
Keesokan harinya Akbar anak dari Bang Bobi datang ke Rumah , biasanya Akbar dan Zuzu selalu tinggal di Rumah Mamak , namun karena Mamak sakit , Akbar lebih memilih pulang ke Rumah Ayahnya , sedangkan Zuzu memilih tetap tinggal di Rumah Mamak dengan di temani Papanya .
" Assalamu'alaikum " kata Akbar saat memasuki Rumah
" Wa'alaikum salam nak " jawab Ara
" Nenek mana bun " tanya Akbar
" Nenek ada di kamar nak " jawab Ara
Mamak yang mendengar suara Akbar pun keluar dari kamar . Akbar yang melihat Mamak seketika menangis , dia menghampiri Mamak dan memeluk Mamak .
" Nenek " panggil Akbar dengan isak tangisnya
Ara yang melihat kejadian itu pun juga ikut menangis , ia juga merasakan betapa Akbar sangat merindukan Nenek nya .
" Nenek , kenapa lama kali pulangnya " ucap Akbar masih dalam pelukan Mamak .
" Karena Nenek masih sakit nak " jawab Ara
Mamak melepaskan pelukan Akbar , ingin rasanya Mamak memeluk Akbar lebih lama bahkan ingin sekali memcium Akbar , namun Mamak tau itu tidak boleh ia lakukan , mengingat hasil Swab Mamak masih positif .
" Udah ah nak jangan nangis , lihat tu Nenek jadi ikutan nangis , karena Akbar nangis " tambah Ara lagi
" Iya Bunda " ucap Akbar
" Akbar sama siapa tadi kemari ? " tanya Ara
" Tadi sama Ayah nda , tapi Ayah pergi lagi sama Mamak , sebentar aja kata Ayah , habis itu Ayah baru kemari " jawab Akbar
" Zuzu mana nda " tanya Akbar lagi
" Zuzu main - main nak " jawab Ara
" Akbar main - main juga ya nda " ucap Akbar
" Akbar di sini dulu sebentar temani Nenek , Bunda mau siapin makan buat Nenek dulu ya , kasihan Nenek gak ada kawan nya , Uchi masih bobok " ucap Ara
" Iya Nek , Nenek mau Akbar kawani " tanya Akbar dengan polosnya .
" Iya , katanya kangen sama Nenek "
" Kangen lah Nek "
Ara pun meninggal Mamak dan juga Akbar di Ruang Tamu , ia menuju dapur untuk menyiapkan makanan buat Mamak . Setelah semuanya selesai Ara membawa Makanan tersebut untuk diberikan kepada Mamak .
" Mak ini makan dulu , habis itu di minum obatnya ya " ucap Ara
Mamak pun mengambil makanan tersebut , tidak berapa lama Bang Bobi dan Kak Juli pun sudah sampai di Rumah Mamak .
" Wa'alaikum salam "
" Ya Allah yah , ibuk kurus kali " ucap Kak Juli dan air matanya langsung keluar karena sedih melihat kondisi Mamak yang semakin kurus .
" Ibuk udah baik kan ? " tanya Kak Juli
" Udah li " jawab Mamak
" Ya udah ibuk makan dulu aja ya , Juli potongin buah ya , ibuk mau makan buah apa " tanya kak Juli
Bang Bobi dan Kak Juli datang ke rumah Mamak dengan membawa beberapa buah .
" Ibuk mau makan buah Pir aja li " jawab Mamak
" Iya buk " ucap Kak Juli yang langsung begerak menuju dapur untuk memotong buah Mamak .
" Ayah , Akbar main - main ya ? " tanya Akbar kepada Ayah nya .
" Jangan jauh - jauh , lihatin adeknya ya bang , tadi Ayah lihat Zuzu main di depan " jawab Bang Bobi
" Ok Ayah " jawab Akbar
Akbar pun lalu keluar rumah untuk pergi main bersama Zuzu dan teman - teman nya yang lain .
" Apa yang Mamak rasain sekarang ? " tanya Bang Bobi
" Badan Mamak masih lemas , tadi malam Mamak Diare , masih oyong juga " jawab Mamak
" Kalau aja Mamak mau dengarin kata - kata aku , mungkin sekarang Mamak masih dalam pantauan Dokter " bathin Ara dalam hati
" Mamak banyak istirahat , gak boleh capek dulu , Makan dan minum obat nya rutin " ucap Bang Bobi
" Iya nak "
Kak Juli pun sudah datang membawa potongan buah Pir.
" Ini buk buah nya " ucap Kak Juli
" Makasih ya Li "
" Uchi mana dek ? " Tanya Bang Bobi Kepada Ara
" Uchi di tanya , masih tidur lah dia " Jawab Ara
Bang Bobi pun berjalan memasuki kamar Uchi dan membangunkan Uchi yang masih tertidur .