
Papa Reza lalu bangkit dari Sofa dan menghampiri Istrinya dan juga Febri .
" Berdirilah " ucap Papa Reza sambil membantu Febri untuk berdiri
" Om tau kamu sangat mencintai Reza , oleh karena itu Om harap kamu bisa lepasin Reza demi kebahagiaan Reza "
" Tapi om , Febri sangat mencintai Reza "
" Iya Om tau , tapi anak Om mencintai wanita lain , dan Om harap kamu mengerti itu "
Febri pun sudah tidak bisa berkata apa - apa lagi , kalau sudah Papa Reza yang berbicara maka Febri bisa dipastikan tidak akan bisa melawan , karena perusahaan Papa Febri masih membutuhkan kerja sama dengan perusahaan Papa Reza . Jadi dia tidak akan berani cari masalah dengan keluarga Reza .
Febri pun akhirnya keluar dari Ruangan .
" Ara .. sini " panggil Mama Reza untuk lebih dekat dengan mereka
" Iya Buk ... Pak " ucap Ara lalu menghampiri kedua nya .
" Panggil Mama dan Papa aja ya " ucap Mama Reza sambil memegang tangan Ara
" Maafin Mama dan Papa ya nak , karena sudah ikut membohongi kamu , ini semua permintaan anak kami satu - satunya , waktu pertama kali Reza menceritakan soal kamu , Mama melihat ada kebahagiaan di sorot matanya , Mama pun penasaran sama kamu , Mama dan Papa pernah datang ke Rumah Sakit kamu tanpa sepengetahuan Reza , untuk melihat kamu langsung , kami ingin mengetahui seperti apa wanita yang bisa membuat anak kami begitu bahagia , ternyata Reza tidak salah pilih kamu wanita yang begitu baik dan berhati lembut , tiap hari Reza selalu menceritakan kamu , iya kan Pa "
" Iya Ma , anak kita benar - benar lagi kasmaran , sampai kemaren sewaktu kalian tidak ada komunikasi Reza sampai tidak nafsu makan , lihat tu badan anak Om sampai jadi kurus gara - gara mikirin kamu " ucap Papa Reza
Ara pun melihat ke arah Reza , dan dia baru menyadari bahwa Reza terlihat sedikit lebih kurus .
"Dan dia juga sampai merengek - rengek untuk minta bantuan Papa dan Mama agar rencananya bisa berhasil " tambah Papa Reza lagi
" Maafin Ara ya Pak .. Buk .. karena udah buat Reza jadi seperti ini "
" Panggil Mama dan Papa kenapa bapak Ibu lagi " ucap Mama Reza sambil Memeluk Ara
" Ini bukan salah kamu sayang , ini Karena Reza yang begitu mencintai kamu . Terimakasih sudah hadir dalam kehidupan Reza ya " tambah Mama lagi
Ara pun membalas pelukan Mama Reza dan berkata " Ara yang seharusnya berterimakasih Ma , karena Mama dan Papa mau menerima Ara yang seperti ini dengan kehidupan Ara yang apa adanya berbanding terbalik dengan Reza , Ara merasa tidak pantas Ma "
Mama Reza pun melepas pelukan Ara dan kembali memegang tangan Ara
" Ara gak boleh bicara seperti itu , bagi Mama ... Ara adalah kebahagiaan buat keluarga Mama , Mama gak perduli dengan yang lain "
" Ehem berasa di cuekin ni , sepertinya anak Mama sudah berubah ya , dari tadi Reza dicuekin mulu " ucap Reza protes karena dari tadi Mama dan Papanya tidak menghiraukannya .
Papa Reza menghampirI Reza dan menjewer telinga Reza " Ini juga salah kamu , karena udah buat rencana ini "
" Aduh pa ... ampun Pa .. ampun " ucap Reza sambil meringis kesakitan
Mama , Ara dan lainnya pun tertawa melihat Reza kesakitan .
" Syukurin Lu bro emank enak wk wk wk wk " ledek Roy
" Yang kuat sekalian Om , kalau butuh bantuan kita siap membantu , ya gak Roy " ucap Kevin
" Yoi "
" Ogah , tu minta bantuan aja sama Jupe he he "
Jupe yang dari awal tidak memberitahukan rencananya tersebut pun memilih kabur .
" Aku gak ikut - ikut an ya Za , Om .. tante .. Jupe pamit balik duluan ya , soalnya jemuran belum dicuci , eh maksudnya belum diangkat he he he " ucap Jupe asal sambil buru - buru jalan keluar dari ruangan
" Adek mau kemana , kenapa kakak ditinggal " ucap Ara sedikit berteriak agar Jupe mendengarnya , namun Jupe semakin cepat hingga sudah hilang dari pandangan
" Gpp Ra , nanti baliknya dianterin sama Reza " ucap Mama
" Pa , udah dong jangan dijewer trus anaknya , nanti kalau copot gimana "
" Gampang kita ganti sama kuping gajah " ucap Papa yang membuat Roy dan Kevin tertawa terbahak - bahak
" Iihh Papa masa anak sendiri kupingnya mau diganti sama kuping gajah " protes Reza
" Udah jangan banyak protes , cepet ganti pakaian kamu , ni udah malam anterin Ara pulang "
" Siap bos " ucap Reza sambil mengambil Paper Bag yang sebelumnya sudah disiapkan oleh Mama lalu berjalan ke kamar mandi untuk berganti pakaian
" Om , Tante kita juga pamit y " ucap Kevin berpamitan
" Ra kita pulang duluan ya , dan maafin kelakuan kita ya , dimaafin gak , dimaafin dong ya , Masa iya gak dimaafin dosa lho ya " ucap Roy
" Iya udah Ara maafin "
" Nah gitu kan makin cantik bidadari awak " ucap Roy genit sambil mengedipkan sebelah matanya
" Apa Lu bilang , bidadari .. trus kenapa tu mata pake dikedipin segala , mau dihajar ya " ucap Reza yang ternyata sudah selesai berganti pakaian
" Waduh tu singa udah ngamuk Vin " bisik Roy kepada Kevin
" Semuanya kita balik dulu ya , bahaya nanti ada singa ngamuk aummm takutt wkw wk wk wk " ucap Roy tertawa sambil berhasil kabur bersama Kevin
" Awas lu ya Roy " protes Kevin karena dibilang mirip singa
Ara yang melihat Reza diledeki oleh Roy pun ikut tertawa .
" Kenapa sayang tertawa " tanya Reza
" Gpp , lucu aja .. Aumm ada singa mau lewat aummm " ucap Ara yang juga ikut meledeki Reza
" Awas kamu ya , nanti aku makan " ucap Reza mulai mendekati Ara
" Mama , tolongi Ara Ma , Reza mau makan Ara katanya " ucap Ara pura - pura sembunyi dibalik badan Mama meminta pertolongan .
" Rezaaaaa " ucap Mama dan Papa secara bersamaan
Papa pun kembali menjewer kuping Reza
" Ampun Pa ,, aampunnn "