It's All About Me

It's All About Me
bag 22



Keesokan harinya Ara melihat Hp , ia mengecek apakah ada pesan atau panggilan masuk dari Dirga , ternyata tidak ada sama sekali . Ara pun meletakkan Hp tersebut dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri . Setelah selesai mandi Ara melihat acara di Tv , tiba2 suara pintu kamar di ketuk , masuklah temen Ara dengan memakai baju HAZMAT APD , ia membawakan sarapan , beberapa injeksi dan obat makan .


" Selamat pagi kak Ara " sapa Dara


" Pagi dek " jawab Ara


" Gimana tidurnya kak , kita masukkan Suntikannya ya kak " kata Dara memberi tahu bahwa dia akan menyuntikkan Antibiotik , dan beberapa obat lainnya .


" Tidur kakak nyenyak dek , iya dek " kata Ara


Dara pun dengan sangat hati2 memberikan Suntikan kepada Ara .


" ini sarapannya Roti , karena kakak gak mau makan Bubur , dan ini ada titipan sarapan dari mbak Anik " kata Dara


Mbak anik adalah saudara selaligus teman sekamar Ara dan Uchi di Mess . Mbak Anik merupakan Perawat yang bertugas menjadi Kepala Poli Rawat Jalan .


" Makasih ya dek " kata Ara


" Ada keluhan kakak hari ini , yang semangat ya kak , gak boleh sedih , sembuh pasti sembuh " kata Dara memberi semangat .


" Kakak gak ada keluhan dek , semangat kakak , kakak juga gak sedih jangan khawatir ya " kata Ara


" Alhamdulillah kak , Si Tari juga mau masuk kak , kakak untuk sementara satu Ruangan dulu sama Tari gpp ya kak , soalnya dia minta satu Ruangan sama kakak , dia gak berani tidur sendiri " kata Dara


" Ya Allah , Tari kenapa dek , iya dek kakak gpp satu kamar sama dia , jadi kakak ada temen ngobrolnya " kata Ara


" Dia demam kak , batuk , jadi anjuran Isolasi juga , karena hasil Fotonya juga jelek " kata Dara


" Hmm gitu ya dek , kakak pikir , kakak adalah orang terakhir yang di Isolasi ternyata gak ya dek " kata Ara sedih


" Udah kakak jangan banyak pikiran yang penting kakak sehat , udah di SWAB juga kakak kan , kita tinggal tunggu hasilnya , adek doain hasil SWAB kakak Negatif " kata Dara


" Makasih ya dek " kata Ara


" kakak " sapa Tari dengan tersenyum .


" Ya Allah dek , kenapa lah adek bisa masuk juga " tanya Ara


" Namanya adek gak bisa jauh2 dari kakak " jawab Tari


Tari adalah teman kerja Ara di bagian MEDICAL RECORD .


" Ya ampun dek2 , adek demam " tanya Ara


" Iya kak adek demam sama batuk , adek yang minta satu kamar sama kakak he he he " jawab Tari sambil tertawa .


" Ni anak lagi sakit masih bisa ketawa , tapi lumayan lah setidaknya aku ada teman ngobrol " bathin Ara


" Iya kakak udah tau , tadi dara yang kasih tau ke kakak , tapi kalau seandainya hasil SWAB kakak udah keluar dan Positif adek harus pisah kamar dari kakak , begitupun sebaliknya " kata Ara memberi pengertian kepada Tari


" Kakak tenang aja , Negatif kita ini " kata Tari penuh semangat .


Akhirnya mereka pun mengobrol . Ditengah obrolan mereka tiba2 ada yang mengetuk dan membuka pintu mereka . Terlihat kak Marlina temen kerja Ara yang lebih dulu berada di Ruangan Isolasi , dengan hasil Positif , berdiri di depan pintu mereka dan berkata " dek ayok keluar , jangan di kamar aja kalian , sini berjemur kita , kakak tunggu di sana ya " ajak kak Marlina


Ara pun menjawab " Iya kak nanti kami kesana "


Kak Marlina pun menutup pintu mereka kembali .


" Kita jangan keluar dulu ya dek sebelum hasil Swab kita keluar , untuk menjaga2 supaya kita gak tertular " kata Ara memberitahukan kepada Tari


" Ok kakak " kata Tari


Mereka pun tidak keluar kamar . Mereka lebih memilih berada di dalam kamar , guna menghindari hal2 yang tidak diinginkan .