It's All About Me

It's All About Me
bag 21



Setelah Ara selesai membereskan barang2nya , Ara pun membersihkan dirinya . Setelah selesai bersih2 , Ara langsung mengabari keluarganya di rumah , walaupun Ara tau adiknya Uchi pasti sudah mengabari yang lain , tapi setidaknya Ara ingin menyampaikan keadaannya langsung agar keluarganya tidak khawatir .


" Assalamu'alaikum Mak , Mamak lagi apa " sapa Ara dari sambungan teleponnya .


" Wa'alaikum salam , ini lagi nonton Tv Mamak Nak " kata Mamak


" Ada yang mau Ara bilang , tapi janji jangan terkejut ya , Mamak masak apa hari ini ? " tanya Ara lagi mencairkan suasana agar Mamak tidak terkejut .


" Mamak masak sambal ikan , sayur bayam , Ara mau ngomong apa nak ? " tanya Mamak penasaran .


" Sekarang ara lagi di Isolasi Mak " kata Ara


" Ya Allah Nak , kenapa bisa , kapan masuknya , jadi gimana keadaannya sekarang ? " kata Mamak penuh dengan pertanyaan .


" Tadi kan Ara berobat ke IGD , terus di Foto hasilnya gak bagus , jadi kata Dokter Paru Ara harus di Opname " kata Ara memberi penjelasan kepada Mamak .


Mamak pun mulai menangis .


" Jadi sekarang di mana , berarti Ara sakit Virus itu " tanya Mamak sambil menangis .


" Lho mamak jangan nangis " kata Ara yang juga ikut2an menangis .


" Ara udah di ruangan Mak , belum tau kena atau gaknya Mak , doain hasil SWAB nya Negatif ya Mak " tambah Ara sambil tetap menangis .


" Mamak gak nangis Nak , Ara yang kuat ya , banyak makan , banyak istirahat , mamak pasti selalu doain Ara " kata Mamak menguatkan Ara dan berusaha untuk tidak menangis lagi.


" Makasih ya mak , ya udah Ara tutup teleponnya ya mak " kata Ara


" Iya nak , Mamak sayang Ara " kata Mamak


" Ara juga sayang Mamak , Assalamu'alaikum mak " kata Ara


" Wa'alaikum salam Nak " jawab Mamak mengakhiri panggilan telepon .


Setelah Ara selesai menelepon Mamak , Ara melihat begitu banyak pesan masuk , baik dari keluarganya maupun dari teman2 kerjanya . Ara pun membaca dan membalas pesan tersebut satu persatu .


" Gimana keadaan kamu Ra" tanya Luthfi selaku temen kerja Ara .


" Aku baik2 aja pi , gak ada ngerasain keluhan apa pun , tiba2 di suruh Foto dan ternyata hasil Foto ku gak bagus " jawab Ara menjelaskan


" Ada sesak Ra , demam " tanya Lutfi lagi


" Gak ada Pi , batuk juga sekali2 , itu juga tadi waktu di IGD " jawab Ara lagi


" Ara suka minum Susu gak " tanya Lutfi


" Aku suka Pi , tapi Susu Choklat , kalau Susu Putih aku gak suka Pi , baunya aku gak suka " jawab Ara


" Ini Susu Putihnya enak Ra , Susu Kambing gak ada baunya , bagus buat Paru2 besok aku bawain ya " kata Luthfi


" Berapa harganya Pi " tanya Ara


" Udah gak usah Ara pikirin , yang penting janji harus di minum jangan gak di minum Pagi sama Sore ya Ra " jawab Lutfi


" Makasih ya Pi " kata Ara


" Semangat Ra , jangan banyak pikiran , Ara pasti sembuh " kata Luthfi


" Iya Pi dah semangat kali pun ini , makasih ya Pi " kata Ara


" Sama2 ra , baca Amalan ini ya ra yang biasa aku kasih tau , Ara masih ingat kan , Insya Allah semua baik2 aja Ra " kata Lutfi


" Masih Pi , makasih ya Pi , aku bakal baca amalan ini terus " kata Ara


Amalan yang dimaksud Lutfi adalah Doa NABi YUNUS yang isinya ****Laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimiin****


" Iya Ra , kalau perlu apa2 bilang sama ku" kata Lutfi


" Siap bos he he " kata Ara


Ara pun melihat pesan dari teman2 kerjanya yang lain .


" Semangat kak Ara " kata Popi


" Kakak gak boleh sedih2 , harus semangat " kata Jupe


" Semangat kakak " kata Nidya


" Semangat kak Ara " kata Angga


" Semangat ya dek , gak boleh sedih mbak doain adek lekas sembuh , kami nunggu adek kembali ke sini di Ruangan Kerja kita " kata mbak rina selaku kakak sepupu sekaligus rekan kerja Ara .


Ara pun membalas pesan mereka satu persatu , dan masih banyak lagi pesan yang masuk ke Hp Ara . Ara merasa senang di saat kondisinya seperti ini ternyata masih banyak yang perduli dan sayang kepada Ara . Mereka sangat khwatir , apa lagi setelah kejadian meninggalnya kak Rita tadi malam , itu makin membuat mereka takut dengan kondisi Ara .


Pada saat Ara masih sibuk membalas pesan mereka , ada panggilan masuk Video Call dari mbak Pipit , Ara pun mengangkat panggilan tersebut .


" Hallo Assalamu'alaikum mbak " kata Ara


" Wa'alaikum salam dek , gimana keadaannya dek , apa yang sakit , kenapa bisa adek di Isolasi " tanya mbak Pipit


" Adek gpp mbak , karena hasil Fotonya jelek , jadi adek di suruh masuk Isolasi , doain hasil SWAB adek Negatif ya mbak " jawab Ara


" Iya dek , yang semangat ya , mbak gak boleh lihat ya " tanya mbak Pipit


" Gak boleh mbak , mana ada yang bisa masuk ke Ruangan Isolasi , kecuali Petugas Isolasi " jawab Ara


" Ya udah nanti mbak titip makanan aja ya dek " kata mbak Pipit


" Ara gak mau apa2 mbak , doain aja adek mbak ini ya " kata Ara


" Nanti mbk titip roti ya sama Uchi , biar untuk makanan adek di kamar " kata mbak Pipit


" Makasih ya mbak " kata Ara


" Iya dek , yang semangat ya , biar cepat pulang , biar jalan2 kita ya , ya udah mbak mau balik kerja dulu ya dek , Assalamu'alaikum " kata mbak Pipit memberi semangat .


" Iya mbak , makasih ya mbak , Wa'alaikum salam " kata Ara


Setelah mbak Pipit selesai menelepon , Ara melihat ada pesan masuk dari bang Bobi dan bang Yayan . Mereka memberi semangat adeknya .


Betapa bahagianya Ara masih dikelilingi oleh orang2 yang sangat menyayangi Ara .


" Aku harus memberi tahu keadaanku kepada Dirga " bathin Ara


Ara pun mencoba menghubungi Dirga namun tidak bisa . Ara tidak bisa menulis pesan melalui WA kepada Dirga dikarenakan Hp Dirga hilang . Akhirnya Ara menulis pesan kepada Dirga melalui SMS .


" Yank hari ini aku masuk Isolasi , doain hasil Swab aku Negatif ya " tulis Ara


Namun tidak ada balasan dari Dirga , akhirnya Ara menulis pesan melalui WA kepada Keyla.


" Dek , hari ini kakak di Isolasi , sampaikan pesan kakak sama abang ya dek , bilang ke abang , keadaan kakak baik2 saja " tulis Ara


" Ya Allah kak , serius kak , iya kak nanti Key kasih tau abang ya kak " kata Keyla


" Makasih ya dek " kata Ara


Sampai larut malam Dirga masih juga tidak membalas atau pun menelepon Ara , guna menanyakan keadaan Ara . Ara pun merasa sedih , namun ia ingat pesan keluarga dan teman2nya , bahwa Ara tidak boleh banyak pikiran . Akhirnya Ara memutuskan untuk tidur .