar , kita langsung cusss pergi " ucap Ara


" Oke kakak "


Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka . Angga dan Nita sudah kembali ke Depan . 30 Menit kemudian Ara mendapatkan pesan masuk , ia pun lalu membaca pesan tersebut .


" Assalamu'alaikum Ra , maaf ya baru chat kamu sekarang , soalnya tadi dikantor lagi sibuk banget , aku juga harus nyiapin kerjaan aku lebih awal , aku gak mau telat untuk ketemu kamu sore ini " ucap Pria itu


" Ya allah , aku ada janji sama ni orang , terus pergi sama Mbak Rina dan yang lainnya ini gimana dong " bathin Ara


" Wa'alaikum salam , iya gpp kok , santai aja " balas Ara


" Ya udah aku lanjut kerja dulu ya , nanti kalau aku udah sampai Rumah Sakit , aku kabarin kamu lagi , Assalamu'alaikum semangat kerjanya ya Ra "


" Wa'alaikum Salam , iya makasih , kamu juga "


" Kasih alasan apa ya ke Mbak Rina , kalau hari ini di pending dulu jalan - jalan nya " bathin Ara


" Mbak oh mbk " ucap Ara


" Iya dek "


" Kayaknya nanti sore Ara gak bisa ikut pergi " ucap Ara kepada Mbak Rina


" Lho kenapa dek ? " tanya Mbak Rina


" Ada temen mau datang Mbak , ni baru kasih kabar " jawab Ara


" Temen apa Demen Ra ? " tanya Luthfi


" Temen pi " jawab Luthfi


" Dipending aja dulu kita pergi nya " ucap Mbak Rina


" Kalau Mbak sama yang lain mau pergi , gpp Mbak , pergi aja " ucap Ara


" Mana enak dek , kita kan janji pergi sama - sama " ucap Mbak Rina


" Mana baiknya aja Mbak , kalau nanti mereka mau pergi , ya udah Mbak pergi aja " ucap Ara


" Ya udah dek , nanti Mbak tanya sama yang lain dulu "


" Ok Mbak "


Jam sudah menunjukkan pukul empat sore , Angga dan Nita pun sudah kembali keruangan belakang .


" Dek kita jadi gak perginya " tanya Mbak Rina kepada Angga dan juga Nita


" Jadi lah Mbak " ucap Angga


" Tapi Ara gak bisa ikut , kawan nya mau datang " ucap Mbak Rina lagi


" Siapa bul ? " tanya Nita


" Ada temen bulek yang mau datang " jawab Ara


" Kita pending aja lah Mbak , mana enak gak ngumpul semua " kata Angga


" Mbak seh terserah aja " ucap Mbak Rina


" Ya udah sekarang kita pulang aja yok , Mbak pun baru ingat ada yang mau di beli " tambah Mbak Rina lagi


" Ok mbak "


" Ini udah jam setengah lima , kenapa belum ada kabar ya , jadi datang atau gak tu orang " bathin Ara


Beberapa saat kemudian ..


Hp Ara berbunyi ada panggilan masuk dari Pria itu .


" Halo , Assalamu'alaikum Ra , maaf baru ngabarin kamu , aku udah di Rumah sakit ya , aku tunggu kamu di taman , maaf telat , karena tadi macet dijalan , kamu masih nunggu aku kan "


" Wa'alaikum salam iya gpp , aku masih di Rumah Sakit , sebentar lagi aku kesana , kamu tunggu aja dulu "


" Iya Ra , Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikum Salam "


Ara pun mengambil tas dan botol minumnya , setelah itu ia lalu berjalan ke arah taman .


Dari jauh Ara melihat ada beberapa orang yang duduk di taman itu . Ara pun bingung dan sama sekali tidak tau muka Pria yang akan ditemuinya itu . Ara pun berhenti sejenak dan mencoba menelepon Pria itu .


Ara memperhatikan mereka satu persatu , siapa diantara mereka yang akan mengangkat telepon dari Ara .


" Hallo " ucap Pria itu


Ara langsung mematikan teleponnya , ia lalu memperhatikan Pria yang sedang mengangkat teleponnya . Pria tinggi , dengan rambut nya yang sedikit berantakan , namun masih terlihat cool , menggunakan kemeja panjang motif batik yang digulung sampai ke siku , memakai masker berwarna Hitam . Dan yang membuat Ara terkejut , Ara melihat mata Pria itu , Mata yang sama persis dengan Mata Pria yang beberapa hari lalu pernah membuat Ara terpesona .


" Ya Allah , Apa mungkin dia , kenapa bisa , dia baru dua kali ketemu sama aku , jangan - jangan ada yang salah ini , kenapa jadi deg - deg an kayak gini " bathin Ara


Ara pun berjalan perlahan ke Arah taman .


Di lain sisi Pria itu yang telah mendapatkan telepon dari Ara merasa heran , kenapa Ara mematikan teleponnya .


" Dimana Ara , kenapa belum muncul juga , terus kenapa teleponnya dimatiin " bathin Pria itu


Pria itu pun mencoba menelepon Ara kembali .


" Hallo Ra , kamu dimana " tanya Pria itu


" Aku disini " jawab Ara yang sudah menyentuh bahu Pria itu dari belakang .


Pria itu pun terkejut dan membalikkan badannya .


" Assalamu'alaikum " sapa Ara


" Wa'alaikum salam , Ara " ucap Pria itu sambil tersenyum , yang terlihat dari matanya .


Ara pun melihat cowok itu dari dekat .


" Kamu , keluarga pasien yang kemaren kan ? "


" Iya , maaf ya Ra , kalau beberapa hari ini aku udah ganggu kamu " ucap Pria itu


" Iya gpp " ucap Ara


" Jangan marah ya " pinta Pria itu


" Siapa yang marah , aku malah bahagia ternyata Pria itu kamu he he he " bathin Ara


" Aku gak marah , cuma bingung aja " ucap Ara


Pria itu pun tersenyum , ia paham kenapa Ara merasa bingung .


" Kita ngobrol diluar , kamu mau gak , biar lebih enak ngobrolnya , tenang aja aku bukan orang yang jahat " ucap Pria itu


Ara pun semakin bingung , apa dia harus menerima atau menolak ajakan Pria yang baru dikenalnya itu .


" Dia ini kan temennya Jupe , kalau dia jahat , pasti Jupe cerita kemaren " bathin Ara


" Ok aku mau , kamu ga mau kasih tau nama kamu dulu " tanya Ara , padahal Ara sendiri sudah tau nama Pria itu , karena kemaren Nita pernah memberi tahu namanya .


" Oh iya aku lupa ngenalin diri , Nama aku Reza Wiratama "