
Keesokan harinya adalah hari Minggu biasanya Ara libur kerja , tapi hari ini dia harus masuk Kantor , karena dia terkena jadwal Siklus Kantor , gantian dengan teman - temannya yang lain . Hari ini Ara Siklus Kantor bersama temannya yang bernama Diana . Sebelum berangkat ke Rumah Sakit Ara mencoba menghubungi Dirga , namun Hp Dirga tidak aktif . Ara pun mengirim pesan kepada Dirga untuk menanyakan bagaimana keadaannya .
Sesampainya di Kantor , mereka disibukkan dengan banyak nya Pasien yang pulang .
" Kak banyak kali pasien kita hari ini ya " kata Diana
" Iya kan dek , ini karena dirimu gak mandi kan ha ha ha " kata Ara diselingi tawa
" Enak aja kakak , mandi lho aku " kata Diana
" Becanda kakak , dah ah kita siap - siap yok , udah mau jam 12 sebentar lagi kita balik " kata Ara
" Jalan -jalan yok kak , bosen awak " kata Diana
" Gak ah dek , kakak mau bobok siang ajah , capek " ucap Ara
" ishh yaudah lah "
Pukul 12 siang , akhirnya mereka meninggalkan Rumah Sakit . Ara pun kembali ke Mess . Sesampainya di Mess Ara mencoba menghubungi Dirga kembali . namun Hp Dirga masih tetap tidak aktif . Setelah Sholat Dzuhur Ara pun tidur siang .
Pukul 4 sore Ara terbangun dia langsug mengecek Hp nya apakah ada panggilan masuk atau balasan pesan dari Dirga , namun ternyata tidak ada juga . Ara lalu meletakkan kembali Hp nya dan bersiap - siap untuk Sholat Ashar . Setelah Ara selesai Sholat Ara mencoba kembali menghubungi Dirga dan ternyata panggilannya masuk .
" Asalamu'alaikum " terdengar suara Dirga sangat lemah
" Wa'alaikum salam yank , Ya Allah yank suara kamu lemes gitu , gimana keadaan kamu " tanya Ara cemas
" Kepala aku pusing , badan juga panas , aku gpp , tadi udah minum obat , kamu udah balik dari kantor "
" Udah yank , kan hari ini aku kerjanya setengah hari , kamu istirahat lagi ya " ucal Ara
" Iya yank , sampaikan maaf aku buat adek , tadi nya aku udah mau datang ke Rumah Sakit hari ini , kan aku udah janji sama adek , tapi kepala aku pusing lagi " ucap Dirga
" Iya yank gpp , nanti aku bilang ke adek ya , dia pasti ngerti , sekarang kamu istirahat , minum air putih yang banyak ya , biar Demam nya cepat turun "
" Iya yank , kamu juga jaga kesehatan ya , Asalamu'alaikum "
" Iya , Wa'alaikum salam "
" Alhamdulillah tenang rasanya udah denger suaranya " bathin Ara
Malam harinya , Ara mencoba menelepon Dirgaa kembali , namun Hp Dirga tidak aktif lagi .
Ara mencoba mengirim kembali pesan untuk Dirga .
Sekitar pukul sepuluh malam Hp Ara berdering , Ara melihat ada panggilan masuk dari Dirga . Sewaktu Ara ingin mengangkat panggilan tersebut tiba - tiba panggilan nya terputus . Ara mencoba menelepon kembali dan panggilan tersebut masuk .
" Hallo " kata Ara
" Iya hallo " ucap seseorang yang Ara pikir itu adalah Keyla .
" Dek gimana keadaan abang , udah minum Obat abang dek " tanya Ara
" Hallo ini siapa " tanyanya
" Ini keyla kan " jawab Ara
" Keyla siapa , ini siapa " tanya wanita itu lagi
" Aku teman nya Keyla , kamu siapa " tanya Ara
" Aku Dinda istri Dirga " jawabnya
Seketika itu Ara langsung mematikan Hp nya , jantung nya berdetak lebih cepat , perasaannya kacau .
" Dirga udah nikah , Ya Allah apa lagi ini , Itu istrinya , Kenapa mereka menutupi semua ini dari aku , maksud mereka apa , aku harus bertanya ke Keyla " bathin Ara
Ia langsung mengirim pesan kepada Keyla .
" Adek kenal kak Dinda , dia istri bang Dirga kan , kenapa kalian tega bohongi kakak dek 😞😟Terimakasih buat kebohongannya ya dek " tulis Ara
Beberapa menit setelahnya pesan Ara sudah di baca oleh keyla , namun Keyla tidak membalas pesan Ara , bahkan ia memblokir nomor Ara .
" Berarti memang benar Dinda adalah istri Dirga , kenapa mereka tega bohongi aku " ucap Ara yang sudah mulai menangis .
Betapa hancurnya perasaan Ara , ia pun menangis , ia merasakan sakit yang teramat dalam , luka itu kembali muncul , luka yang sebelumnya sudah sembuh akibat terluka karena kebohongan , kini harus kembali terluka karena kebohongan lagi .
Ara tidak berhenti menangis , dan dia bisa bebas menangis dikarenakan pada saat itu baik Bulek atau pun Uchi tidak ada di Mess , jadi Ara bisa menumpahkan kesedihannya di kamar sendirian .
Ara menangis sampai terlalu lama hingga akhirnya dia kelelahan dan tertidur .