
Sesampainya di Mess , Ara memberitahukan kepada keluarganya tentang hasil Swab Mamak dan Uchi .
Beberapa hari berikutnya Mamak dan Uchi melakukan pemeriksaan Swab ketiga . Dan dua hari kemudian hasil tersebut masih juga Positif . Uchi yang sudah emosi dikarenakan ingin segera pulang pun mulai marah - marah dengan Ara
" Adek mau pulang " tulis Uchi melalui pesan WA nya kepada Ara
" Mana boleh adek pulang hasil Swab adek sama Mamak masih positif " ucap Ara
" Mamak juga mau pulang " balas Uchi lagi
Kondisi Mamak pada waktu itu sudah lebih baik , Mamak sudah tidak menggunakan Oksigen lagi .
" Apa Mamak udah tau sakit nya apa ? " tanya Ara
" Udah , tadi Dokter keceplosan " jawab Uchi
Pada saat Mamak dinyatakan Positif Covid 19 , Ara meminta tolong kepada Petugas Medis dan juga Dokter untuk merahasiakan sakit Mamak , itu dikarenakan Ara takut kondisi Mamak semakin ngedrop dan Jantungnya juga makin bermasalah .
" Pasien pulang opname karena Virus Covid 19 sampai di rumah kondisinya bisa balik ngedrop , bukan karena di Isolasi kondisi bagus , terus pulang jadi bagus juga , mbak juga gitu , adek tau kan kemaren waktu mbak pulang opname , sampai di Mess mbak demam , mbak juga kesulitan buat jalan , Pasien yang lain juga gitu , gak bisa tenang aja adek di atas sana sama mamak sampai hasil Swab nya Negatif " ucap Ara yang udah mulai ikut - ikutan emosi
" Bising , banyak kali cakap mbak , berarti mbak doain mamak drop lagi " ucap Uchi
" Ya Allah sabar Ara , sabar " bathin Ara
" Udah gila apa gimana adek , sampai berpikir mbak doain mamak ngedrop lagi " ucap Ara
" Mbak yang gila " ucap Uchi
" Mbak memang bukan Dokter , adek yang lebih pintar dari pada mbak , jadi terserah adek . Yang bilang adek parah siapa ? Indra penciuman aja belum stabil , foto awal masuk bagus, sekarang jadi Pneumoni Sebelah Kanan , itu pun masih mau pulang , kalau mau pulang apa yang mbak suruh di dengar , susu itu di minum " ucap Ara
" Adek gak mau , Toh mbak pulang terus Foto hasil nya masih Pneumonia kan " ucap Uchi
" Tapi hasil Swab mbak udah Negatif , makanya mbak bisa pulang , jadi jangan disamakan " ucap Ara
" Tapi kan sama - sama masih Pneumoni " ucap Uchi masih tidak bisa terima
" Bukan itu garis besarnya , hasil mbak waktu pulang yang udah Negatif , ngerti kan !! " ucap Ara
" Banyak cakap !!! " ucap Uchi
" Cuma adek lah yang gak ada sopan santun nya sama mbak " ucap Ara , hatinya terasa sangat sakit membaca pesan yang dikirimkan Uchi kepadanya .
" Ya udah mbak cakap lah sama satu Rumah Sakit , bilang ke mereka kalau aku gak ada sopan santun nya sama mbak "
" Mulut adek itu bagus sikit , punya otak itu di gunakan , jangan emosinya aja yang dibawa - bawa " ucap Ara
" Ini doa mbak kan yang mau aku Positif , terkabul sekarang doa itu , terimakasih..!!! "
" Ya allah , Ara tau ini memang salah Ara , Ara mau Uchi juga Di Isolasi , karena Ara yakin Uchi sudah terpapar dari Mamak , beberapa hari dia menjaga Mamak , tidak menutup kemungkinan kalau Uchi juga akan tertular Virus tersebut dan dia tidak mau kalau Uchi terlambat penanganan, di lain sisi kalau Uchi juga di Isolasi , dia bisa menjaga Mamak , tapi kenapa malah jadi seperti ini " bathin Ara
Ara pun menangis hatinya begitu sakit menerima perlakuan dari sang adik .