It's All About Me

It's All About Me
bag 54



" Jika adek kalah semangat , terus nanti yang bertahan ketika kondisi terburuk siapa ? " tanya Bang Dion


" Adek juga udah nyerah , lebih baik adek diam . Waktu adek opname karena Covid kemaren , apa mereka ada lihat adek walau dari jauh , gak ada kan , itu karena mereka takut , tapi kemaren waktu Mamak sama Uchi opname mbak datang ke Rumah sakit dan dia juga malah mendukung apa yang Uchi bilang .


Sekarang mamak mulai diare bolak balik kamar mandi , adek udah kasih obat diarenya , tapi adek gak bisa bilang apa apa lagi , apa mereka masih percaya apa yang adek bilang kalau Covid itu bisa ngebuat kita Diare . Adek udah ngebuktiin sendiri " jawab Ara


" Sabar , abang paham "


" Sedih kali adek , gak ada yang mau dengarin ucapan adek "


" Biarin , Suatu saat mereka akan sadar , kita mau gimana lagi "


" Adek takut sangsi sosial yang bakal di dapat "


" Betul , abang setuju , Chia gak berpikir akibat nya . Harus nya dia lebih sabar dan membuat Mamak mengerti dengan resikonya apa bila mereka pulang dengan keadaan Swab yang masih Positif "


" Dia belum ada ngomong apa pun sama adek , dari kejadian kemaren sampai sekarang " ucap Ara sedih


" Biarin aja dulu , biar dia mikir "


" Kemarin adek pernah bilang sebelum kejadian ini sewaktu dia masih di rawat , adek seharusnya minta maaf ke mbak , karena waktu adek di Isolasi kemaren , adek ada dimarahi Chia sama Mbak , gara - gara adek gak mau makan buah , padahal di situ adek lagi Diare dan Dehidrasi berat , tapi dia tetap gak mau minta maaf "


" Ya udah adek yang sabar ya , apa yang adek lakuin itu udah benar "


" Iya bang , adek minta maaf ya karena udah selalu nyusahin abang "


" Ngomong apa seh dek "


" Kan emang kenyataanya gitu . Nyusahin terus punya adek sebijik ini he he he "


" Hmm "


" Makasih ya bang " ucap Ara


" Iya sama - sama , adek juga jaga kesehatan ya " ucap Bang Dion


" Siap bos " jawab Ara menutup obrolan mereka pada siang hari itu .


Liburan Ara selama dua hari di rumah di habiskan Ara untuk merawat Mamak . Selama berada di rumah Uchi tidak berbicara sama sekali kepada Ara . Ara pun bersikap biasa saja , ia lebih fokus untuk kesembuhan Mamak .


Keesokan harinya Ara sudah mulai bekerja , sebelum berangkat kerja , Ara berpamitan dengan Mamak . Ara mengucapkan beberapa pesan kepada Mamak .


Sesampainya di Rumah Sakit , Ara langsung disibukkan dengan pekerjaannya yang sudah menumpuk . Mbak Rina dan Luthfi pun sudah sampai di ruangan kerja mereka .


Pada saat mereka sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing - masing , tiba - toba pintu ruangan mereka di ketuk oleh seseorang , Ara pun mempersilahkan masuk .


" Subhanallah manis banget ini cowok , walau pakai masker , tapi kalau buka masker masih tetap manis gak ya he he he " bathin Ara


" Permisi kak , saya mau kasih berkas ini " ucap Pria itu sambil memberikan beberapa berkas kepada Ara


" Oh iya bang , silahkan tunggu di luar dulu ya , nanti saya panggil kembali " ucap Ara dengan tersenyum dibalik masker nya .


Pria tersebut pun membalas senyuman Ara dari balik masker yang dia pakai . Ia pun lalu keluar ruangan .


" Aduh gara - gara masker jadi gak tau wajah abang itu " ucap Ara


" Kenapa seh dek " tanya Mbak Rina


" Itu mbak ada cowok kayaknya seh manis , baik lagi , dia datang bawa Neneknya berobat " jawab Ara


" Udah gas terus " kata Lutfi


" Apa seh bro gas gas " kata Ara


" Ya di gas Ra , minta terus nomor Hp nya " kata Luthfi


" Malu lah Pi , genit kali aku , ha ha ha " ucap Ara sambil tertawa


" Ya gpp , sesekali bolehlah "


" Ndak mau , maluuu "


Ara pun menyiapkan berkas Pria tadi . Setelah selesai Ara keluar dari ruangan dan memanggil Pria tersebut.