
Pada saat mereke berpelukan Reza melihat Mama , Papa , kevin , Roy , Febri dan juga Jupe berjalan pelan , masuk kedalam Ruangan Reza .
Reza pun memberikan kode kepada mereka untuk tidak membuat suara apapun itu , Reza masih menikmati kebersamaannya dengan Ara . Namun karena Febri tidak masuk dalam rencana mereka , maka Febri pun merasa bingung dengan apa yang telah terjadi .
" Ada apa ini .. " tanya Febri bingung
Ara yang terkejut mendengar suara Febri secara tiba - tiba pun , langsung melepaskan pelukan dari Reza . Ara melihat didalam ruangan tersebut sudah ada Mama dan Papa Reza serta yang lainnya tidak terkecuali Jupe yang dari tadi menghilang sekarang sudah ada diantara mereka . Ara menjadi canggung karena mereka telah melihat Ara dan Reza berpelukan .
" Ada yang bisa jelaskan maksud dari semua ini , dan kenapa kalian berdua berpelukan " tanya Febri penuh amarah sambil menunjuk ke arah Ara
" Gini Feb , Sorry sebelumnya kita gak ajak Lu buat ikut dalam rencana ini , sebenarnya Reza itu pura - pura meninggal " ucap Kevin memberi penjelasan kepada Febri
" Maksudnya apa kalian ngelakuin hal ini " tanya Febri lagi
" Kita cuma mau bantuin Reza , supaya Reza dan Ara bersatu , sekarang lihatkan mereka berpelukan itu artinya rencana kami berhasil " ucap Roy bangga
" Terus kalian bangga , kenapa kalian gak mikirin perasaan aku , kenapa !!! aku tu cinta sama Reza dari dulu , kenapa kalian malah dukung Reza sama cewek pembawa sial itu , bukannya dukung aku " ucap Febri semakin emosi
Mereka pun terkejut mendengar pengakuan dari Febri , mereka tidak menyangka bahwa selama ini Febri menyimpan rasa untuk Reza , beda halnya dengan Reza yang sudah tau lebih dulu kalau Febri menyukainya . Namun Reza hanya menganggap Febri sebagai sahabat dan gak lebih dari itu .
Mendengar Febri menyebut Ara sebagai wanita pembawa sial Reza pun tidak terima wanita yang sangat ia cintai dikatakan seperi itu .
" Cukup Feb , aku gak suka kamu bicara seperti itu ke Ara "
" Bicara apa , kenyataannya memang gitu kan , seharusnya rasa sayang dan cinta kamu itu buat aku "
" Aku tu udah anggap kamu seperti saudara Feb , gak akan bisa lebih karena perasaan itu gak bisa dipaksakan " ucap Reza memberi pengertian kepada Febri
" Gak ... Ara gak berhak buat dapetin kamu , kalian gak selevel .. cuma aku yang berhak buat kamu , aku yakin kamu bisa cinta sama aku , aku cinta sama kamu Za , tolong terima cinta aku" ucap Febri mulai frustasi sambil mulai memegang tangan Reza
" Maafin aku Feb , cinta dan sayang aku sepenuhnya milik Ara " ucap Reza sambil melepas tangan Febri
Ara pun lagsung melihat kearah Reza , ada perasaan hangat yang menyelimuti hatinya saat Reza mengatakan hal itu .
" Diam Lu Roy , gak usah ikut campur " ucap Febri mematahkan apa yang akan diucapkan Roy
Roy pun tidak jadi melanjutkan perkatannya .
Mama dan Papa Reza yang dari tadi hanya mengamati mereka pun mulai ikut bicara . Mama Reza pun menyampiri Febri
" Nak Febri , bukannya tante tidak mendukung perasaan kamu , Reza sudah punya pilihan sendiri dan tante harap kamu bisa menerimanya dan carilah kebahagiaan Nak Febri sendiri " ucap Mama Reza bijak sambil memegang pundak Febri
" Gak Tante ... gak .. kebahagiaan Febri cuma sama Reza , tolongi Febri tante buat bujuk Reza untuk menerima Febri " pinta Febri kepada Mama Reza
" Maafin Tante ... Tante gak bisa ngelakuin hal itu "
" Tolongin Febri Tante " ucap Febri sambil berlutut memegang kaki Mama Reza memohon agar Mama Reza mau membantunya .
" Udah gila kali si Febri ini " bisik Kevin ditelinga Roy
" Iya kan , udah kehilangan akal dia " ucap Roy membalas perkataan Kevin
" Sama aja bego " ucap Kevin
Roy pun hanya bisa tertawa kecil .
Di lain sisi Ara yang melihat Febri sampai berlutut pun merasa bersalah , febri sampai rela menjatuhkan harga dirinya agar bisa bersama dengan Reza . seandainya Ara tidak masuk kedalam kehidupan Reza mungkin sekarang Reza dan Febri sudah jadian bahkan mungkin saja mereka sudah menikah .
Ara pun perlahan - lahan berjalan , Ara ingin meninggalkan ruangan Reza , namun Papa Reza menyadari gerak - gerak Ara .
" Ara berhenti ditempat " ucap Papa Reza memberi perintah kepada Ara
Semua orang jadi melihat ke arah Ara karena suara dari Papa nya Reza , sedangkan Ara sendiri menjadi salah tingkah karena ketahuan ingin kabur dari ruangan tersebut .