
" Aku tau kamu bohong , kamu sengaja kan ngelakuin ini , itu karena Febri kan " ucap Reza masih tidak percaya
" Aku gak bohong Za "
" Sekarang lihat mata aku dan bilang kalau kamu gak punya perasaan apapun sama aku " pinta Reza
Ara pun mengikuti apa yang Reza pinta sambil berkata " Aku gak punya perasaan sama sekali ke kamu , udah puas , sekarang aku mau pulang , ini udah malam "
Ara pun membuang pandangannya , dia takut Reza mengetahui kalau sebenarnya Ara sedang berbohong . Reza pun yang mendengar pernyataan dari Ara hanya bisa merasakan sakit , karena perjuangannya selama ini sia - sia , tapi di sisi lain hati Reza mengatakan kalau Ara sudah menaruh rasa padanya , namun karena alasan yang Reza sendiri masih belum yakin apakah karena masa lalu Ara , makanya Ara menganggap semua laki - laki sama atau karena alasan lain .
Reza kembali melajukan kendaraannya , selama diperjalanan mereka saling diam , mereka sibuk dengan pikirannya masing - masing . Sampailah mereka di Rumah Sakit , Ara mengucapkan terimakasih dan permintaan maaf kepada Reza sebelum Ara keluar dari Mobil
" Pintunya ga usah di bukain , aku bisa buka sendiri , terimakasih untuk malam ini dan maaf karena udah ngecewain kamu " ucap Ara setelah itu ia pun membuka pintu mobil tersebut
" Tunggu Ra , aku yakin ini ada yang salah , aku gak percaya dengan semua yang kamu bilang " ucap Reza menahan Ara untuk keluar dari Mobil
" Terserah kamu , aku cape " ucap Ara
" Setidaknya kamu harus bawa Boneka dan Bunga yang aku kasih buat kamu " ucap Reza sembari memberikan Bunga dan Boneka tersebut kepada Ara
" Makasih "
Ara pun mulai meninggalkan Reza yang masih terdiam terpaku menatap Ara yang berjalan perlahan - lahan menjauhinya .
Dari jauh Reza masih bisa melihat Ara sedang memberikan Boneka pemberiannya kepada salah satu Satpam yang ada di Rumah Sakit . Hati Reza begitu sakit melihat pemandangan itu .
" Apa sebegitu gak sukanya kamu Ra ke aku , sampai - sampai Boneka yang aku beri , kamu berikan ke orang lain lagi " ucap Reza sedih
Reza pun meninggalkan Rumah Sakit dengan membawa perasaannya yang hancur .
Sesampainya di Mess , Ara merebahkan dirinya , dia memikirkan semua perkataannya , dia merasa sudah menyakiti Reza . Dia membohongi perasaannya sendiri , bahwa sebenarnya rasa sayang itu sudah mulai tumbuh , semua perhatian dari Reza sudah membuat Ara nyaman , namun lagi - lagi masa lalunya membuat Ara masih merasakan ketakutan untuk memulai suatu hubungan lagi .
Keesokan harinya ..
Ara tidak menerima pesan apapun dari Reza , dia berpikir bahwa Reza pasti menjauhinya karena semua perkataannya .
Hari berganti hari ..
Sudah satu minggu Reza juga tak kunjung memberikan kabar untuknya . Hari ini Ara kembali pulang ke Rumah . Hubungan dengan keluarganya saat ini sudah baik - baik saja , bahkan Uchi juga sudah meminta maaf padanya .
Malam harinya pada saat Ara sedang berbincang - bincang dengan keluarganya , tiba - tiba ada panggilan masuk , Ara langsung melihat Hp nya , dia berharap panggilan tersebut dari Reza namun ternyata yang menghubunginya adalah Jupe .
" Hallo assalamu'alaikum dek "
" Wa'alaikum salam kak , kakak lagi apa , lagi jalan - jalan sama Reza ya he he he "
" Gak dek , kakak lagi di Rumah , udah satu minggu ini Reza gak ada ngabarin kakak , dia marah sama kakak "
" Lho bukannya kemaren baru keluar sama dia kak , marah kenapa dia kak" tanya Jupe
" Kakak udah nolak dia dek , bahkan Boneka Panda yang dia kasih buat kakak , langsung kakak kasih untuk anaknya Pak Gultom Satpam kita itu " jawab Ara
" Kalau Boneka itu kakak kasih ke orang lain , memang karena itu alasannya dek , tapi kalau kakak nolak dia , itu karena kakak masih takut buat deket sama orang lain lagi , kakak takut dikecewain lagi dek "
" Ya ampun kakak jadi sekarang gimana "
" Kakak juga gak tau dek , kakak juga ngerasa kehilangan kakak sayang sama dia dek "
" Kakak yang sabar ya kalau jodoh gak akan kemana "
" Makasih ya dek "
" Sama - sama kakak , ya udah sekarang kakak istirahat ya , ntar kita cerita lagi , Assalamu'alaikum "
" Iya dek , Wa'alaikum Salam "
Panggilan tersebut pun berakhir , Ara masih melihat Hp nya , ia membuka Wa dan melihat nama Reza tertera , ia lalu membaca kembali semua pesan yang telah Reza kirim , Ada perasaan Rindu akan semua sikap dan perhatian yang Reza beri untuknya namun semuanya sudah terlambat nasi sudah menjadi bubur . Reza bahkan sama sekali tidak memberi kabar padanya .
Senin pun tiba ..
Ara kembali mengerjakan pekerjaannya , beberapa teman - teman Ara masih menanyakan kenapa tidak ada kiriman makan siang lagi , Ara hanya bisa membalas mereka dengan senyuman . Karena Ara sendiri masih bingung untuk menjawab pertanyaan mereka .
Sore harinya selepas pulang kerja , Jupe sudah menunggu Ara di Mess . Ara pun merasa bingung kenapa Jupe menunggunya di Mess , bukan datang menemuinya langsung di Rumah Sakit .
" Lho adek kenapa kemari " tanya Ara
" Kakak harus ikut adek sekarang " jawab Jupe
" Kita mau kemana dek , kakak mandi dulu dong "
" Gak ada waktu lagi kak , kita harus pergi sekarang "
" Iya tapi mau kemana "
" Kita mau ke Rumah Sakit Pelita kak"
" Siapa yang sakit dek , dan kenapa kakak harus ikut " tanya Ara yang mulai merasa bingung
" Reza kak , Reza "
" Ada apa dengan Reza "
" Reza mengalami kecelakaan sore tadi kak , dan kondisinya kritis , jadi kita harus segera kesana sekarang "
" APA !!!! Reza kritis "
Ara pun langsung terduduk dilantai , air matanya seketika keluar , pikiran nya sudah melayang - layang , dia takut hal buruk terjadi pada Reza , dan dia belum siap akan hal itu , masih ada kata yang belum sempat ia ucapkan kepada Reza , kata - kata yang selama ini di tunggu oleh Reza , Ara tidak tau apakah ia masih bisa mengucapkan kata - kata itu lagi . Dan itu malah makin membuatnya semakin terisak .
REZA ... AKU SAYANG KAMU !!!!