
Hari berganti hari .
Selama di Pekanbaru Dirga menyelesaikan Proyeknya dengan sangat baik . Hari ini kepulangan Dirga ke Medan . Ia sampai di Medan pada pukul lima sore .
Sesampainya di rumah , Dirga tidak langsung memberitahukan kepulangannya kepada Ara , ia membersihkan diri terlebih dahulu guna menghindari Virus Covid 19 , karena di masa pandemi seperti ini sudah seharusnya kita mengikuti protokol kesehatan yang ada .
Malam harinya selepas Sholat Isya Dirga menulis pesan kepada Ara " Assalamu'alaikum sayang , kamu lagi apa ? aku kangennn banget sama kamu yank "
Ara yang mendengar bunyi pesan masuk dari Hp nya pun langsung membuka pesan tersebut .
" Dirga , oh iya hari ini kan Dirga balik , kenapa aku bisa lupa ya , ini gara2 aku ngecek laporan , sampai lupa waktu dan lupa juga kalau hari ini Dirga pulang ke Medan " bathin Ara
Begitulah Ara setiap akhir bulan , dia akan selalu membawa laporannya kerumah , guna mengecek beberapa data apakah sudah sesuai atau belum .
" Wa'alaikum salam sayang , kamu sudah sampai rumah yank , maaf ya sayang , aku lupa hari ini kamu balik , aku lagi nyiapin laporan , bentar lagi sih kelar , aku juga kangen kamu yank " jawab Ara
" Ya udah , kamu siapin laporan kamu dulu ya , ada hal penting yang mau aku bicarakan sama kamu " ucap Dirga
" Hal penting apa yank , kamu jadi buat aku deg2an gini ? " tanya Ara penuh rasa penasaran .
" Udah nanti aja ya , kalau kamu udah selesai , kabarin aku " jawab Dirga
"Hmm ok yank , ntar kalau udah selesai aku langsung kabarin kamu ya "
" Sebenarnya Dirga mau bilang apa ya , kenapa aku jadi deg2an gini , sebaiknya aku segera selesaikan laporan kerjaan aku , setelah itu aku langsung chat Dirga " bathin Ara
Ara pun segera menyelesaikan laporannya hingga hampir pukul sebelas malam . Ia langsung membuka Hp dan menulis pesan kepada Dirga .
" Belum yank , kan aku lagi nungguin kamu " jawab Dirga .
" Hmm tadi kamu mau bicara apa yank ? " tanya Ara
" Aku harus cerita ini sekarang , aku udah gak bisa bohong lagi , walau aku tau apa resikonya setidaknya aku tidak dalam bayang2 ketakutan lagi " bathin Dirga
" Aku mau bilang sesuatu ke kamu , aku tau aku sudah salah dari awal , aku tau kamu gak suka di bohongi , tapi aku malah bohongi kamu " ucap Dirga
" maksud kamu apa yank , salah dari awal , udah bohongi aku , salah dari awal kita kenalan gitu " tanya Ara
" Iya yank , dari awal kita kenalan aku udah salah , aku udah ngaku lajang sama kamu , padahal status aku sebenarnya Duda , aku tau kamu gak suka di bohongi tapi malah aku bohongi kamu juga , itu lah alasan sebenarnya kenapa aku belum berani ketemu kamu langsung , tapi sekarang aku udah lega , aku udah cerita ke kamu yang sebenarnya soal status aku , dan aku siap nerima resiko apa pun itu dari kamu " Ucap Dirga
" Kenapa kamu tega bohongi aku yank , kamu tau kan aku pernah punya pengalaman buruk soal pria yang pernah aku ceritain ke kamu . Kenapa kamu juga ngelakuin hal yang sama " ucap Ara kecewa .
" Aku minta maaf , karena dari awal kita kenalan , aku udah ngerasa nyaman sama kamu , aku gak berani kasih tau status aku yang sebenarnya ke kamu itu , karena aku takut kamu bakal ninggalin aku " jawab Dirga penuh dengan rasa penyesalan .
" Terus kalau sekarang aku ninggalin kamu gimana " tanya Ara penuh dengan rasa amarah .
" Aku terima , karena itu udah menjadi resiko atas kebohongan aku , tapi setidaknya apakah gak ada maaf buat aku , apa kamu gak mau kasih aku kesempatan , perasaan aku ke kamu itu nyata bukan bohongan . Aku cinta kamu yank . Aku harap kamu mau maafin aku , dan memulai lembaran baru tanpa kebohongan apapun itu " ucap Dirga penuh harap
" Cinta kamu bilang , tapi kamu tega bohongi orang yang kamu cintai , kamu kira pikirin aku sekecil itu menilai orang dari statusnya , kamu salah . Aku gak perduli sama status kamu . Dan kamu tau , yang buat aku sakit itu bukan karena aku tau status kamu , tapi karena kamu udah tega bohongi aku " jawab Ara penuh rasa kecewa . Ia tidak menyangka Dirga pria yang amat ia cinta tega membohongi dirinya .
" Aku minta maaf yank " ucap Dirga
Tidak ada balasan apapun lagi dari Ara . Ia sudah terlalu kecewa . Ia butuh waktu untuk menangkan pikirannya sendiri . Dilain sisi Dirga yang sudah tidak tau harus berbuat apa lagi pun hanya bisa pasrah dan berdoa , semoga Allah swt membuka hati Ara untuk menerimanya kembali .