It's All About Me

It's All About Me
bag 24



Kesokan harinya pada saat Ara terbatuk dan bersin , dia merasakan napasnya mulai terasa berat , dia pun melaporkan kondisinya .


Teman Ara langsung memberikan Okgisen guna membantu meringankan napas Ara .


Kondisi Ara pada saat itu juga masih Diare . Ara sendiri heran kenapa dia masih Diare , padahal dia merasa tidak makan apapun yang bisa mengganggu pencernannya..


Ara pun mencari tau penyebab beberapa hari ini dia Diare , ternyata Virus COVID 19 dapat menyebabkan penderitanya itu Diare , pantas saja .


Sekitar pukul sepuluh pagi Dokter Spesialis Paru Visite , Ara pun di cek Saturasinya kembali . Ternyata hasil Saturasi Ara naik turun , Dokter menyuruh Perawat untuk menaikkan pemberian Oksigen kepada Ara . Kemudian Dokter juga menuyuruh Perawat untuk mengambil Alat Pemeriksaan Jantung . Mereka mengecek Jantung Ara dan hasilnya Alhamdulillah Normal . Namun Dokter masih menyuruh Ara agar jangan melepaskan Selang Oksigennya . Ara pun mengikuti anjuran dari Dokter . Sebenarnya Ara sudah mulai takut dengan kondisinya saat ini , namun dia tetap harus semangat . Luthfi yang mendengar kondisi Ara saat ini pun langsung mengirim pesan kepada Ara .


" Ra , kata anak Isolasi sesak ya , terus apa kata Dokter " tanya Luthfi khawatir


" Iya Pi , tadi pagi agak sesak , ini juga udah pake Oksigen , tadi Saturasi aku naik turun , terus juga udah di cek Jantung Alhamdulillah hasilnya bagus , dan Dokter bilang Selang Oksigen aku jangan di lepas dulu " jawab Ara


" Jangan banyak pikiran ya Ra , tetap semangat , masih Diare Ra ? " tanya Lutfi lagi


" Masih Pi , tapi aku gpp , tadi mereka nyaranin aku buat di infus balik , tapi aku nya gak mau " jawab Ara


" Ya udah , kalau ada apa- apa langsung kabarin aku ya "


" Iya Pi "


Begitulah Luthfi teman kerja sekaligus sahabat Ara . Lutfi sudah berkeluarga , dia memiliki dua orang putri Zahra dan Zian .


Sore harinya Ara merasakan dingin pada badannya . Namun tidak dia hirau kan . Dia dingin tapi seluruh tubuhnya berkeringat .


Ara pun mulai tertidur dengan kondisi badan yang masih dingin .


Keesokan harinya Ara di ambil lagi darahnya untuk pemeriksaan ulang , dan pada saat Dokter Spesialis Paru kembali melakukan Visit ulang , ternyata Dokter memberitahu bahwa Leucosit Ara tinggi , berarti ada Infeksi dan Ara harus di infus kembali , Infus Antibiotik untuk mengurangi Infeksinya . Dokter juga melihat kondisi Ara yang sudah keringat dingin . Akhirnya Ara kembali pasrah .


Pada saat teman Ara ingin memberikan Infus Antibiotik kepada Ara , mereka menyentuh tangan Ara dan ternyata tangan ara begitu dingin . Mereka pun terkejut .


" Ya Allah kak , dingin kali kakak , udah kayak Es " ucap Dara panik


" Iya kan dingin kali kakak " tambah Tinik


" Iya dek , dari semalam kan kakak udah bilang sama Desi , badan kakak dingin kali , sama desi semalam juga udah di kasih Obat tapi ya gitu masih tetap dingin " ucap Ara


" Itu karena Leucosit kakak tinggi kak " kata Tinik


" Ini kita masuk kan Infus Antibiotik dulu ya kak , kakak masih Diare " tanya Ara


" Iya dek makasih ya , kakak udah gak Diare lagi dek , kakak makan Pisang aja dari kemaren , udah kayak Monyet kakak ya " he heh he Ara pun tertawa bercanda . Tinik dan Dara pun ikutan tertawa . Begitulah mereka teman - teman ara yang menjadi Petugas Medis di Ruangan Isolasi , selalu memberikan semangat untuk Ara setiap harinya .


Setelah Ara di berikan Infus Antibiotik , Ara mulai merasakan suhu tubuhnya kembali normal . Setelah makan siang dan minum Obat , Ara bisa tidur dengan nyenyak .


Malam harinya pada saat ara lagi melihat acara di TV , tiba - tiba ia mendengar ada panggilan masuk dari Hp nya .


Ara pun melihat siapa yang meneleponnya . Betapa terkejutnya Ara ternyata Dirga menelepon diri nya . Ara pun mengangkat telepon dari Dirga .